POTENSI BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA PROSES BIODEGRADASI ALKIL BENZENA SULFONAT LINEAR (LAS) DALAM TIGA JENIS DETERGEN KOMERSIAL

Mamay Maslahat, RTM Sutamihardja, Farila Rakhmanika

Abstract


Penggunaan deterjen dalam kegiatan rumah tangga dan industri dapat meningkatkan pencemaran lingkungan. Zat aktif yang umum digunakan dalam deterjen adalah Alkil Benzena Sulfonat Linear (LAS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan Pseudomonas aeruginosa dalam mendegradasi LAS yang terdapat pada tiga jenis detergen yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Pseudomonas aeruginosa sebagai dekomposer dan menambahkan (NH4)2SO4, KH2PO4, K2HPO4, dan C6H12O6 sebagai sumber N, P, dan C. Sebagai sampel digunakan tiga jenis deterjen komersial (A, B, dan C) dengan variasi konsentrasi uji 35mg/L, 50mg/L, dan 100mg/L. Penurunan kadar LAS dalam detergen selama 30 hari proses biodegradasi ditetapkan secara Methylene Blue Active Substances (MBAS) dan menggunakan instrumen spektrofotometer Uv-Vis pada λ652 nm. Hasil penelitian menunjukkan pada hari ke 30 proses biodegradasi deterjen A, B, dan C dengan konsentrasi uji 35mg/L menghasilkan residu LAS berturut-turut sebesar 3,62; 4,66 dan 11,62 mg/L. Pada konsentrasi uji 50 mg/L, residu LAS pada deterjen A, B, dan C berturut-turut sebesar 7,71; 11,88; dan 21,16mg/L. Sedangkan pada konsentrasi uji 100mg/L, residu LAS pada deterjen A, B, dan C berturut-turut sebesar 27,98; 37,54; 66,81mg/L

Keywords


Biodegradasi, LAS, Pseudomonas aeruginosa,MBAS, spektrofotometer Uv-Vis

Full Text:

PDF

References


(1). Fessenden, R.J. dan J.S. Fessenden. 1994. Kimia Organik. Edisi Ketiga.

Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT Erlangga. (2). Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Jakarta: Kanisius.

(3). Mason, C.F. 1993. Biology of Freshwater Pollution. Edisi Kedua. New York: Longman Scientific and Technical.

(4). Arifin. 2007. Tinjauan dan Evaluasi Proses Kimia (Koagulasi, Netralisasi, Desinfeksi) di Instalasi Pengolahan Air Minum Cikokol Tangerang. Laporan Kunjungan. Tangerang: PT Tirta Kencana Cahaya Mandiri.

(5). Wignyanto. 2002. Biodegradasi Alkil Benzena Sulfonat Pendekatan Eksperimental Laboratorik Untuk Pengolahan Limbah. Disertasi. Surabaya: Universitas Airlangga.

(6). Suharjono, J., L.Subagja, C. Sembiring, Retnaningdyah, IKJW Putra. 2007. Pengaruh Konsentrasi Nitrogen dan Fosfor Terhadap Potensi Pseudomonas Pendegradasi Alkil Benzena Sulfonat Linier (LAS). Malang: Fakultas Biologi Universitas Brawijaya.

(7). Standar Method-APHA. 2001. Standard Methods for the Examination of Water and Waste Water. Edisi 21. USA: American Public Health Association.

(8). Badan POM. 2003. Deterjen. Info POM. Volume IV. Edisi 9. Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

(9). Suriawiria, U. 1993. Mikrobiologi Air dan Dasar – Dasar Pengolahan Buangan Secara Biologis. Bandung: ITB.

(10). K e r t e s z , M . A . , P. K . l b e n e r, H.Stockinger, S. Beil, dan A.M. Cook. 1994. Desulfonasi surfaktan LAS dan senyawa serupa oleh bakteri. Appl. Environment Microbiol. 60: 2296–303.

( 11 ) . S u d i a n a , I .M. 2 0 0 4 . P e r a n Komunitas Mikroba Lumpur Aktif dalam Perombakkan Deterjen Alkilbenzenasulfonat linier benzena alkil sulfonat. Pusat Penelitian Biologi LIPI. Jakarta.

(12). Schoberl, P., E. Kunkel, dan K.J. Bock. 1989. Basic Principles of LAS Biodegradation. Munchen: Huls AG, Marl, FRG environmental protection




DOI: https://doi.org/10.20886/jklh.2010.4.2.89-96

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Ecolab

This Journal Index by:

  



Copyright © Ecolab
e-ISSN: 2502-8812, p-ISSN: 1978-5860
Ecolab is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License