UJI EFEKTIVITAS ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN Metarhizium anisopliae (Metsch.) Sorokin TERHADAP RAYAP TANAH PADA PENGUJIAN DI LABORATORIUM DAN LAPANGAN

Agus Ismanto, Paimin Sukartana

Sari


Metarhizium anisopliae (Metsch.) Sorokin merupakan salah satu jamur patogen serangga yang banyak digunakan untuk mengendalikan serangga hama di bidang pertanian. Tulisan ini mempelajari isolat M. anisopliae yang efektif mengendalikan rayap tanah. Pengujian lima isolat yaitu PLT, SMG, PKM, BDG, dan BGR dilakukan di laboratorium, sedangkan pengujian di lapangan dilakukan pada tiga isolat yaitu SMG, PKM, dan BDG. Masing-masing isolat dicampur dengan pasir ayak (60-80 mesh) dengan konsentrasi (v/v) 0% (kontrol), 10%, 20%, 50%, dan 100%. Hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa isolat BGR dengan konsentrasi 10% merupakan isolat yang paling efektif mengendalikan rayap tanah, sedangkan isolat PLT merupakan isolat yang paling tidak efektif mengendalikan rayap tanah. Namun demikian, hasil uji lapangan menunjukkan ketiga isolat tersebut kurang efektif mengendalikan rayap tanah.


Kata Kunci


Metarhizium anisopliae; rayap tanah; isolat jamur; uji lab; uji lapangan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ASTM. (2005). Standard test method for evaluating wood preservatives by field tests with stakes. D1758-02. Annual Book of ASTM Standars, 04.09 (Wood). American Society for Testing and Materials.

Conover, W.J. (1971). Practical nonparametric statistics. New York-London-SydneyToronto: John Wiley & Sons.

El-latif, N.A.A. & Solaiman, R.H.A. (2014). Foraging activity of the subterranean sand terite, Psammotermes hybostoma (Desneux) and its associated fungus Metarhizium anisoliae under natural environmental conditions in El-Fayoun Governorate, Egypt. Egyptian Journal of Biological Pest Control, 24(2), 321-328.

Jenkins, N. E., Heviefo, G., Langenwald, J., Cherry, A. J., & Lomer, C. J. (1998). Development of mass production technology for aerial conidia for use as mycopesticides. Biocont News & Info, 19(1), 21-31.

Jones, W.E., Grace, J. K., & Tamashiro, M. (1996). Virulence of seven isolates of Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae to Coptotermes formosanus (Isoptera: Rhinotermitidae). Environ Entomol., 25(2), 481-487.

Milner, RJ. (2001). Aplication of biological controll agens in mound building termite – Experiences with Metarhizium in Australia. Proceeding of 2nd International Symposium on Coptotermes formosanus (p. 127–134). New Orleans, Lousiana, U.S.A.

Nandika, D. (2015). Waspada, 5 daerah di Jakarta rawan serangan rayap. Workshop “Mitigasi bahaya serangan rayap pada bangunan gedung”. Diaksesdari www.republika.co.id/berita/nasional/jabo detabek-nasional/15/04/17/nmx269waspada-lima-daerah-di-jakarta-rawanserangan-rayap, tanggal 26 Mei 2015.

Neves, P.O.M.J. & S.B. Alves (2004). External events related to the infection process of Cornitermes cumulas (Kollar) (Isoptera: Termitidae) by the entomopathogenic fungi Beauveria bassiana & Metarhizium anisopliae. Neotropical Entomology, 33 (1), 051 -056.

Nyeko, P.,Gohole, L.S., Maniania, N.K., Agaba, H., & Sekamatte, B.M. (2010). Evaluation of Metarhizium anisopliae for integrated management of termites on maize and Grevillea robusta in Uganda and Kenya. Second RUFORUM Biennial Meeting, 20-24 September 2010 (p. 333-337). Entebbe, Uganda.

Oka, I.N. (2005). Pengendalian hama terpadu dan implementasinya di Indonesia (hal. 255). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Solaiman, R.H.A., & El-latif, N.A.A. (2014). Isolation and pathogenecity of the fungus Metarhizium anisoplae (Metschnikoff) against subterranean termite, Psammotermes hybostoma Desneux (Isoptera: Rhinotermitidae). Egyptian Journal of Biological Pest Control, 24(2), 329-334.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2014): Uji ketahanan kayu terhadap organisme perusak kayu (SNI 7207: 2014). Badan Standardisasi Nasional.

Steel, R.G.D., & Torrie, J. H. (1980). Principles and procedure of Statistics : A biometrical approach (pp. 633). (2nd Edition). New York: McGraw-Hill International Editions.

Strack, B.H. (2007). Biological control of termites by the fungal entomopathogen Metarhizium anisopliae. Diakses dari http://www. utoronto.ca/forest/termite/metani_1.ht, tanggal 20 Desember 2011.

Sumarni, G., & Ismanto, A. (1989). Organisme perusak kayu pada beberapa rumah di tiga kabupaten di Propinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 6 (6), 402-406.

Sumarni, G., & Ismanto, A. (1991). Kerusakan perumahan PERUMNAS dan KPR-BTN di tipe tanah aluvial dan regosol oleh organisme perusak kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 9 (7), 274-278.

Yusuf, S., Desyanti, Santoso, T. & Hadi, Y. S. (2005). The application of entomopathogenic fungi as biocontrol for subterranean termites. Proceedings the 2nd Conference of Pacific Rim Termite Research Group (pp: 42-46), 28 Feb-1 March 2005. Bangkok, Thailand.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.4.261-268

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.