KARAKTERISTIK KAYU LAPIS SAWIT

Jamal Balfas

Sari


Industri kayu lapis nasional mengalami penurunan secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Alasan utama penyebab perubahan tersebut adalah masalah ketersediaan bahan baku. Pada sisi lain, di Indonesia terdapat bahan berkayu dari perkebunan sawit secara berlimpah, dan sampai saat ini belum digunakan untuk keperluan industri perkayuan. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi teknis terhadap penggunaan kayu sawit sebagai bahan baku industri kayu lapis. Penelitian ini dilakukan melalui dua unit percobaan, yaitu di PT. Sumalindo, Kalimantan Timur dan PT. Asia Forestama Raya, Riau. Kedua unit pabrik memiliki fasilitas produksi yang berbeda. Sumber keragaman lain yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah lapisan dan komposisi lapisan Dalam penelitian ini diamati parameter fisis dan mekanis sebagai kriteria kualitas panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi dan efektifitas produksi panel kayu sawit secara nyata dipengaruhi oleh faktor fasilitas produksi.  Pabrik pertama menghasilkan kualitas produk yang lebih baik namun memiliki efisiensi yang lebih rendah dibandingkan dengan pabrik kedua. Karakteristik fisis dan mekanis pada panel kayu sawit dipengaruhi secara nyata oleh faktor proses produksi, jumlah lapisan dan komposisi lapisan.  Kualitas fisis dan mekanis panel kayu sawit menurun dengan pertambahan jumlah lapisan dan komposisi venir kayu sawit.  Terdapat korelasi positif antara nilai kerapatan dan keteguhan rekat pada panel kayu lapis sawit. Panel kayu lapis yang dihasilkan dalam percobaan ini dapat memenuhi kualifikasi produk interior. 


Kata Kunci


Kelapa sawit; kayu lapis; fisis; mekanis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 1993. Japanese Agricultural Standard for Structural Plywood. Japan Plywood Inspection Corporation, Tokyo.

Anonim. 2008. Plywood Design Fundamentals. Canadian Plywood Association. Canada.

Balfas, J. 1998. Sifat dasar kayu sawit. Prosiding Diskusi Nasional Hutan Rawa dan Ekspose Hasil Penelitian di Sumatra Utara. Medan 18-19 September 1998. Balai Penelitian Kehutanan. Pematang Siantar.

Balfas, J. 2006. New approach to oil palm wood utilization for wood working production, Part 1: Basic properties. Journal of Forestry Research 3(1):55-66. Forestry Research and Development Agency. Jakarta.

Balfas, J. 2007. Perlakuan resin pada kayu kelapa. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 25(2):108-118. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Haygeen, J.G. and L. Bowyer. 1985. Forest Products and Wood Science. Second Printing. The IOWA State University Press, Ames.

Iskandar, M.I. 2006. Pemanfaatan kayu hutan rakyat sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) untuk kayu rakitan. Prosiding Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006. Bogor, 21 September 2006; 142-150. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Purwanto, B.E. 2008. Alokasi bahan baku kayu untuk keperluan domestik. Prosiding seminar hasil litbang hasil hutan. Bogor, 25 Oktober 2008; 7-15. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Santoso, A. dan P. Sutigno. 2004. Pengaruh tepung gaplek dan dekstrin sebagai ekstender perekat urea formaldehida terhadap keteguhan rekat kayu lapis kapur. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 22(2):61-68. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2009.27.3.245-255

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.