PEMANFAATAN ASAP CAIR KAYU PINUS (Pinus merkusii Jungh. & de Vriese) SEBAGAI KOAGULAN GETAH KARET

Santiyo Wibowo, Gustan Pari, Raden Esa Pangersa Gusti

Sari


Cuka kayu merupakan cairan hasil kondensasi asap yang keluar pada proses pengarangan. Cuka kayu bersifat asam dengan kandungan utamanya adalah asam asetat sehingga dapat digunakan sebagai alternatif koagulan getah karet (lateks). Asam dalam cuka kayu dapat menurunkan pH lateks hingga berada pada titik isoelektrik yang menyebabkan protein polar menjadi netral sehingga lateks cepat menggumpal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pemanfaatan cuka kayu sebagai koagulan lateks dan karakteristik lateks hasil koagulasinya. Cuka kayu yang digunakan sebagai koagulan pada penelitian ini berasal dari batang pohon Pinus. Jenis cuka kayu yang digunakan yaitu cuka kayu mentah (crude) dan cuka kayu hasil penyulingan dengan konsentrasi masing-masing 5%, 10%, 15% dan, 20%. Cuka kayu tersebut dicampurkan ke dalam wadah berisi lateks. Uji deskriptif lateks dilakukan dengan mengamati waktu penggumpalan karet, kondisi penggumpalan, tekstur, warna, bau dan, homogenitas. Jenis dan konsentrasi cuka kayu yang menghasilkan getah karet paling baik diambil untuk dilakukan pengujian sifat fisiko-kimia. Parameter pengujian sifat fisiko kimia meliputi kadar karet kering, Plasticity Retention Index (PRI), plastisitas awal (Po), plastisitas akhir (P1), kadar kotoran, kadar abu, kadar zat menguap (Vm) dan kadar nitrogen, lalu dibandingkan dengan koagulan asam format sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan cuka kayu crude dan cuka kayu hasil penyulingan dengan konsentrasi 10% menghasilkan mutu penampilan lateks yang paling baik dibandingkan yang lainnya. Getah karet dengan perlakuan koagulasi menggunakan cuka kayu crude menghasilkan sifat fisiko-kimia paling baik dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).


Kata Kunci


Cuka kayu; koagulan; lateks; kualitas; sifat fisiko-kimia

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bateman, L. (1963). The chemistry and physics of rubber-like substances. London: McLaren and Sons Ltd.

Burhanudin, A. (1995). Penentuan analisis Standard Indonesian Rubber (SIR). In House Training, Pengolahan Lateks Pekat dan Karet Mentah (1). Bogor: Balai Penelitian Teknologi Karet.

Darmawan, S. (2008). Sifat arang aktif tempurung kemiri dan pemanfaatannya sebagai penyerap emisi formaldehida papan serat berkerapatan sedang. (Master Tesis). Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Gani, A. (2007). Konversi sampah organik menjadi komarasca (kompos-arang aktif-asap cair) dan aplikasinya pada tanaman daun dewa. (Disertasi). Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Goutara. (1985). Dasar pengolahan karet. Bogor: Agro Industri Press.

Gumanti, F.M. (2006). Kajian sistem produksi cuka kayu hasil penyulingan asap tempurung kelapa dan pemanfaatannya sebagai alternatif bahan pengawet mie basah. (Skripsi Sarjana). FPIK, Insitut Pertanian Bogor.

Guo, J., Luo, Y, Lua, A.C., Chi, R., Ychen, Bao, X., & Xiang, S. 2007). Adsorption of hydrogen sulphide (H2S) by activated carbons derived from oil-palm shell. Carbon, 45, 330-336.

Hendra, D., Waluyo, T.K., & Sokanandi, A. (2014). Karakteristik dan pemanfaatan asap cair dari tempurung buah bintaro (Carbera manghas Linn.) sebagai koagulan getah karet. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(1), 27-35.

Marwati, T. (2005). Kajian proses adsorpsi dan pengkelatan pada pemucatan minyak daun cengkeh. (Master Tesis). Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nakade, S., Kuga, A., Hayashi M., & Tanaka, Y., (1997). Highly purified natural ruber IV : preparation and characteristics of gloves and condoms. Tokyo: The New Rubber Material Research Concortium Japan.

Pari, G., Nurhayati, T., & Hartoyo. (2000). Kemungkinan pemanfaatan arang aktif kulit kayu Acacia mangium Willd untuk pemurnian minyak kelapa sawit. Buletin Penelitian Hasil Hutan, 18(1), 40-53.

Saputera, H., Agustina, M., & Rangkai, Y.A. (2011). Uji penggunaan berbagai jenis koagulan terhadap kualitas bahan olah karet (Hevea brasiliensis). Jurnal Agripeat, 12(2), 4752.

Simon, R., Calle, B., Palme, S., Meler, D., & Anklam, E. (2005). Composition and analysis of liquid smoke flavouring primary products. Journal Food Science, 24(1), 143148.

Solichin, M. (1991). Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas mooney dalam pengolahan SIR 3CV. Lateks, 6(2), 67-75.

Solichin, M. (2007). Penggunaan asap cair deorub dalam pengolahan RSS. Jurnal Penelitian Karet, 25 (1), 1-12.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2000). Standard Indonesian Rubber. (SNI 061903-2000). Badan Standardisasi Nasional.

Wibowo, S. (2009). Karakteristik tempurung biji nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn) dan aplikasinya sebagai adsorben minyak nyamplung. (Master Tesis). Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.3.199-205

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.