KUALITAS LILIN AROMATERAPI DAN SABUN BERBAHAN MINYAK Dryobalanops aromatica

Gunawan Pasaribu, Gusmailina Gusmailina, Raden Esa Pangersa G

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas lilin aromaterapi dan sabun yang dihasilkan dengan penambahan minyak Dryobalanops aromatica. Lilin aromaterapi dibuat dengan berbagai formulasi, kemudian diujikan kepada 30 responden untuk mengetahui kesukaan terhadap lilin. Parameter yang diukur antara lain kesukaan terhadap lilin sebelum dibakar, setelah dibakar, dan efek aromaterapi yang dirasakan. Sabun dibuat dengan berbagai formulasi dengan menambahkan minyak Dryobalanops aromatica pada 2, 4, dan 6%, kemudian diuji sifat fisiko kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata tentang kesukaan sebelum lilin dibakar antar formulasi yang dibuat dan formula dengan konsentrasi minyak Dryobalanops paling rendah yang paling disukai. Tidak terlihat perbedaan yang nyata antar formulasi yang dibuat pada penilaian lilin setelah dibakar. Akan tetapi terlihat kecenderungan bahwa lilin dengan tingkat konsentrasi minyak Dryobalanops sedang lebih disukai. Tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap tingkat efek aromaterapi pada formula yang dibuat. Formulasi lilin aromaterapi dengan konsentrasi minyak Dryobalanops paling rendah merupakan formulasi yang memberi efek positif pada responden. Sifat fisiko-kimia sabun menunjukkan bahwa kadar air dan jumlah asam lemak masih dibawah standar, akan tetapi nilai kadar asam lemak bebas dan kadar lemak tak tersabunkan sudah memenuhi standar SNI. Kandungan kualitatif mineral bernilai negatif. Ditemukan senyawa borneol sebagai senyawa penciri dari Dryobalanops aromatica dalam bentuk endo borneol. Senyawa lainnya seperti caryophylene, alpha pinena, alpha humulena, alpha terpineol dan delta limonena.

 


Keywords


Aromaterapi, dryobalanops, minyak, organoleptik, sabun

References


Duke S. (2005). Plants containing borneol. Phytochemical and ethnobotanical databases. Portland, Oregon: Institute for Traditional Medicine.

Girgis, A.Y. (2003). Production of high quality castile soap from high rancid olive oil. Gracas y Aceites, 54(3), 226-233.

Guillot, C. (2002). Lobu tua sejarah awal barus. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Hambali, E., Suryani, A., & Rifai, M. (2005). Membuat sabun tranparan untuk gift dan kecantikan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Heyne. (1987). Tumbuhan berguna Indonesia. (Terjemahan) Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan.

Ketaren, S. (1986). Minyak dan lemak pangan. Jakarta : UI Press.

Koo, B.S., S-I. Lee, J-H. Ha. & D-U. Lee. (2004). Inhibitory effects of the essential oil from SuHeXiang Wan on the central nervous system after inhalation. Biological & Pharmaceutical Bulletin, 27(4), 515 - 519.

Martawijaya, A., Kartasudjana, I., Kadir, K., & Prawira, S.A. (2005). Atlas kayu Indonesia Jilid I. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan.

Oppenheimer B. (2001). The candlemaker's. Companion. Massachusetts: Storey Books.

Pasaribu, G., Gusmailina, Komarayati, S. & Zulnely. (2012). Teknologi pengolahan dan pemanfaatan Dryobalanops sp. untuk meningkatkan nilai tambah. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan , Bogor.

Pasaribu, G., Gusmailina, Komarayati, S., Zulnely & Dahlian, E. (2014). Potensi pemanfaatan minyak dan kristal Dryobalanops sp. untuk kosmetik dan obat. Prosiding Ekspose Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Rachmi, P. (2002). Aromaterapi: perawatan alami untuk sehat dan cantik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Dewi, P. (2006). Kajian pengaruh konsentrasi sukrosa dan asam sitrat terhadap mutu sabun transparan [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Roland, J., Keith, E. D., & Jimenez, L. (1995) Borneol as an attractant for cyzenis albicans, a tachinid parasitoid of the winter moth, operophtera brumata l. (lepidoptera: geometridae). The Canadian Entomologist, 127 (3), 413-421.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (1994). Sabun mandi (SNI 06-3532-1994). Badan Standarisasi Nasional.

Spitz, L. (1996). Soap and detergents, A theoretical and practical review. Illinois : AOCS Press.

Steel, R. G. D. & Torrie, J. H. (1995). Prinsip dan prosedur statistika. Terjemahan: B. Sumantri. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sukarno, D. (2012). Penerapan metode taguchi untuk peningkatan kualitas produk pada unit drier proses pembuatan sabun di PT. X Indonesia [Tesis]. Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.

Wolf, R., Wolf, D., Tuzun, B., & Tuzun, Y. (2001). Soaps, shampoos, and detergents. Clinics in Dermatology (19), 393–397.

Yuspita A. KK. (2011). Pengaruh penggunaan kombinasi jenis minyak terhadap mutu sabun transparan [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.2.101-110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.