KEMAMPUAN SEPULUH STRAIN JAMUR MELAPUKKAN EMPAT JENIS KAYU ASAL MANOKWARI

Djarwanto Djarwanto, Sihati Suprapti, Freddy Jontara Hutapea

Sari


Kemampuan jamur melapukkan kayu bervariasi berdasarkan strain jamurnya. Tujuan penelitian ini mempelajari kemampuan sepuluh strain jamur pelapuk terhadap empat jenis kayu dari Manokwari. Contoh  kayu  yang  diuji  menggunakan  metode  Kolle  flask  mengacu  pada  SNI  7207:  2014.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  Chaetomium  globosum  dan  Lentinus  lepideus  termasuk  kelompok  jamur yang memiliki kemampuan melapukkan kayu rendah, empat jenis jamur yaitu Schizophyllum commune, Trametes  sp.  HHBI-379,  Trametes  sp.  HHBI-332,  Phlebia  brevispora  berkemampuan  sedang,  adapun yang termasuk kelompok jamur berkemampuan melapukkan tinggi yaitu Polyporus arcularius, Polyporus sp., Pycnoporus sanguineus dan Tyromyces palustris. Kehilangan berat kayu tertinggi didapatkan pada kayu gubal Rhus taitensis yang diumpankan pada Polyporus sp., sedangkan kehilangan berat terendah tercatat pada  kayu teras  Haplolobus  sp.  yang  diumpankan  pada  L.  lepideus.  Berdasarkan  klasifikasi ketahanan kayu  terhadap  serangan  jamur  pelapuk,  maka  tiga  jenis  kayu  yaitu  Tetrameles  nudiflora,  Rhus  taitensis, Pimeleodendron amboinicum termasuk kelompok kayu tidak-tahan (kelas IV), dan Haplolobus sp. termasuk kelompok kayu tahan terhadap jamur pelapuk (kelas II).

Kata Kunci


Kemampuan pelapukan, strain jamur, kayu, asal Manokwari, kehilangan berat, ketahanan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andianto, Hutapea, F.J., Hadjib, N., Abdurachman, Muslich, M., Djarwanto, Indrawan, D.A. (2014a). Sifat dasar dan kegunaan kayu Papua. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2013. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Andianto, Muslich, M., Pari, G., Djarwanto, Suprapti, S., Hadjib, N., …Indrawan, D.A. (2014b). Sifat dasar dan kegunaan kayu Papua. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2014. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Bouslimi, B., Koubaa, A., & Bergeron, Y. (2013). Variation of brown rot decay in eastern white cedar (Thuja occidentalis L.). BioResources, 8(3), 4735-4755.

Carll, C. G., & Highley, T. L. (1999). Decay of wood and wood-based products above ground in buildings. Journal of Testing and Evaluation, 27(2), 150-158.

Deacon, J. (2005). Fungal Biology a Tektbook. Blackwell Publishing. http://archive. bio.ed.ac.uk/jdeacon/FungalBiology/chapters.htm#top

Dinwoodie, J. M. (1981). Timber its nature and behaviour. Van Nostrand reinhold Co. Ltd. 190 p.

Djarwanto. (2010). Ketahanan lima jenis kayu terhadap fungi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan, 3(2), 51-55.

Djarwanto, & Tachibana, S. (2009). Screening of fungi capable of degrading lignocelluloses from plantation forest. Pakistan Journal of Biological Sciences, 12(9), 669-675.

Hutapea, F.J., & Rumawak, M. (2014). Pemanfaatan kayu papua kurang dikenal melalui pendekatan sifat dasar kayu. Dalam Utomo, P.M. & H.S. Innah (eds.). Prosiding Ekspose Hasil-Hasil Penelitian Kehutanan BPK Manokwari Tahun 2013 “Peran Penelitian Integratif Dalam Pembangunan Kehutanan Di Tanah Papua”, Manokwari, 23 Oktober 2013. Website: http://www.balithutmanokwari.com.

Hutapea, F.J., Rumawak, M. & Ergor, E. (2012). Sifat Dasar Dua Jenis Kayu Papua. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. Tidak diterbitkan.

Martawijaya, A., & Barly. (2010). Pedoman pengawetan kayu untuk mengatasi jamur dan rayap pada bangunan rumah dan gedung. 77 p. IPB Press.

Muslich, M., Hadjib, N., & Rulliaty, S. (2011). Manfaat Pohon Ki Kendal (Ehretia acuminatissima R. Br). Buletin Hasil Hutan, 17(1), 1-7.

Oey, D. S. (1990). Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman Nr. 3. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Pari, G. (2014). Analisis kimia beberapa jenis kayu asal Papua. Manuskrip.

SAS Institute. (2007). SAS (Statistical Analysis System) Guide for Personal Computers. Version 6 Edition. SAS Institute Inc. Cary, NC 27512-8000.

Schmidt, O. (2007). Indoor wood-decay basidiomycetes: damage, causal fungi, physiology, identification and characterization, prevention and control. German Mycologycal Society and Springer. 40p.

Spray, R. A. (2014). Moiture content in wood structural members in residences with decay damage: result of the field studies. web.ornl.gov/sci/buildings/2012/ 1985%20B3%20 papers/083.pdf. Diakses 13 Maret 2014.

Standar Nasional Indonesia. (2014). Uji ketahanan kayu terhadap organisme perusak kayu. SNI 7207:2014. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Sumarni, G., Muslich, M., Hadjib, N., Krisdianto, Malik, D., Suprapti, S., … Siagian, R. M. (2009). Sifat dan kegunaan kayu: 15 jenis kayu andalan setempat Jawa Barat. 88 hal. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Suprapti, S. & Djarwanto. (2012). Ketahanan enam jenis kayu terhadap jamur pelapuk. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 30(3): 227-234.

Suprapti, S., & Djarwanto. (2014). Ketahanan lima jenis kayu asal Ciamis terhadap sebelas strain jamur pelapuk. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(3), 189-198.

Takahashi, M. & Kishima, T. (1973). Decay resistance of sixty-five Southeast Asian timber specimens in accelerated laboratory test. Tonan Ajia Kenkyu, 10(4), 525-541.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2018.36.2.129-138

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.