Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza Pada Ekosistem Hutan Dipterokarpa di KHDTK Labanan, Berau, Kalimantan Timur

Karmilasanti Karmilasanti, Rizki Maharani

Abstract


Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan merupakan miniatur hutan hujan tropis dataran rendah dengan keanekaragaman biodiversitas yang sangat tinggi dan memiliki potensi mikoriza yang tinggi tetapi belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis jamur ektomikoriza dan potensinya, baik yang bersimbiosis mutualismetis dengan inang kelompok jenis Dipterocarpaceae maupun Non Dipterocarpaceae di hutan alam KHDTK Labanan, Berau, Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah mengidentifikasi karakteristik jamur ektomikoriza yang masih segar di lapangan, pengambilan foto secara langsung dan identifikasi lanjutan menggunakan beberapa literatur bergambar sebagai pembanding. Hasil yang diperoleh adalah jumlah jenis jamur ektomikoriza di KHDTK Labanan ditemukan sebanyak 31 jenis yang terdiri atas 15 marga, sedangkan 13 suku memiliki jumlah jenis yang sama. Suku yang memiliki jumlah jenis paling banyak adalah Russulaceae (7 jenis) dan suku yang memiliki jumlah jenis paling sedikit adalah Hydnaceae, Strophariaceae, Boletaceae, Marasmiaceae, Gomphaceae dan Agaricaceae masing-masing 1 jenis. Ada 22 jenis jamur ektomikoriza (79,22%) bersimbiosis dengan inang kelompok jenis Dipterocarpaceae dan 9 jenis (20,78%) bersimbiosis dengan inang kelompok jenis Non Dipterocarpaceae. 


Keywords


Jamur ektomikoriza; genus; suku; Dipterocarpaceae; Non Dipterocarpaceae

References


Alamsjah, F., & Husin, E. F. (2010). Keanekaragaman Fungsi Ektomikoriza di Rizosfer Tanaman Meranti (Shorea sp.) di Sumatera Barat. Biospectrum, 6(3), 155–160.

Amornpitak, T. Y., Taweerat, V., Morakot, T., Supapon, C., & Sansnarak, R. (2006). Diversity of Ectomycorrhizal Fungi on Dipterocarpaceae in Thailand. Journal of Biological Sciences, 6(6), 1059–1064.

Brearley, F. Q. (2006). Differences in the growth and ectomycorrhizal community of Dryobalanops lanceolata ( Dipterocarpaceae ) seedlings grown in ultramafic and non-ultramafic soils. Soil Biology & Biochemistry, 38, 3407–3410. https://doi.org/10.1016/j.soilbio.2006.05.012

Brearley, F. Q. (2012). Ectomycorrhizal Associations of the Dipterocarpaceae. Biotropica, 44(5), 637–648. https://doi.org/10.1111/j.1744-7429.2012.00862.x

Darwo, & Sugiarti. (2008). Beberapa Jenis Cendawan Ektomikoriza di Kawasan Hutan Sipirok, Tongkoh, dan Aek Nauli, Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Hutan, 5(2), 157–173.

Diagne, N., Thioulouse, J., Sanguin, H., Prin, Y., Krasova-Wade, T., Sylla, S., … Duponnois, R. (2013). Ectomycorrhizal diversity enhances growth and nitrogen fixation of Acacia mangium seedlings. Soil Biology and Biochemistry, 57, 468–476. https://doi.org/10.1016/j.soilbio.2012.08.030

Dighton, J. (2016). Fungi in Ecosystem Processes. Fungi in Ecosystem Processes, Second Edition. CRC Press. https://doi.org/doi:10.1201/b19652-1

Laessoe, T., & Lincoff, G. (1998). Mushrooms. London, England: DK Publishing.

Lestari, N. S., & Suryanto. (2013). The Hidden Treasure of Labanan. Samarinda: Balai Besar Penelitian Dipterokarpa.

Mardji, D., Matius, P., & Budiyanto. (2013). Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza pada Hutan Bekas Terbakar dan Tidak Terbakar di Taman Nasional Kutai.

Noor, M. (2010). Keanekaragaman Fungi Makro di Hutan Lindung Datar Alai dan Tegakan Benih Dipterocarpaceae di Desa Tabalong, Kecamatan Barabai, Kalimantan Selatan. In Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian BPTKSDA Samboja (pp. 55–63). Balitek KSDA Samboja.

Pace, G. (1998). . Mushrooms of the World. Spain: Firefly Books Ltd.

Smith, S., & Read, D. (2008). Mycorrhizal Symbiosis, 3rd Edition (3rd ed.). New York, USA: Academic Press.

Smits, W. T. M. (1992). Mycorrhizal studies in dipterocarp forests in Indonesia. In: Read, D.J., Lewis, D.H., Fitter, A.H., Alexander, I.J. (Eds.), Mycorrhizas in Ecosystems. Wallingford, UK: CAB International.

Suharno, Irawan, C., Qomariah, E. N., Putri, I. A., & Sufaati, S. (2014). Keragaman Makrofungi di Distrik Warmare Kabupaten Manokwari , Papua Barat. Jurnal Biologi Papua, 6(1), 38–46.

Susanty, F. H. (2015). Status Riset 25 Tahun Plot Strek. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2016.2.2.57-66

Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.