Studi Iklim Mikro dan Topografi Pada Habitat Parashorea malaanonan Merr

Muhammad Fajri, Ngatiman Ngatiman

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi iklim mikro dan topografi pada habitat Parashorea malaanonan Merr di hutan alam. Metode penelitian sebagai berikut:1. Lokasi penelitian di KHDTK Labanan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dan Tane Olen, Desa Setulang kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. 2. Penentuan plot menggunakan metode Purposive Sampling di hutan tropis dataran rendah, dimana plot-plot tersebut dipilih setelah diketahui adanya jenis P. malaanonan Merr di lokasi tersebut. Plot penelitian berbentuk bujur sangkar dengan luas 1 hektar; 3. Pengambilan data berupa: a. Data iklim mikro, yaitu suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya; b. Data topografi; 4. Analisis Data: a. Untuk data iklim mikro, data lapangan akan ditabulasi dan di analisis secara deskriptif; b. Untuk topografi, data kontur lapangan akan dianalisa dan dibuat peta topografinya dengan menggunakan software ArcGIS dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian :1. Untuk intensitas cahaya: a. Pada plot 1 KHDTK Labanan, intensitas cahaya pada pagi hari rata-rata 21,28% (425,3Lm), pada siang hari rata-rata 29,63% (592,3Lm) dan pada sore hari rata-rata 19,73% (394,3Lm); b. Pada plot 2 Tane olen, Desa Setulang, intensitas cahaya pada pagi hari rata-rata 20,04% (400,67Lm), pada siang rata-rata 23,46% (469Lm) dan pada sore hari rata-rata sekitar 12,52% (250,33Lm). 2. Untuk suhu dan kelembaban: a. Pada plot 1,KHDTK Labanan, pada pagi hari, suhu lingkungan rata-rata 23,8°C, pada siang hari rata-rata sekitar 26°C dan pada sore hari rata-rata 24,2°C. untuk kelembaban udara pada pagi rata-rata 84%, pada siang hari rata-rata sekitar 84,7% dan pada sore hari rata-rata sekitar 86,7%; b. Untuk suhu dan kelembaban pada plot 2 di Tane olen, Desa Setulang, Pada pagi hari suhu lingkungan rata-rata sekitar 24,5°C, pada siang hari rata-rata 25,67°C dan pada sore hari rata-rata 24,17°C. Untuk kelembaban udara pada pagi hari rata-rata 80%, pada siang hari rata-rata 80% dan pada sore hari rata-rata 85,33%. 3. Untuk topografi: a. Pada plot 1, KHDTK Labanan, mempunyai topografi antara 0 % s/d 110 %, dengan komposisi sebagai berikut kelerengan lahan kategori datar/flat (0-8 %) sekitar 2,69 %, kategori landai/lower slope (8-15 %) 9,42 %, kategori agak curam/mid slope (15-25 %) sekitar 2,76 %, kategori curam/steep (25-40 %) sekitar 40,91 % dan kategori sangat curam/upper steep (> 40 %) sekitar 23,22 %;b. Untuk topografi plot 2, Tane olen, Desa Setulang mempunyai dengan kelerengen lahan antara 0 s/d 50 %, dengan komposisi sebagai berikut kelerengan lahan kategori datar/flat (0-8 %) sekitar 19,27 %, kategori landai/lower slope (8-15 %) 28,78 %, kategori agak curam/mid slope (15-25 %) sekitar 25,54 %, kategori curam/steep (25-40 %) sekitar 19,33 % dan kategori sangat curam/upper steep (> 40 %) sekitar 7,07 %.


Kata Kunci


Parashorea malaanonan, iklim mikro, topografi

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jped.2017.3.1.1-12

##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Dipublikasikan oleh :
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Alamat : Jl. A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0541-206364 | Fax : 0541-742298 | HP : 081257810037

Web        : http://www.diptero.or.id

Email     : publikasidiptero@gmail.com

Copyright © 2017 | Jurnal Penelitian Ekosistem Hutan Dipterokarpa, (ISSN Cetak 2460-5875, ISSN Elektronik 2460-5883).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JPED di Crossref

View My Stats