PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI MEDIA ADSORBEN DALAM PENURUNAN KADAR LOGAM KROMIUM HEKSAVALEN (Cr6+) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING

Terry Novriyani Susanto, Atmono Atmono, Natalina Natalina

Abstract


Elektroplating atau lapis listrik merupakan salah satu proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam menggunakan arus listrik melalui suatu larutan elektrolit. Air limbah industri elektroplating mengandung berbagai jenis ion logam berat seperti ion kromium (Cr) valensi 3 dan 6, timbal (Pb), nikel (Ni), tembaga (Cu), seng (Zn), sianida (CN) dan sebagainya. Cangkang telur merupakan agen netralisasi dimana semua jenis larutan mudah mengalami kesetimbangan sehingga logam berat dapat mengendap dan terdeposit dalam partikel cangkang telur. Cangkang telur diperkirakan memiliki hingga 10.000 - 20.000 pori tiap cangkangnya terdapat kandungan seperti struktur pori kalsium karbonat (CaCO3) dan protein asam mukopolisakarida yang dapat dikembangkan menjadi adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan pengaruh adsorben cangkang telur dalam penurunan kadar logam kromium heksavalen pada limbah elektroplating. Adsorben cangkang telur diperoleh melalui proses perendaman, pemisahan kulit ari, penjemuran, penggilingan, pengayakan, dan pewadahan. Variasi mesh yang digunakan adalah 40, 60, dan 80 mesh, Laju aliran diatur sebesar 25 ml/menit dengan waktu pengambilan sampel dilakukan pada menit ke 0, 10, 20, 30, 40, dan 60. Analisa dilakukan terhadap kandungan kromium heksavalen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kandungan kromium terbesar adalah pada menit ke 40 menggunakan mesh 80 sebesar 53,001 %.

Keywords


Elektroplating; Cangkang Telur Ayam; Adsorben; Kromium Heksavalen (Cr6+)

References


(1) Asip. dkk. 2008. Uji Efektifitas Cangkang Telur Dalam Mengadsorpsi Ion Fe dengan Proses Batch. Jurnal Teknik Kimia, No.2, Vol. 15. 1.

(2) Darmono. 2006. Lingkungan Hidup dan Pencemaran; hubungannya dengan toksikologi senyawa logam. Universitas Indonesia, Jakarta.

(3) Daryanto and Agung Suprihatin, 2013, Pengantar Pendidikan Lingkungan Hidup, Penerbit Gaya Media, Yogyakarta.

(4) Firdaus, Hayati. 2015. Penurunan Kadar Kromium Heksavalen (Cr6+) Dalam Limbah Batik Menggunakan Limbah Udang Kitosan). Bandar Lampung. Universitas Malahayati

(5) Hariani. dkk. 2009. Penurunan Konsentrasi Cr(IV) Dalam Air Dengan Koagulan FeSO 4. Jurnal Penelitian Sains.

(6) Krisnawati. dkk. 2013. Penjerapan Logam Kadmium (Cd2+) Dengan Adsorben Cangkang Telur Bebek Yang Telah di Diaktivasi. Jurnal Teknik Kimia, No. 3, Vol 2

(7) Muhammad Tsabitul. Dkk. 2013. Efektifitas Kombinasi Salvinia Molesta Dengan Hydrilla Verticillata Dalam Remediasi Logam Cu Pada Limbah Elektroplating. Jurnal Sains Dan Seni Pomits Vol.2,No.1

(8) Nurhasni, et al., 2012. Penyerapan Ion Aluminium dan Besi dalam Larutan Sodium Silikat Menggunakan Karbon aktif. Program Studi Kimia FST UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.

(9) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.




DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jklh.2017.11.1.27-31

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Ecolab

This Journal Index by:


Copyright of Jurnal Ecolab (e-ISSN 2502-8812,  p-ISSN 1978-5860)

Creative Commons License  Ecolab by Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JKLH.