PENURUNAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS TIGA JENIS KAYU DAN KAYU KELAPA TERHADAP SERANGAN PENGGEREK DI LAUT

Mohammad Muslich, Nurwati Hadjib

Sari


Tiga jenis kayu dan kayu kelapa dari Sukaburni, Jawa Barat diuji terhadap penggerek di laut untuk diketahui penurunan sifat fisis dan mekanisnya.Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Rambut dengan contoh uji yang berukuran 5 cm x 5 cm x 106 cm. Contoh  uji direnteng dengan tali plastik dan diamati setelah tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar contoh uji diserang oleh penggerek di laut, sehingga menurunkan sifat fisis dan mekanisnya. Rasamala yang tidak direndam termasuk dalam kelas kuat II dan setelah direndam menjadi kelas kuat III. Kelapa yang tidak direndam termasuk kelas kuat II-III, setelah direndam menjadi kelas kuat IV Karet  dan nangka yang tidak direndam termasuk kelas III, setelah direndam kekuatan kayu karet menjadi kelas kuat V dan nangka tetap termasuk dalam kelas kuat III.

Kata Kunci


Kayu dan kayu kelapa; sifat fisis dan mekanis; penggerek di laut

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdurrohim, A., YI Mandang dan U. Sutisna. 2004. Atlas Kayu Indonesia. Jilid III. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Basil Hutan, Bogar. 171 hlm.

Anonim. 1973. NWPC Standar o.1.4.2.2/73. ordic Wood Preservation Council. Standard for Testing of Wood Preservatives, 1973, Newzeeland.

Anonim. 2002. Annual Book of ASTM Standards.ASTMD 143-94.ASTM, Philadelphia, USA JURNAL Penelitian Hasil Hutan Vol. 27 No. 2,Juni 2009: 115-126

Brazier, JD. 1986. Growth features and structural wood performance. Proceedings 18'h IUFRO World Congress, Division 5 Forest Products, Ljubljana.

Brown, H.P., A.]. Panshin and C.C. Forsaith. 1952. Text book of Wood Technology. Vol. II. Mc. Graw-Hill Book Company, New York.

Buehendhy, I., N. Hadjib, R.M. Siagian, A. Gunawan dan M. Lasminingsih. 2001. Karakteristik clan sifat kayu karet klon anjuran clan harapan. Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Karet. Palembang, 5-6 Nopember 2001. Pusat Penelitian Karet, Balai Penelitian Sembawa.

Haygreen, J.F. and J.L. Bowyer. 1982. Forest Product and Wood Science, An Introduction. Diterjemahkan oleh A.H. Sutjipto, 1993. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 719 hlm.

Martawijaya, A., I. Kartasujana, YI. Mandang, S.A. Prawira dan K. Kadir. 2005. Atlas Kayu Indonesia. J ilid II (Ed. II). Badan Penelitian Kehutanan, Bogor.

Muslich, M. clan G. Sumarni. 1987. Pengaruh salinitas terhadap serangan penggerek kayu di laut pada beberapa jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 4(2): 46-49. Pusat Litbang Hasil Hutan, Bogor.

Oey, D.S.v1964. Berat jenis kayu-kayu Indonesia clan pengertian berat kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman PHH, Bogor.

Steel, R.G.D. and J.H Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika. Terjemahan) PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sudarna, N.S. 1990. Anatomi batang kelapa (Cocos nuciferaL.). Jurnal Penelitian Hasil Hutan 7(3): 111-117. Pusat Litbang Hasi Hutan, Bogor.

Turner, R.D. 1971. Identification of Marine Wood-Boring Mollusks: Marine Borers, Fungi and Fouling Organisms of Wood. Organization for Economics Co-operation and Development. Paris.

A Survey and Illustrated Catalogue of the Teredinidae. Harvard University, Cambridge, Mass.

Wardana, S. 2005. Peta potensi aktual hasil hutan Indonesia sebagai penghara industri kehutanan. Makalah pada Seminar Hasil Penelitian Hasil Hutan. Puslitbang Hasil Hutan, Bogar.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2009.27.2.115-126

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.