KONSENTRASI LOGAM BERAT PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR PROVINSI SULAWESI SELATAN

Heru Setiawan, Endro Subiandono

Sari


Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang mempunyai perairan pesisir yang luas dengan tingkat kerentanan pencemaran yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat jenis timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd) pada sedimen dan air di perairan pesisir Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel sedimen dan air diambil dari empat stasiun penelitian, yaitu Pantai Tanjung Bunga Makassar, muara Sungai Tallo Makassar, Teluk Pare-Pare dan Teluk Bone. Analisis kandungan logam berat dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat pada sedimen yang tertinggi untuk logam berat Pb, Cd dan Cu berasal dari muara Sungai Tallo dengan konsentrasi 66,6 ppm, 5,16 ppm dan 31,1 ppm. Kandungan logam berat pada air tertinggi, untuk Pb berasal dari Pantai Tanjung Bunga yaitu 0,11 ppm, kandungan Cu terbesar berasal dari muara Sungai Tallo 0,16 ppm dan kandungan Cd terbesar dari muara Sungai Tallo yaitu 0,73 ppm. Secara keseluruhan, kandungan logam berat Pb, Cu dan Cd pada sampel air di semua lokasi penelitian telah melebihi ambang batas sedangkan kandungan logam berat pada sedimen yang melebihi ambang batas adalah logam berat kadmium


Kata Kunci


Logam berat, perairan pesisir, sedimen, Provinsi Sulawesi Selatan

Teks Lengkap:

pdf Bahasa Indonesia

Referensi


Amin, B., Ismail, A., Arshad, A., Yap, C.K., & Kamarudin, M.S. (2009). Anthropogenic impacts on heavy metal concentrations in the coastal sediments of Dumai, Indonesia. Environ. Monit. Assess, 148, 291-305.

Agustina, T. (2010). Kontaminasi logam berat pada makanan dan dampaknya pada kesehatan. Teknubuga, 2 (2), 53-65.

Arifin, Z. (2008). Beberapa unsur mineral esensial mikro dalam sistem biologi dan metode analisisnya. Jurnal Litbang Pertanian, 27 (3), 99-105.

Arisandi, K.R., Herawati, E.Y., & Supriyanto, E. (2012). Akumulasi logam berat Timbal (Pb) dan gambaran histologi pada jaringan Avicennia marina (forsk.) Vierh di perairan pantai Jawa Timur. Jurnal Penelitian Perikanan, 1 (1), 15-25.

Atici, T., Ahiska, S., Altindag, A., & Aydin, D. (2008). Ecological effects of some heavy metals (Cd, Pb, Hg, Cr) pollution of phytoplanktonic algae and zooplanktonic organisms inSariyar dam reservoirin Turkey. Afr. J Biotechnol, 7, 1972-1977.

Boran, M., & Altinox, I. (2010). A review of heavy metals in water, sediment and living organisms in the Black Sea. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences, 10, 565-572.

CCME. (1999). Canadian sediment quality guidelines for the protection of aquatic life: Summary tables, Canadian environmental quality guidelines. Canadian Council of Ministers for the Environment, Winnipeg.

Diantarani, N., & Putra, K. (2006). Penentuan kandungan logam Pb dan Cr pada air dan sedimen di Sungai Ao Desa Sam Sam Kabupaten Tabanan. Ecotrophic, 1 (2), 1-5.

Harikumar, P.S., Nasir, U.P., Mujeebu Rahman, M.P. (2009). Distribution of heavy metals in the core sediments of a tropical wetland system. Int. J. Environ. Sci. Tech., 6 (2), 225-232.

Jaibet, J. (2007). Analisis logam berat Cd, Cu dan Pb dalam sedimen dan air laut di Teluk Salut Tuaran. Sekolah Sains dan Teknologi, Universiti Malaysia, Sabah.

Karbassi, A.R., Monavari, S.M., Bidhendi, G.R., Nouri, J., & Nematpour, K. (2008). Metal pollution assessment of sediment and water in the Shur River. Environmental Monitoring and Assessment, 147, 107-116.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 tahun 2004 tentang baku mutu air laut.

Klein, D.A., & Thayer, J.S. (1995). Interactions between soil microbial community and organometallic compaunds. New York and Basel: Marcell Dekker, Inc.

Kusumastuti, W. (2009). Evaluasi lahan basah bervegetasi mangrove dalam mengurangi pencemaran lingkungan: studi kasus di Desa Kepetingan Kabupaten Sidoarjo. (Thesis). Tidak dipublikasikan. Universitas Diponegoro.

Lasheen, M.R., & Ammar, N.S. (2009). Speciation of some heavy metals in River Nile sediments, Cairo, Egypt. Environmentalist, 29, 8-16.

Leiwakabessy, F. (2005). Logam berat di perairan pantai Pulau Ambon dan korelasinya dengan kerusakan cangkang, rasio seks, ukuran cangkang, kepada individu dan indeks keragaman jenis siput Nerita (Neritidae: Gastropoda). Disertasi. Tidak dipublikasikan. Program Pascasarjana Universitas Airlangga. Surabaya.

Lindsey, H.D., James, M.M., Hector, M.G. (2004). An assessment of metal contamination in mangrove sediments and leaves fromPunta Mala Bay, Pacific Panama. Marine Pollution Bulletin, 50, 547-552.

Martuti, N. (2012). Kandungan logam beratcu dalam ikan bandeng, studi kasus di tambak wilayah Tapak Semarang. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Universitas Diponegoro. Semarang.

Ma'ruf, M. (2007). Analisis konsentrasi logam berat pada ikan baronang (Siganus sp) dan lingkungan perairan untuk pengelolaan wilayah pesisir Bontang. (Tesis). Tidak dipublikasikan. Universitas Mulawarman.

Mohiuddin, K.M., Ogawa, Y., Zakir, H.M., Otomo, K., Shikazono, N. (2011). Heavy metals contamination in water and sediments of an urban river in a developing country. Int. J. Environ. Sci. Tech., 8 (4), 723-736.

Nordic Council of Ministers. (2003). Cadmium review. Website: http://www.who.int/ifcs/ documents/forums/

forum5/nmr_cadmium.pdf. Diakses tanggal 20 Januari 2015.

Palar, H. (2008). Pencemaran dan toksikologi logam berat. Jakarta: Rieneka Cipta.

Panjaitan, G.Y. (2009). Akumulasi logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb) pada pohon Avicennia marina (Forssk.) Vierh di hutan mangrove. (Skripsi). Tidak dipublikasikan. Universitas Sumatera Utara.

Rini, D.S. (2008). Mangrove Api-Api alternative pengendalian logam berat pesisir. Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah.Surabaya.

Rochyatun, E., Taufik, M.K., Rozak, A. (2006). Distribusi logam berat dalam air dan sedimen di perairan Muara Sungai Cisadane. Makara Sains, 10 (1), 35-40.

Sudarmaji. Mukono, J., Corie, I.P. (2006). Toksikologi logam berat B3 dan dampaknya terhadap kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2 (2), 129-142.

Sudding, Side, S., Dewi, A. (2012). Analisis kadar timbal (Pb) pada akar api-api putih (A. alba Blume) di saluran pembuangan Jongaya Jalan Metro Tanjung Bunga Kota Makassar. Jurnal Chemica, 13 (2), 26-32.

Suharto. (2005). Dampak pencemaran logam timbal (Pb) terhadap kesehatan masyarakat. Majalah Kesehatan Indonesia No. 165. Universitas Airlangga. Surabaya.

Supriharyono, M.S. (2002). Pelestarian dan pengelolaan sumberdaya alam di wilayah pesisir tropis. Gramedia

Pustaka Utama. Jakarta.

Supriyaningrum, E. (2006). Fluktuasi logam berat timbal dan kadmium dalam air dan sedimen di perairan Teluk Jakarta (Tanjung Priuk, Marina dan Sunda Kelapa). (Skripsi). Tidak dipublikasikan. Institut Pertanian Bogor.

Supriyanto, C. Samin. Kamal, Z. (2007). Analisis cemaran logam berat Pb, Cu, dan Cd pada ikan air tawar dengan metode spektrometri nyala serapan atom (SSA). Prosiding Seminar Nasional III SDM Teknologi Nuklir. Yogyakarta.

Surbakti. (2011). Analisis logam berat Cadmium (Cd), Cuprum (Cu), Cromium (Cr), Ferrum (Fe), Nikel (Ni), Zinkum (Zn) pada sedimen muara Sungai Asahan di Tanjung Balai dengan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). (Tesis). Universitas Sumatera Utara.

Sorensen, E.M.(1991). Metal poisoning in Fish. CRC Press, Boca Raton, FL, pp. 235-283.

Tarigan, Z., Edward, Rozak, A. (2003). Kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, Zn dan Ni dalam air laut dan sedimen di muara Sungai Membramo, Papua dalam kaitannya dengan kepentingan budidaya perikanan. Makara Sains, 7 (3), 119-127.

Umar, M.T., Winarni, M., Meagaung, & Liestianty, F. (2001). Kandungan logam berat Tembaga (Cu) pada air, sedimen dan kerang Marcia sp. di Teluk Parepare, Sulawesi Selatan. Jurnal Science & Technology, 2 (2), 35-44.

Wang, S., Cao, Z., Lan, D., Zheng, Z., Li, G. (2008). Concentration distribution and assessment of several heavy metals in sediments of west-four Pearl River Estuary. Environmental Geology, 55, 963-975.

Wulan, S.P., Thamrin, Amin, B. (2013). Konsentrasi, distribusi dan korelasi logam berat Pb, Cr dan Zn pada air dan sedimen di perairan Sungai Siak sekitar Dermaga PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang- Propinsi Riau. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Riau.

Yalcin, G., Narin, I., & Soylak, M. (2008). Multivariate analysis of heavy metal contents of sediments from Gumusler Creek, Nigde, Turkey. Environmental Geology, 54, 1155-1163.




DOI: https://doi.org/10.9868/ifrj.3.1.67-79

##submission.copyrightStatement##



Copyright of Jurnal Penelitian Hutan dan Keonservasi Alam (ISSN:2338-9249)

    Creative Commons License