DRYING RASAMALA WITH COMBINED HEAT RELEASED FROM SOLAR ENERGY, FUEL-POWERED STOVE AND HEATER

Karnita Yuniarti, Efrida Basri

Abstract


Pengeringan kayu rasamala dilakukan dalam 2 tahap. Pada tahap awal, pengeringan dilakukan dari kondisi basah hingga mencapai kadar air rata-rata 40% dengan banyak menggunakan panas surya. Pada tahap berikutnya, kayu rasamala dengan kadar air 40% dikeringkan hingga mencapai kering udara menggunakan kombinasi panas surya dan panas tungku pada siang hari dan panas heater untuk proses pada malam hari. Waktu pengeringan kayu rasamala pada tahap pertama berlangsung selama 16  hari dan pada tahap kedua hanya selama 5 hari. Selama proses pengeringan dengan kombinasi energi surya dan panas buatan (tungku  bakar dan heater), penggunaan bahan bakar solar adalah 9,52 liter dan pemakaian listrik sekitar 592,2 kwh. Sebagian besar kayu rasamala yang dikeringkan memiliki kualitas yang baik. Analisa kelayakan finansial lebih lanjut menunjukkan bahwa pada tingkat suku bunga 15% dan dengan asumsi harga jual kayu rasamala kering adalah F.p 4.000.000 per/ diperoleh nilai NPV F.p 2.991.465 dan IRR 15,9%. Hal ini menunjukkan bahwa pada tingkat suku bunga 15%, pengeringan rasamala dalam bangunan pengantar tenaga surya dengan teknik yang digunakan dalam penelitian ini layak diterapkan pada skala industri. Biaya investasi yang dikeluarkan kembali dalam jangka waktu 5,1 tahun, sedangkan titik impas produksi akan tercapai pada produksi kayu rasamala kering sebesar 43,95 m3.


Keywords


Rasamala; pengeringan tenaga surya; energy; kelcryakan finansial

References


Basri, E. 2000. Drying technology: an option for small industries (Teknologi pengeringan tepat guna: Pilihan bagi industri kecil kehutanan) Proceeding of Discussion on wood quality improvement (Prosiding Diskusi Peningkatan Kualitas Kayu). Forest Products Research and Development Center, Bogor, Indonesia.

Basri, E. 2005. The quality of mangium dried in several drying methods mangium dalam beberapa metode pengeringan). Forest Products Journal Vol.23 No.2. Forest Products Research and Development Center, Bogor, Indonesia.

Basri, E. 2005. Personal communication. The person was a senior scientist on timber drying at Forest Product Research and Development Center.

Basri, E. and A. Supriadi. 2006. Trial on wood-drying machine powered by the combined solar energy and type-I heating stove (Uji coba mesin pengering ktijlu kombinasi tenaga surya dan panas dan tungku tipe I). Forest Products Journal Vol. 24 No.5. Forest Products Research and Development Center, Bogor, Indonesia.

Martawijaya, A.,I. Kartasujana, YI. Mandang, K. Kadir and S.A. Prawira. 2005. Indonesian Wood Atlas (Atlas Kayu Indonesia Jilid II). Revision edition. Forestry Research and Development Agency. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2009.27.2.181-190

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.