Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Mijen Kota Semarang Tahun 2011 dan 2021

Diyah Arfidianingrum, Sigit Rustanto, Cahyadi Setiwasan, Muhammad Zid, Teguh Atuyanuar Zaelani

Abstract


Dinamika perubahan penggunaan lahan di tengah pesatnya perkembangan sebuah kota sulit dihindari. Kota Semarang sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah terus mengalami perkembangan cukup pesat dari masa ke masa. Salah satu wilayah yang mengalami imbas perkembangan Kota Semarang adalah Kecamatan Mijen. Kecamatan Mijen merupakan wilayah dengan luasan terbesar dan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yakni sebesar 3,68%. Secara topografi, memiliki peran dan fungsi sangat penting karena berada pada kawasan Semarang bagian atas berfungsi sebagai kawasan penyangga. Perkembangan di wilayah tersebut menyebabkan terjadinya berbagai perubahan penggunaan lahan yang ada. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi akan sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekosistem pada daerah sekitarnya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan yang terjadi di Kecamatan tersebut pada tahun 2011 dan 2021. Analisis data dilakukan menggunakan pengindraan jarak jauh dan SIG citra landsat 8 dengan teknik overlay (tumpang susun) pada peta tutupan lahan pada tahun 2011 dan 2021. Hasil analisis menggambarkan terjadi perubahan penggunaan lahan yang cukup dinamis. Perubahan penggunaan lahan terbesar pada hutan terjadi penurunan area sebesar 55,84%. Perubahan lahan terbesar kedua pada perkebunan, terjadi peningkatan sebesar 47,58%. Selanjutnya jalan/area terbuka yang tumbuh sebesar 3,8% dan pemukiman yang meningkat sebesar 3,68%. Ladang/ sawah mengalami kenaikan sebesar 0,78%. Luasan area hutan yang hanya tersisa sebesar 0,83% di wilayah tersebut harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Hutan merupakan ekosistem kompleks yang berperan penting pada seluruh aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, budaya maupun lingkungan. Sesuai Perda Kota Semarang Nomor 5/2021 tentang rencana tata ruang wilayah, Kecamatan Mijen memiliki fungsi pengembangan utama sebagai paru-paru kota. Hilangnya area hutan sebesar 55,84% patut menjadi perhatian. Perubahan penggunaan lahan, khususnya yang terjadi pada area hutan harus dikendalikan dan diarahkan sesuai dengan perencanan, agar lahan dapat berfungsi secara optimal, efisien dan berkelanjutan.


Keywords


lahan; perubahan lahan; penggunaan lahan; dinamika lahan

References


Adiana, S. R., & Bitta, P. (2015). Kajian perkembangan Kecamatan Mijen sebagai dampak pembangunan Bukit Semarang Baru (BSB City). Jurnal Teknik PWK, 4(1), 66–77.

Anam, K., & Warlina, L. (2019). Identifikasi perubahan guna lahan di Desa Cikawung Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu. Jurnal Wilayah dan Kota, 06(01), 10–17.

Arsandi, A. S., Ismiyati, I., & Hermawan, F. (2017). Hubungan Pertumbuhan Penduduk dan Infrastruktur di Kota Semarang. Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(4), 15–29. https://www.neliti.com/publications/188593/hubungan-pertumbuhan-penduduk-dan-infrastruktur-di-kota-semarang.

Asra, R., Nurnawati, A. A., Irwan, M., & Mappiasse, M. F. (2021). Analisis perubahan lahan sawah berbasis sistem informasi geografis di wilayah perkotaan Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Galung Tropika, 9(3), 286–297. https://doi.org/10.31850/jgt.v9i3.683.

Bella, M. H., & Rahayu, S. (2021). Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Lahan Pertanian di Desa Berawang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Prosiding SemNas. Peningkatan Mutu Pendidikan, 2, 88–91.

BPS. (2022). Kota Semarang Dalam Angka 2022. https://semarangkota.bps.go.id/publication/2022/02/25/b4fc35189dd9d76b896dcbf3/kota-semarang-dalam-angka-2022.html.

Eraku, S. S., & Permana, A. P. (2020). Analisis Kemampuan Dan Kesesuaian Lahan Di Daerah Aliran Sungai Alo, Provinsi Gorontalo. Jukung Jurnal Teknik Lingkungan, 6(1), 86–99.

Fajarini, R., Barus, B., & Panuju, D. R. (2015). Dinamika perubahan penggunaan lahan dan prediksinya untuk tahun 2025 serta keterkaitannya dengan perencanaan tata ruang 2005- 2025 di Kabupaten Bogor. Jurnal Tanah Lingkungan, 17(1), 8–15.

Fazlina, Y. D., Karim, A., & Indra. (2015). Evaluasi tingkat degradasi lahan akibat perubahan penggunaan lahan di dataran tinggi Gayo. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 4(2), 669–679.

Fitrani, M. (2022). Ekspansi lahan terbangun dan implikasinya terhadap kejadian banjir dan longsor di Kota Tanjungpinang. Jurnal Perencanaan Wilayah PPS UHO, 7(1), 65–79.

Gustiawan, A., & Warlina, L. (2019). Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non-Pertanian (Industri) Di Kabupaten Cianjur Serta Dampak Bagi Perekonomian Masyarakat Wilayah Setempat di Desa Sukasirna Kabupaten Cianjur. Jurnal Wilayah Dan Kota, 06(01), 29–38.

Hani, F., Dwi Hadian, M. S., & -, H. (2021). Analisis Pengaruh Perubahan Lahan terhadap Debit Banjir pada Sub Das Cibeureum, Kawasan Bandung Utara. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, 12(1), 1. https://doi.org/10.34126/jlbg.v12i1.330.

Hariyanto. (2004). Pola Perubahan Penggunaan Lahan Di Kota Semarang Tahun 1980-2000 (Landuse Changing Patern In Semarang 1980-2000). Jurnal Litbang Prop. Jawa Tengah, 2(3), 234–242.

Hidayatullah, R., & Warlina, L. (2017). Identifikasi Dampak Perubahan Guna Lahan Dari Perkebunan dan Hutan Menjadi Kawasan Pemerintahan Baru Di Wilayah Senggarang Terhadap Guna Lahan Sekitarnya dan Ekonomi Masyarakat Setempat. Jurnal Wilayah dan Kota, 04(01), 29–36.

Husodo, T., Ali, Y., Mardiyah, S. R., Shanida, S. S., Abdoellah, O. S., & Wulandari, I. (2021). Perubahan lahan vegetasi berbasis citra satelit di DAS Citarum, Bandung, Jawa Barat. Majalah Geografi Indonesia, 35(1), 54. https://doi.org/10.22146/mgi.61217.

Ilham, R. ., & Suheri, T. (2020). Evaluasi Guna Lahan Terhadap Rencana Tata Ruang Di Kecamatan Cilengkrang. Jurnal Wilayah dan Kota, 7(2), 64–72. https://doi.org/https://doi.org/10.34010/jwk.v7i02.4754

Indah, S. O. D. N., Budi, S. A., & Hariyanto, H. (2018). Kajian Jejak Ekologis Kecamatan Mijen Kota Semarang Tahun 2016. Geo-Image, 7(1), 63–71.

Kusumaningrat, M. D. S., Subiyanto Yuwono, & Bambang, D. (2017). Analisis Perubahan Penggunaan dan Pemanfaatan Lahan Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2009 dan 2017. Jurnal Geodesi Undip, 6(4), 443–452.

Mangatas, R. (2021). Kajian Alih Fungsi Lahan Hutan Serta Peranannya Dalam Penyerapan Tenaga Kerja, Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Perbatasan Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional SATIESP 2021, 140–155.

Maryawan, I., & Rochsas, A. (2022). Pendidikan dan Penelitian Kehutanan di Berbagai Belahan Dunia: Sebuah Tinjauan Literatur. Journal of Science and Applicative Technology, 6(1), 22. https://doi.org/10.35472/jsat.v6i1.416.

Moechtar, W. ., & Warlina, L. (2019). Identifikasi Alih Fungsi Lahan dari Sektor Pertanian Ke Sektor Jasa dan Perdagangan Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang. Jurnal Wilayah dan Kota, 6(1), 1–13.

Niagara, Y., Ernawati, & Purwandari, E. P. (2020). Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Untuk Pemetaan Klasifikasi Tutupan Lahan Menggunakan Metode Unsupervised K-Means Berbasis Web Gis (Studi Kasus Sub DAS Bengkulu Hilir). Rekursif: Jurnal Informatika, 8(1), 100–110. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/rekursif/article/download/8478/5706.

Nurmasari, S., Salsabila, F. R., & Mustofa, H. D. (2021). Pengaruh Kota Satelit Bukit Semarang Baru Dan Kampus Uin Walisongo Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Koridor Prof. Hamka Semarang. LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman, 6(2), 151–166.

Oktinova, N., & Rudiarto, I. (2019). Kajian Penggunaan Lahan di Sekitar Kawasan Bukit Semarang Baru. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 15(4), 262. https://doi.org/10.14710/pwk.v15i4.21534.

Perda 5/21 Kota Semarang. (2021). Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2021.

Pigawati, B., Yuliastuti, N., & Mardiansjah, F. H. (2017). Pemabatasan Perkembangan Permukiman Kawasan Pinggiran Sebagai Upaya Pengendalian Perkembangan Kota Semarang. Tataloka, 19(4), 306–319.https://doi.org/10.14710/tataloka.19.4.306-319.

Prabowo, R., Bambang, aziz nur, & Sudarno. (2020). Pertumbuhan Penduduk Dan Alih Fungsi Lahan Pertanian. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 16(2), 26–36.

Rachmah, Z., Rengkung, M. M., & Lahamendu, V. (2018). Kesesuaian Lahan Permukiman di Kawasan Kaki Gunung Dua Sudara. Jurnal Spasial, 5(1), 118–129. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/spasial/article/view/19285.

Sari, R. W., & Yuliani, E. (2021). Identifikasi Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Non Pertanian Untuk Perumahan. Jurnal Kajian Ruang, 1(2), 255–269. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i2.20032.

Wahyuni, S., Guchi, H., & Hidayat, B. (2014). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dan Penutupan Lahan Tahun 2003 dan 2013 di Kabupaten Dairi (Analysis of Land Use and Land Cover Change year 2003 and 2013 in Dairi Regency). Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(4), 1310–1315.




DOI: https://doi.org/10.20886/jklh.2022.16.2.67-74

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Ecolab

This Journal Index by:

  

 

 

  

e-ISSN: 2502-8812, p-ISSN: 1978-5860
Ecolab is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License