KEAWETAN ALAMI 57 JENIS KAYU INDONESIA DENGAN PENGUJIAN DI BAWAH NAUNGAN

Jasni Jasni

Sari


Lima puluh tujuh jenis kayu dari berbagai daerah di Indonesia diuji keawetan alaminya di luar ruangan di bawah naungan. Contoh uji berukuran 20 cm (panjang); 10 cm (lebar); 2,5 cm (tebal) dipersiapkan dari masing-masing jenis. Contoh uji diletakkan di atas batako agar tidak berhubungan langsung dengan tanah, selanjutnya disusun secara acak, dan ditutup plastik kasa sebagai naungan. Pengujian keawetan alami tersebut dilaksanakan di hutan penelitian Cikampek, Jawa Barat. Pengamatan dilakukan setelah satu tahun pengujian dengan cara menilai persentase kerusakan contoh uji yang disebabkan oleh organisme perusak kayu. Hasil penelitian menunjukkan setelah satu tahun pengujian, 57 jenis kayu dapat dikelompokkan ke dalam lima kelas keawetan. Hasil pencermatan menunjukkan empat jenis kayu termasuk kelas I (sangat awet), 16 jenis kayu kelas II (awet), 15 jenis kayu kelas III (sedang), tiga jenis kayu kelas IV (tidak awet), dan 19 jenis kayu kelas V (sangat tidak awet).


Kata Kunci


Keawetan alami; luar ruangan bawah naungan; kerusakan; lima kelas awet

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Martawijaya, A., & Barly (2010). Pedoman pengawetan kayu untuk mengatasi jamur dan rayap pada bangunan rumah dan gedung. Bogor: IPB Press.

Martawijaya, A. (1996). Keawetan kayu dan faktor yang mempengaruhinya. Petunjuk Teknis. 47 hal. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan (47 hal.).

Muslich, M. & Rulliaty, S. (2013). Keawetan lima puluh jenis kayu terhadap uji kuburan dan uji di Laut. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31(4), 250-257.

Nandika, D., Rismayadi, Y. & Diba, F. (2003). Rayap: Biologi dan pengendaliannya. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Nandika, D. (2015). Satu abad perang melawan rayap. Workshop Mitigasi Bahaya Serangan Rayap pada Bangunan Gedung. Jakarta 16 April 2015. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Oey, D.S. (1990). Berat jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek (Terjemahan). Pengumuman Nr. 3. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Ott, L. (1994). Statistical methods and data analysis. (4th Ed.) Boston, USA: Duxbury Press.

Rachman, O., & Jasni. (2013). Rotan: Sumberdaya, sifat dan pengolahannya. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2014) Uji ketahanan kayu terhadap organisme perusak kayu (SNI 7207-2014). Badan Standarisasi Nasional.

Steel, R.G.D., & Torrie, J.H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika. Terjemahan dari Principles and procedures of statistics, oleh Bambang Sumantri. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Sumarni, G. & Ismanto, A. (1988). Intensitas serangan dan komunitas rayap tanah di Kecamatan Cikampek. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 5(4), 211-126.

Sumarni, G., & Roliadi, H. (2002). Daya tahan 109 jenis kayu Indonesia terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren). Buletin Penelitian Hasil Hutan, 20(3), 177-185.

Sumarni, G. (2004). Keawetan kayu terhadap serangga. Upaya menuju efisiensi penggunaan kayu. Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Jakarta.

Sumarni, G., & Muslich, M. (2004). Keawetan 52 jenis kayu Indonesia. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 22(1), 1-8.

Tsunoda, K., Adachi, A., Yoshimura, T., Byrne, T., Morris, P.I., & Grace, K. (2000). Resistance of borat-treated lumber to subterranean termites under protected, above-ground conditions. The 31st Annual Meeting of International Research Group on Wood Preservation. Kailua-Kona, Hawaii, USA. IRG/WP 00-30239.

Tsunoda,K., Byrne, A., Morris P.I., & Grace, K. (2004). Performance of borate-treated lumber in a protected, above-ground fields test in Japan. The 35th Annual Meeting of International Research Group on Wood Preservation. Ljubbljana, Slovenia. IRG/WP 04-30344.

Tsunoda, K. (2005). Biological resistance of wood-based composites under protected above ground conditions. The 36th Annual Meeting of International Research Group on Wood Preservation. Bangalore, India. IRG/WP 05-20312.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.3.179-188

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.