Perbandingan Model Kerusakan Tegakan Tinggal di Hutan Alam Dipterocarp Untuk Mendukung Mekanisme REDD Plus

Yonky Indrajaya

Abstract


Pembangunan model kerusakan tegakan tinggal akibat kegiatan pembalakan hutan alam dilakukan untuk mengetahui pengaruh pohon ditebang terhadap kerusakan yang terjadi. Beberapa model kerusakan tegakan tinggal antara lain: (1) kerusakan tetap dan tidak terpengaruh oleh jumlah pohon ditebang, (2) kerusakan tegakan tinggal dipengaruhi oleh jumlah pohon yang ditebang dengan proporsi kerusakan sama untuk semua kelas diameter, dan (3) matriks kerusakan, dimana proporsi kerusakan tegakan tinggal dipengaruhi oleh jumlah pohon ditebang dan berbeda tingkat kerusakannya untuk tiap kelas diameter. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis model-model kerusakan tegakan tinggal dan pengaruhnya terhadap pengelolaan hutan khususnya cadangan karbon hutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembangunan model matriks kerusakan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) model 1 memberikan hasil yang overestimate terhadap kerusakan yang terjadi pada teknik pembalakan CL, (2) model 2 memberikan hasil yang underestimate terhadap kerusakan tegakan tinggal pada teknik pembalakan konvensional (CL), dan (3)  model 3 memberikan gambaran yang lebih nyata akan proporsi kerusakan yang terjadi akibat kegiatan pembalakan.


Keywords


model kerusakan; tegakan tinggal; pembalakan konvensional (CL); pembalakan berdampak rendah (RIL)

References


Bertault, J.G., Sist, P., (1997). An experimental comparison of different harvesting intensities with reduced-impact and conventional logging in East Kalimantan, Indonesia. Forest Ecol Manag 94, 209-218.

Boscolo, M., Buongiorno, J., (1997). Managing a tropical rainforest for timber, carbon storage and tree diversity. Commonwealth Forestry Review 76, 246-254.

Boscolo, M., Vincent, J.R., (2000). Promoting better logging practices in tropical forests: a simulation analysis of alternative regulations. Land Economics 76, 1-14.

Chave, J., Andalo, C., Brown, S., Cairns, M.A., Chambers, J.Q., Eamus, D., Folster, H., Fromard, F., Higuchi, N., Kira, T., Lescure, J.P., Nelson, B.W., Ogawa, H., Puig, H., Riera, B., Yamakura, T., (2005). Tree allometry and improved estimation of carbon stocks and balance in tropical forests. Oecologia 145, 8799.

Dangerfield, M., Wilson, C., Pearson, T., Schultz, J., (2013). Methodology for Improved Forest Management: Conversion from Logged to Protected Forest. Approved VCS Methodology VM 0010, Version 1.2.

Indrajaya, Y., van der Werf, E., van Ierland, E., Mohren, F., (2014). Optimal forest management when logging damages and costs differ between logging practices. In, CESifo Working Papers No 4606.

IPCC, (2006). IPCC Guideline 2006 Guidelines for national green house gas inventories. In. IPCC.

Kementerian Kehutanan, (2009). Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.11/Menhut-II/2009 tentang Sistem silvikultur dalam areal izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan produksi. In. Kementerian Kehutanan, Jakarta.

Krisnawati, H., Suhendang, E., Parthama, I.P., (2008). Transition matrix growth models for logged over natural forest in Central Kalimantan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 5, 107-128.

Macpherson, A.J., Schulze, M.D., Carter, D.R., Vidal, E., (2010). A Model for comparing reduced impact logging with conventional logging for an Eastern Amazonian Forest. Forest Ecol Manag 260, 2002-2011.

Martin, P.A., Newton, A.C., Pfeifer, M., Khoo, M., Bullock, J.M., (2015). Impacts of tropical selective logging on carbon storage and tree species richness: A meta-analysis. Forest Ecol Manag.

Mendoza, G.A., Onal, H., Soetjipto, W., (2000). Optimising tree diversity and economc returns from managed mixed forest in Kalimantan, Indonesia. Journal of Tropical Forest Science 12, 298-319.

Mendoza, G.A., Setyarso, A., (1986). A transition matrix forest growth-model for evaluating alternative harvesting schemes in Indonesia. Forest Ecol Manag 15, 219-228.

Murdiyarso, D., Skutsh, M., Guariguata, M., Kanninen, M., Luttrell, C., Verweij, P., Martins, O.S., (2008). How do we measure and monitor forest degradation. In: Angelsen, A. (Ed.), Moving ahead with REDD: Issues, options, and implications. CIFOR, Bogor Indonesia.

Picard, N., Gourlet-Fleury, S., Forni, E., (2012). Estimating damage from selective logging and implications for tropical forest management. Can J Forest Res 42, 605-613.

Priyadi, H., Sist, P., Gunarso, P., Kanninen, M., Kartawinata, K., Sheil, D., Setyawati, T., Dwiprabowo, H., Siswoyo, H., Silooy, G., Siregar, C.A., Dharmawan, W.S., (2007). Reduced Impact Logging: Benefits and Constraints. In: Gunarso, P., Setyawati, T., Sunderland, T., Shackleton, C. (Eds.), Managing Forest Resources in A Decentralized Environment: Lessons learnt from the Malinau Forest, East Kalimantan, Indonesia. CIFOR, Bogor Indonesia.

Putz, F.E., Zuidema, P.A., Pinard, M.A., Boot, R.G.A., Sayer, J.A., Sheil, D., Sist, P., Elias, Vanclay, J.K., (2008). Improved tropical forest management for carbon retention. Plos Biol 6, 1368-1369.

Rahayu, S., Lusiana, B., Noordwijk, M.v., (2006). Pendugaan cadangan karbon di atas permukaan tanah pada berbagai sistem penggunaan lahan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. In: Lusiana, B., Noordwijk, M.v., Rahayu, S. (Eds.), Cadangan karbon di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur: monitoring secara spasial dan pemodelan. Laporan tim proyek pengelolaan sumberdaya alam untuk penyimpanan karbon (formacs). World Agroforestry Center, Bogor Indonesia.

Sasaki, N., Chheng, K., Ty, S., (2012). Managing production forests for timber production and carbon emission reductions under the REDD+ scheme. Environ Sci Policy 23, 35-44.

Sist, P., Nolan, T., Bertault, J.G., Dykstra, D., (1998). Harvesting intensity versus sustainability in Indonesia. Forest Ecol Manag 108, 251-260.

Sist, P., Saridan, A., (1998). Description of the primary lowland forest of Berau. Silvicultural research in a lowland mixed dipterocarp forest of East Kalimantan, the contribution of STREK project., Jakarta.

Sist, P., Sheil, D., Kartawinata, K., Priyadi, H., (2003). Reduced-impact logging in Indonesian Borneo: some results confirming the need for new silvicultural prescriptions. Forest Ecol Manag 179, 415-427.

Vanclay, J.K., (1994). Modelling forest growth and yield: applications to mixed tropical forests. CAB International.

VCS, (2013). Agriculture, Forestry and Other Land Use (AFOLU) Requirements. In. Verified Carbon Standard.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2015.1.2.89-98

Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.