KEMUNGKINAN PENGGUNAAN NANO KARBON DARI LIGNOSELULOSA SEBAGAI BIOSENSOR

Gustan Pari, Adi Santoso, Djeni Hendra, Buchari Buchari, Akhirudin Maddu, Mamat Rachmat, Muji Harsini, Bunga Ayu Safitri, Teddi Heriyanto, Saptadi Darmawan

Abstract


Nano teknologi di bidang hasil hutan yang dapat dikembangkan di antaranya adalah nano karbon dari lignoselulosa. Bahan baku utamanya adalah atom karbon yang berasal dari arang hasil karbonisasi lignoselulosa. Bahan baku yang digunakan adalah jati yang dikarbonisasi pada suhu 400-500 °C, arang yang dihasilkan kemudian dilanjutkan dengan diaktivasi pada suhu 800 °C selama 60 menit dengan uap air dan kalium hidroksida (KOH) 15% sebagai aktivator. Proses selanjutnya dilakukan interkalasi dengan logam nikel dan di karbonisasi lagi pada suhu 900 °C selama 60 menit. Kualitas dan struktur karbon dievalusi menggunakan Pirolisis-gas kromatografi mass spectrofotometri (Py-GCMS), skening electron mikroskop-energi diperse spektrofotometer (SEM-EDS), X-ray difraktometer (X-RD). Arang aktif yang dihasilkan juga di uji sifat fisika dan kimianya. Biosensor dibuat dengan sistem moleculary imprinted polimer (MIP) berbasis elektroda pasta karbon dan optimasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nano karbon dari lignoselulosa dapat dibuat biosensor dengan sistem moleculary imprinted polimer (MIP). Formula optimum yang  dihasilkan terdiri dari campuran 15% MIP, 45% karbon dan 40% parafin yang menghasilkan faktor nernst sebesar 49,7 mV/dekade dan  limit deteksi sebesar 1,02 x 10-6 M pada pH optimum 4.

Keywords


Nano karbon, biosensor, lignoselulosa, MIP

References


Barsukov, (2003). New carbon based materias for electrochemical energy storage system. Netherland: Springer.

Freitag, R., (2002), Modern advances in chromatography. Germany: Springer.

Komiyama, M., Takeuchi, T., Mukawa, T., & Asanuma, H., (2003). Molecular imprinting : from fundamentals to applications, Weinheim: Wiley-VCH.

Odian, G., (2004), Principles of polimerization, 4th edition. Canada: John Wiley & Son.

Pari, G. (2004). Kajian struktur arang aktif dari serbuk gergaji kayu sebagai adsorben emisi formaldehida kayu lapis. [Disertasi]. Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.

Pari, G., (2010), Peran dan masa depan arang yang prospektif untuk Indonesia, Jakarta. Kementerian Kehutanan, Badan Litbang Kehutanan, Puslitbang Hasil Hutan.

Pari, G., Santoso, A., Hendra, D.J., Buchari., Maddu, A., Rachmat, R., Harsini, M., Herianto, T. & Darmawan, S. (2013). Karakterisasi struktur nano karbon dari lignoselulosa. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31 (1), 75-91.

Scholz, F., (2002), Electroanalytical methods: Guide to experiments and applications. Berlin: Springer.

Sellergren, B., (2001), Molecularly imprinted polymer man-made mimics of antibodies and their application in analytical chemistry. Amsterdam: Elsevier.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (1995) Arang aktif teknis (SNI 06-3730-1995). Badan Standarisasi Nasional.

Suzuki, K., Yamada, T. & Suzuki, T. (2007). Nickel-catalyzed carbonization of wood for co-production of functional carbon and fluid fuel: Production of dual functional nano-carbon by two steps carbonization. Journalof the Society of Materials Science, 56 (4), 339-344.

Yasuda, E., Inagaki, M., & Kaneko, K., (2003), Carbon alloys: Novel concepts to develop carbon science and technology. Kidlington: Elsevier Science Ltd.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.2.111-125

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.