STATUS DEPOSISI BASAH DI BEBERAPA WILAYAH PEMANTAUAN DI INDONESIA PERIODE 2008-2015

Retno Puji Lestari, Riri Indriyani Nasution, Tuti Budiwati Budiwati, Emaliya Rachmawati, Asri Indrawati Indrawati

Abstract


Deposisi asam terjadi sebagai dampak pencemaran udara akibat peningkatan emisi gas SOx dan NOx. Proses pencucian polutan gas-gas dan partikel yang terserap oleh elemen-elemen hujan kemudian terdeposisi pada permukaan bumi selama hujan menghasilkan deposisi basah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui status deposisi asam melalui pemantauan air hujan di lokasi yang telah ditentukan. Pengumpulan sampel deposisi basah di Indonesia menggunakan rainwater sampler dilakukan di beberapa wilayah yaitu Serpong, Bandung, Jakarta, Kototabang, dan Maros. Di tiap lokasi, dilakukan pengukuran jumlah presipitasi, pH, daya hantar listrik, dan analisis ion-ion. Rerata tahunan pH presipitasi tertimbang selama periode 2008-2015 di Serpong, Bandung, Jakarta, Maros, dan Kototabang masing-masing sebesar 4,86; 5,30; 4,71; 5,39; dan 4,93 , dimana seluruhnya lebih rendah dari pH normal air hujan yaitu 5,60. Hasil analisis parameter anion dan kation dalam air hujan menggunakan kromatografi ion menunjukkan adanya perbedaan komposisi di wilayah yang berbeda. Karakteristik pencemar deposisi basah di Serpong (daerah sub perkotaan) menunjukkan bahwa ion NH4+ dan  NO3- paling dominan, sementara di Jakarta dan Bandung (daerah perkotaan) memperlihatkan adanya pengaruh ion NH4+ dan nss SO42-. Ion H+ dan Cl- terpantau menonjol yang ditemukan di area terpencil, Kototabang, sementara pengaruh ion Na+ dan Cl- terlihat cukup tinggi di Maros, sebagai daerah pedesaan.

 


Keywords


deposisi basah; deposisi asam; kromatografi ion; pH

References


APIS. Acid deposition 2015 [cited 2016 16 Oktober]. Available from: www.apis.uk/ overview/pollutants/acid-deposition.

EPA. Acid Rain Wasington DC [cited 2014 23 April]. Available from: www.epa.gov.

EANET. Acid Deposition Monitoring Network in East Asia (EANET) [cited 2015 November 3]. Available from: http://www.eanet.asia/event/wspa/wspa.html.

Farhani N, Rachmawati, E., Budiwati, T., Mulyani, T., Sutamihardja, RTM., Lestari, RP. Status Deposisi Asam di Indonesia Tahun 2001-2008. Tangerang: Pusarpedal. KLH; 2010.

Budiwati T, Rachmawati E. Gas NH3 dan potensi pembentukan amonium (NH4+) di daerah rural Serpong-Tangerang. PSTA LAPAN. 2010.

Cowling EB. Acid precipitation in historical perspective. Environmental science & technology. 1982;16(2):110A-23A.

Hall DJ, Spanton AM, C.B. P. Review of modelling methods of near-field acid deposition. Bristol: Environment Agency; 2008.

EANET. Interim scientific advisory group of EANET. Guidelines for acid deposition monitoring in East Asia. Niigata: EANET; 2000.

Aldrian E, Dwi Susanto R. Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature. Int J of Climatol. 2003;23(12):1435-52.

Lestari RP. Tingkat pencemaran udara berdasarkan parameter deposisi asam. Tangerang Selatan: P3KLL-KLHK, 2016.

Aldrian E. Pemahaman dinamika iklim di negara kepulauan Indonesia sebagai modalitas ketahanan bangsa. BMKG; 2 Juli 2014; Jakarta. Jakarta2014.

EANET. Technical Documents for Wet Deposition Monitoring in East Asia. Niigata: EANET; 2010.

EANET. Data Report of Acid Deposition in East Asia 2014. Niigata: 2015.

Hidayat R, Ando K. Variabilitas curah hujan indonesia dan hubungannya dengan ENSO/IOD: Estimasi menggunakan data JRA-25/JCDAS. J Agromet 2014;28(1):1-8.

Akimoto H, Awang M, Cho S, Hara h, Khummongkol P, Ueda H, et al. Periodic report on the state of acid deposition in East Asia, Part I : Regional Assessment. Niigata: EANET; 2006.

Thepanondh S. A study of wet and dry deposition processes for regional air pollution and atmospheric deposition modeling. Melbourne: Monash University; 2004.

EANET. Third periodic report on the state of acid deposition in East Asia. Part II- National assesment. Niigata: EANET; 2016.

EANET. Rain, etc. (wet deposition) - calculating the deposited amount and average concentration of acid Niigata: EANET; 2010. Available from: http://www.eanet.asia/ product/e_learning/page3_5.html.

Asih DK. Potensi deposisi asam di wilayah industri kabupaten Tangerang dan sekitarnya menggunakan Chimere model. Bogor: IPB; 2015.

EANET. Strategy paper on future direction of monitoring for dry deposition of the EANET (2016-2020). Niigata: EANET, 2015.

Chao G, Zi-Fa W, Gbaguidi EA. Ammonium Variational Trends and the Ammonia Neutralization Effect on Acid Rain over East Asia. Atmospheric and Oceanic Science Letters. 2010;3(2):120-6.

Aikawa M, Hiraki T. Difference in the Use of a Quartz Filter and a PTFE Filter as First-Stage Filter in the Four-Stage Filter-Pack Method. Water, Air, & Soil Pollution. 2010;213(1-4):331-9.

Sorooshian A, Shingler T, Harpold A, Feagles C, Meixner T, Brooks P. Aerosol and precipitation chemistry in the southwestern United States: spatiotemporal trends and interrelationships. Atmospheric Chemistry and Physics. 2013;13(15):7361-79.

Chughtai M, Mustafa S, Mumtaz M. Study of Physicochemical Parameters of Rainwater: A Case Study of Karachi, Pakistan. American Journal of Analytical Chemistry. 2014;5(04):235.

Budiwati T. Kecenderungan temporal deposisi asam di Serpong dan Jakarta (2001-2009): Studi transboundary polutan. In: Rosida TB, Mahmud, Didi Sutiadi, editor. Sains Atmosfer: Teknologi dan Aplikasinya - Buku 2. Bandung: LAPAN; 2013.




DOI: https://doi.org/10.20886/jklh.2018.12.2.71-82

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Ecolab

This Journal Index by:

  



Copyright © Ecolab
e-ISSN: 2502-8812, p-ISSN: 1978-5860
Ecolab is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License