KANDUNGAN RESIN PADA KAYU GAHARU TANAMAN

Jamal Balfas

Sari


Kelestarian tanaman dan produksi gaharu telah menjadi perhatian dan program internasional. Kegiatan budidaya dan inokulasi gaharu di beberapa negara termasuk Indonesia telah memberikan hasil yang menggembirakan. Namun demikian, sukar diperoleh informasi mengenai karakteristik hasil gaharu yang diperoleh dari program budidaya. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian hasil resin dari jenis gaharu tanaman dan alami dengan menggunakan pelarut air destilasi dan metanol. Bahan gaharu tanaman yang berasal dari Jambi dibedakan dalam dua kelompok, yaitu campuran dan coklat.  Sebagai bahan pembanding digunakan kayu gaharu alami asal Irian. Pada masing-masing bahan gaharu tersebut dilakukan identifikasi secara anatomis untuk mengetahui otentitas jenisnya. Hasil determinasi jenis menunjukkan bahwa bahan kayu tanaman asal Jambi merupakan spesies Aqularia malaccensis, sedangkan kayu asal Irian merupakan jenis Gyrinops sp. Secara statistik kandungan resin pada kayu gaharu dipengaruhi secara nyata oleh faktor jenis bahan dan faktor pelarut yang digunakan dalam ekstraksi. Contoh uji kayu gaharu tanaman dari kelompok campuran memiliki kandungan resin lebih rendah daripada contoh uji kelompok coklat. Kandungan resin kayu gaharu tanaman lebih rendah dibandingkan dengan kandungan resin kayu gaharu alami dengan menggunakan pelarut yang sama. Kandungan resin pada kayu gaharu Jambi dalam pelarut akuades relatif lebih banyak dibandingkan dengan resin yang diperoleh dari kayu gaharu Irian. Kelarutan kayu gaharu Jambi dalam alkohol jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kayu Irian. Kelarutan resin tertinggi diperoleh pada ekstraksi kayu gaharu Irian dengan menggunakan pelarut metanol.


Kata Kunci


Resin; ekstraksi; kayu gaharu; tanaman

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 1999. Plant Resources of South-East Asia No. 19: Essential-oil plants. Prosea Fondation. Bogor.

Anonim. 1999-a. Plant Resources of South-East Asia No. 18: Plants producing exudates. Prosea Fondation. Bogor.

Anonim. 2007. Factual information about cultivated agarwood. Website : http://www.traffic.org/news/press-eleases/wood. Diakses tanggal 5 April 2008.

Balfas, J. 2008. Kandungan resin pada kayu gaharu kualitas rendah. Konsep artikel Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Donovan, D and R. Puri. 2004. Learning from traditional knowledge of non-timber forest products: Penan Benalui and the autecology of Aquilaria in Indonesian Borneo. Department of Anthropology, University of Kent, Canterbury.

Kirk, T.K. dan E.B. Cowling. 1984. Biological decomposition of solid wood: in The Chemistry of Solid Wood. American Chemical Society. Washington D.C.

Mandang Y.I. 2006. Digitalisasi basis data xylarium pusat penelitian dan pengembangan hasil hutan bogor. Info Hasil Hutan. 12(2):75-85. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Pettersen, R.C. 1984. The chemical composition of wood: in The Chemistry of Solid Wood. American Chemical Society. Washington D.C.

Zich, F. and J. Compton. 2001. The Final Frontier Towards Sustainable ManagementOf Papua New Ginea's Agarwood Resorce. Traffic Oceania and the WWF South Pacific Programme. Traffic Oceania, Sydney.

Yoneda, K., E. Yamagata, Y. Sugimoto, and T. Nakanishi. 1986. Pharmocognostical studies on the crude drug of “agarwood” (I): comparison of constituents of essential oil from agarwood by means of GLC and GC-MS. Shoyakugaku Zasshi 40(3):252258. Japan.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2009.27.3.235-244

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.