KARAKTERISTIK BALOK BAMBU LAMINA SUSUN TEGAK DARI BILAH BAMBU ANDONG (Gigantochloa pseudoarundinacea (Steud.) Widjaja)

Ignasia Maria Sulastiningsih, Adi Santoso, Krisdianto Krisdianto

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi lapisan terhadap sifat balok bambu lamina (BBL) tiga lapis susun tegak. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu andong (Gigantochloa pseudoarundinacea (Steud.) Widjaja) berumur sekitar empat tahun yang diperoleh dari tanaman rakyat di Jawa Barat. Bilah bambu andong yang digunakan untuk membuat BBL diberi perlakuan pendahuluan dengan jalan direndam dalam larutan boron 7% selama empat jam. Lapisan dalam atau lapisan inti BBL  dikombinasikan dengan kayu manii (Maesopsis eminii Engl.) atau sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes). Lapisan inti BBL direkat sejajar dan tegak lurus terhadap lapisan luar sehingga diperoleh enam macam komposisi lapisan. Balok bambu lamina dibuat dengan menggunakan perekat isosianat (water based polymer-isocyanate, WBPI) dengan berat labur perekat 250 g/m2 permukaan, dikempa  dingin dengan lama pengempaan satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, dan pengembangan lebar BBL berturut-turut adalah 0,65 g/cm3 ; 11,1%; 2,09%; dan 1,99%. Kualitas perekatan BBL yang dibuat dengan perekat isosianat (WBPI) cukup baik yang ditunjukkan oleh tidak terjadinya delaminasi pada semua contoh uji delaminasi. Nilai rata-rata keteguhan rekat dan persentase kerusakan bambu (uji kering) berturut-turut adalah 61,6 kg/cm2 dan 90%. Sifat fisis dan mekanis BBL sangat dipengaruhi oleh komposisi lapisan penyusun BBL. Penggunaan kayu dan lapisan silang sebagai lapisan tengah atau inti BBL menurunkan sifat mekanis BBL tetapi meningkatkan kestabilan dimensi BBL yang dihasilkan khususnya pengembangan lebar. BBL tiga lapis yang dibuat dari susunan bilah bambu andong secara tegak dengan berbagai komposisi lapisan penyusun dan semua lapisan penyusunnya direkat sejajar serat memiliki kekuatan setara dengan kayu kelas kuat II meskipun lapisan intinya kayu manii atau sengon.  


Kata Kunci


Balok bambu lamina; bilah bambu susun tegak; andong; manii; sengon; isosianat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmad, M., & Kamke, F.A. (2011). Properties of parallel strand lumber from Calcutta bamboo (Dendrocalamus strictus). Wood Science Technology, 45, 63-72.

American Society for Testing and Materials (ASTM). (1995a). Standard test methods for evaluating properties of wood-based fiber and particle panel materials. (ASTM D 1037-93).

American Society for Testing Materials (ASTM). (1995b). Standard test methods for wood-based structural panels in compression. (ASTM D 3501-94).

Correal, J., & Lopez, L. (2008). Mechanical properties of Colombian glued laminated bamboo. Dalam Xiao et al. (Eds.) Modern bamboo structures. Conference proceedings of the first International Conference on Modern Bamboo Structures (ICBS-2007) (pp.121127), Changsa, China.

Irmon. (2005). Pengaruh jumlah lamina bambu betung terhadap sifat fisis mekanis balok laminasi kayu sengon dengan sambungan pasak. (Skripsi Sarjana). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Japan Plywood Inspection Corporation (JPIC). (2003). Japanese agricultural standard for glued laminated timber. JAS, MAFF. (Notification No. 234: 2003). Tokyo: Japan Plywood Inspection Corporation.

Martawijaya, A. & Barly. (2010). Pedoman pengawetan kayu untuk mengatasi jamur dan rayap pada bangunan rumah dan gedung. Bogor: IPB Press.

Nugroho, N., & Ando, N. (2001). Development of structural composite products made from bamboo II: fundamental properties of laminated bamboo board. Journal of Wood Science, 47(3), 237-242.

Nordin K., Wahab R., Jamaludin M.A., Bahari S.A., Zakaria M.N. (2005). Strength properties of glued laminated bamboo (Gigantochloa scortechinii) strips for furniture. Dalam J.E. Winandy, R.W. Wellwood & S. Hiziroglu (Eds.). Using Wood Composites as a Tool for Sustainable Forestry. Proceedings of Scientific Session 90. XXII IUFRO World Congress “Forests in the Balance”. August 8-13. 2005. hlm.83 – 85. Brisbane, Australia.

Oey, D.S. (1990). Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman Nr. 13. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Permatasari, R.J. (2011). Karakteristik balok laminasi dari kayu sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielson), manii (Maesopsis eminii Engl.) dan akasia (Acacia mangium Willd.) (Skripsi Sarjana). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Qisheng, Z., Shenxue, J., & Yongyu, T. (2002). Industrial utilization on bamboo. Technical Report 26, International Network for Bamboo and Rattan (INBAR), China.

Recht, C. & Wetterwald, M.F. (1992). Bamboos. Portland Oregon: Timber Press.

Rittironk, S. & Elnieiri, M. (2008). Investigating laminated bamboo lumber as an alternate to wood lumber in residential construction in the United States. Dalam Xiao et al. (Eds.) Modern Bamboo Structures. Conference proceedings of the first International Conference on Modern Bamboo Structures (ICBS-2007) (pp.83-96), Changsa, China.

Sulastiningsih, I.M., Nurwati, & Santoso, A. (2005). Pengaruh lapisan kayu terhadap sifat bambu lamina. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 23 (1), 15-22.

Sulastiningsih, I.M., & Nurwati (2009). Physical and mechanical properties of laminated bamboo board. Journal of Tropical Forest Science, 21(3), 246-251.

Sulastiningsih, I.M., & Santoso, A. (2012). Pengaruh jenis bambu, waktu kempa dan perlakuan pendahuluan bilah bambu terhadap sifat papan bambu lamina. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30(3), 198-206.

Sulastiningsih, I.M., Ruhendi, S., Massijaya, M.Y., Darmawan, I.W., & Santoso, A. (2014). Pengaruh komposisi arah lapisan terhadap sifat papan bambu komposit. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(3), 221-232.

Sulastiningsih, I.M., & Santoso, A. (2014). Bambu komposit sebagai material alternatif pensubstitusi kayu pertukangan berkualitas. Prosiding Ekspose Hasil Penelitian Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan 2013. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasi Hutan (hal. 57-74). Bogor.

Sumardi, I., Suzuki, S., & Ono, K. (2006). Some important properties of strandboard manufactured from bamboo. Forest Products Journal, 56(6), 59-63.

Supartini. (2012). Karakteristik cross laminated timber dari kayu cepat tumbuh dengan jumlah lapisan yang berbeda. (Master Thesis). Sekolah Pascasarjana: Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yoresta, F.S. (2014). Studi eksperimental perilaku lentur balok glulam kayu pinus (Pinus merkusii). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 12(1), 33-38.

Zehui, J. (2007). Bamboo and rattan in the world. China: China Forestry Publishing House.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.3.167-177

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.