DAYA TAHAN ENAM JENIS KAYU ASAL PAPUA TERHADAP JAMUR PERUSAK

Sihati Suprapti, Djarwanto Djarwanto, Andianto Andianto

Sari


Enam jenis kayu yaitu kayu ketapang (Terminalia complanata K. Sch.), pala hutan (Gymnacranthera paniculata Warb.), bipa (Pterygota horsfieldii (R.Br.) Kosterm.), kelumpang (Sterculia shillinglawii), manggis (Pentaphalangium parviflorum) dan lancat (Mastixiodendron pachyclados Melch.), diuji ketahanannya terhadap delapan jenis jamur perusak menggunakan metode Kolle-flask. Contoh uji setiap kayu, masing-masing diambil dari bagian tepi dan dalam dolok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu jenis kayu yang memiliki daya tahan tinggi terhadap jamur yaitu M. pachyclados, termasuk  kelompok kayu-tahan (kelas II) dan P. horsfieldii termasuk kelompok kayu agak-tahan (kelas III), sedangkan empat jenis kayu lainnya termasuk kelompok kayu tidak-tahan (kelas IV). Rata-rata kehilangan berat kayu bagian dalam lebih rendah dibandingkan dengan kehilangan berat kayu bagian tepi dolok, namun keduanya termasuk kelompok kayu dengan daya tahan sama yaitu tidak-tahan (kelas IV). Daya tahan kayu terendah diketahui dari bagian gubal G. paniculata yang diumpankan kepada jamur Pycnoporus sanguineus, sedangkan daya tahan tertinggi terekam pada kayu gubal M. pachyclados yang dipaparkan pada jamur Tyromyces palustris. Kemampuan jamur dalam melapukkan kayu mulai dari tertinggi sampai terendah adalah P. sanguineus, Polyporus arcularius, Polyporus sp., T. palustris, Schizophyllum commune, Lentinus lepideus, Phlebia brevispora dan Chaetomium globosum.


Kata Kunci


Kayu, Papua, ketahanan, jamur perusak, teras, gubal

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andianto, Hutapea, F.J., Hadjib, N., Abdurachman, Muslich, M., Djarwanto, Indrawan, D.A. (2014a). Sifat dasar dan kegunaan kayu Papua. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2013. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Andianto, Muslich, M., Pari, G., Djarwanto, Suprapti, S., Hadjib, N., Indrawan, D.A. (2014b). Sifat dasar dan kegunaan kayu Papua. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2014. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Antai, S.P., & Crawford, D.L. (1982). Degradation of extractive-free lignocelluloses by Coriolus versicolor and Poria placenta. European J. Appl. Microbiol. Biotechnol., 14, 165-168.

Baldwin, R.C., & Streisel, R.C. (1985). Detection of fungal degradation at low weight loss by differential scanning calorimetry. Wood and Fibre Science, 17(30), 315-326.

Bouslimi, B., Koubaa, A., & Bergeron, Y. (2013). Variation of brown rot decay in eastern white cedar (Thuja occidentalis L.). BioResources, 8 (3), 4735-4755.

Carll, C.G., & Highley, T.L. (1999). Decay of wood and wood-based products above ground in buildings. Journal of Testing and Evaluation, 27(2), 150-158.

Coggins, C.R. (1980). Decay of timber in buildings dry rot, wet rot and other fungi. Felcourt East Grinstead: Rentokil Limited. 115 p.

Dinwoodie, J.M. (1981). Timber its nature and behaviour. Van Nostrand reinhold Co. Ltd. 190 p.

Djarwanto. (2010). Ketahanan lima jenis kayu terhadap fungi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan, 3(2), 51-55.

Djarwanto, & Abdurrohim, S. (2000). Teknologi pengawetan kayu untuk perpanjangan usia pakai. Buletin Kehutanan dan Perkebunan, 1(2), 159-172.

Djarwanto, & Tachibana, S. (2009). Screening of fungi capable of degrading lignocelluloses from plantation forest. Pakistan Journal of Biological Sciences, 12(9), 669-675.

Freas, A.D. (1982). Evaluation maintenance and upgrading of wood structure. A guide and commentary. New York: The American Society of Civil Engineers, p. 104.

Fortin, Y., & Poliquin, J. (1976). Natural durability and preservation of one hundred tropical African woods. International Development Research Centre. IDRC-017e. 131 p.

Khan, A.H. (1954). Decay in timber its cause and control. Abbottabad: Pakistan Forest Research Institute. 29 p.

Martawijaya, A. (1996). Keawetan kayu dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Petunjuk Teknis. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. 47 hal.

Martawijaya, A., & Barly. (2010). Pedoman pengawetan kayu untuk mengatasi jamur dan rayap pada bangunan rumah dan gedung. Bogor: IPB Press. 77 p.

Oey, D.S. (1990). Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman Nr. 3. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

O'hEanaigh, D. (2000). Rot in timber. Diakses 13 Maret 2014.

Pari, G. (2014). Analisis kimia beberapa jenis kayu asal Papua. Manuskrip.

SAS Institute. (2007). SAS (Statistical Analysis System) guide for personal computers. Version 6 Ed. SAS Institute Inc. Cary, NC 27512-8000.

Schmidt, O. (2007). Indoor wood-decay basidiomycetes: damage, causal fungi, physiology, identification and characterization, prevention and control. German Mycologycal Society and Springer. 40p.

Spray, R.A. (2014). Moisture content in wood structural members in residences with decay damage: Result of the field studies. web.ornl.gov/sci/buildings/2012/ 1985%20B3%20 papers/083.pdf. Diakses 13 Maret 2014.

Standar Nasional Indonesia (SNI) (2014). Uji ketahanan kayu terhadap organisme perusak kayu. (SNI 7207 : 2014). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Steel, R.G.D., & Torrie, J.H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika suatu pendekatan biometrik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sumarni, G., Muslich, M., Hadjib, N., Krisdianto, Malik, D., Suprapti, S., … Siagian, R.M. (2009). Sifat dan kegunaan kayu: 15 jenis kayu andalan setempat Jawa Barat. 88 hal. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Suprapti, S. & Djarwanto. (2012). Ketahanan enam jenis kayu terhadap jamur pelapuk. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30(3), 227-234.

Suprapti, S., & Djarwanto. (2014). Ketahanan lima jenis kayu asal Ciamis terhadap sebelas strain jamur pelapuk. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(3), 189-198.

Takahashi, M. & Kishima, T. (1973). Decay resistance of sixty-five southeast asian timber specimens in accelerated laboratory test. Tonan Ajia Kenkyu, 10(4), 525-541.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.2.147-155

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.