KARAKTERISTIK KAYU MUDA PADA MANGIUM (Acacia mangium Willd.) DAN KUALITAS PENGERINGANNYA

Sri Rulliaty

Sari


Jenis kayu yang berasal dari hutan alam saat ini semakin berkurang, sebagai gantinya untuk mernenuhi kebutuhan kayu masyarakat, sebagian kayu dipenuhi dari hutan tanaman. Masalahnya, kayu yang berasal dari hutan tanaman relatif mempunyai umur atau berdaur tebang lebih muda dari hutan alam sehingga kandungan kayu muda (juvenilewood)nya relatif tinggi. Dalam pengolahan kayu, adanya kayu muda dalam balok sering menimbulkan masalah diantaranya timbul cacat dalam proses pengeringan sehingga kualitas kayu menurun. Oleh karena itu dalam penelitian ini diteliti karakteristik kayu muda yang meliputi sifat anatomi, dan kualitas pengeringan. Kayu yangdigunakan adalah mangium yang berumur 22 tahun, Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kandungan kayu muda pada mangium yang diduga melalui persamaan regresi sekitar 50% (R.2= 70%) dengan karakteristik serat yang pendek, cacat permukaan, pecah dalam (honrycomb) dan perubahan bentuk (collapse) setelah proses pengeringan. Disarankan dalam proses pengolahan clan penggunaannya dilakukan secara hati-hati terutama pada waktu pengeringan sebaiknya mengikuti prosedur teknik pengeringan temperatur bertahap (bagan lunak).

Kata Kunci


Hutan tanaman; kayu muda; kayu mangium; pengeringan; cacat kayu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 1990.Technologicalproperties. TNO-Report HI 90.1066.

Jackson, M. dan R.A. Megraw. 1986. Impact of juvenile wood on pulp and paper products. Proceeding of Cooperative Technical Workshop of Juvenile wood. Forest Product Research Society. Madison, USA.pp. 75- 81.

Krahmer, R.L. 1986. Fundamental anatomy of juvenile and mature wood. Proc. of a Cooperative Tech. Workshop of Juvenile Wood. Forest Products Research Society, Madison, USA. pp. 12-16.

Massey, JG. dan J. Rub. 1989. A method for estimating juvenile wood content in boards. Forest Products Jurnal vol. 39 (2).

Panshin, A.J. dan C. De Zeeuw. 1980. Textbook of Wood Technology. McGraw-Hill Book Co. Iowa. pp. 209 - 272.

Rulliaty, S. 1994. Wood qualityindicators as estimator of juvenilewood in mahogany (Sivietenia macrophylla King.) from forest plantation in Sukaburni, West Java, Indonesia. Unpublished Master's Thesis, University of The Philippines at Los Banos, College, Laguna. The Philippines.

Rulliaty, S. 2007. Karakteristik juvenile wood pada jenis kayu hutan tanaman. Laporan Hasil Penelitian. Tidak Dipublikasikan. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

Senft,J.F., M.J. Quanci, and B.A. Bendtsen. 1986. Property profile of 60-year-old Douglas-fir. Proc. of Cooperative Technical Workshop of Juvenile Wood Forest Product Research Society. Madison. USA. Pp 17 - 28.

Smith, WR. dan D.G. Briggs. 1986. Juvenile wood : Has it come of age ?. Proc. of a Cooperative Technical Workshop of Juvenile Wood. Forest Products Research Society. Madison, USA. Pp. 5 - 11.

Terazawa, S. 1965. An easy methods for the determination of wood drying schedule. Wood Industry, Wood Technological Association of Japan, Vol. 20 (5).

Trihastoyo, A. 2001. Prospek pemanfaatan kayu Acasia mangi11muntuk kayu pertukangan. Prosiding Diskusi Teknologi Pemanfaatan Kayu Budidaya untuk Mendukung Industri Perkayuanyang Berkelanjutan, hlm. 77-79. Puslitbang Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

Waluyo, H. 2003. Struktur anatomi dan dimensi serat kayu mangium (Acacia mangium Wild.). Fakultas Kehutanan, Universitas Winayamukti. Bandung. Skripsi (Tidak diterbitkan).




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2008.26.2.117%20-128

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.