STRUKTUR ANATOMI, SIFAT FISIS DAN MEKANIS KAYlJ KUMEA BATU

Mody Lempang, Muhammad Asdar

Sari


Penelitian ini dilakukan untuk mengamati suuktur/karakteristik anatomi, clansifat fisis mekanis kayu kurang dikenal jenis kumea batu (ManilkaramerrillianaH.J.L.). Sampel kayu dari jenis ini diambil dari hutan alam produksi di Kecamatan Lampia Kabupaten Luwu Timur, Propinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumea batu memiliki kayu gubal berwarna coklat muda kemerahan dan teras berwarna coklat kemerahan. Lingkar tumbuh samar-samar dan terkadang jelas serta menampakkan corak yang indah berupa garis-garis sejajar pada potongan radial, serat lurus, tekstur halus dan permukaan kayu mengkilap. Panjang serat 677,55 µm, diameter serat 22,15 µm, diameter lumen 1,94 µm, tebal dinding 10,10 µm dan semua nilai turunan serat tergolong dalam kelas IV untuk bahan baku pulp/kertas. Kayu kumea batu sangat berat (berat jenis 1.07) dengan penyusutan sangat tinggi, keteguhan lentur pada batas patah 1,557.68 kg/cm2, keteguhan tekan sejajar serat 491.35 kg/ cm2 dan tergolong kayu kelas kuat II.

Kata Kunci


Kayu; kumea batu; struktur anatomi; sifat fisis dan mekanis.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 1976. Vademecum Kehutanan Indonesia. Direktorat Jenderal Kehutanan Departernen Pertanian, Jakarta. l-llm. 43-45.

----------. 2003. Standard methods of testing small clear specimens of timber. Japan Industrial Standard QIS). Tokyo,Japan.

Asdar, M. 2007. Sifat pengerjaan jenis kayu kurang dikenal andalan setempat. Laporan penelitian (tidak diterbitkan). Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Sulawesi, Makassar.

Dumanau,J. F. 1982. Mengenal kayu. PT. Gramedia. Jakarta. Hlm. 18.

Haygreen, JG dan J.L. Bowyer. 1996. Hasil Hutan Dan Ilmu Kayu, Suatu Pengantar. Cetakan Ketiga. Terjernnhan S.A. Hadikusumo. Gajah Mada University Press.

Mandang Y I. dan A. Martawijaya. 1987. Pemanfaatan jenis kayu kurang dikenal. Prosiding Diskusi Pemanfaatan Kayu Kurang Dikenal Tgl 13-14 Januari 1987, Cisarua, Bogor). Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.

Martawijaya, A. dan I. Kartasujana. 1977. Ciri urnum, sifat dan kegunaan jenis-jenis kayu Indonesia . Publikasi Khusus Lembaga Penelitian Hasil Hutan, no. 41. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departernen Pertanian, Bogor.

Panshin, A. J and C. de Zeeuw. 1980. Texbook of Wood Technology. 14th ed McGraw-Hill Book Company, ew York.

Sass,J. 1958. Botanical Microtechnique. 3n1. ed. The Iowa State University Press, Ames, Iowa, USA. 3- 77 pp.

Soerianegara, I and R.H.M.J. Lemmens (ed.). 1994. Plant resources of South-East Asia 5 (1) timber trees: Major commercial timbers. Prosea. Bogor, Indonesia.

Wheeler, E.A., P. Baas and P.E. Gasson (ed). 1989. IAWA List of Miscroscopic features for hardwood identification. IAWABulletin n.s. 10 (3): 219-332. Leiden, Netherlan




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2008.26.2.138%20–%20147

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.