FORMULASI LEMAK TENGKAWANG SEBAGAI BAHAN DASAR LIPSTIK

R. Esa Pangersa Gusti, Totok Kartono Waluyo

Abstract


Lemak kakao sudah lama digunakan sebagai bahan dasar lipstik. Lemak tengkawang dikenal memiliki karakteristik yang serupa dengan lemak kakao. Atas dasar tersebut lemak tengkawang dapat digunakan sebagai alternatif  pengganti lemak kakao (Coccoa Butter Substitue) dalam industri makanan dan kosmetika. Penelitian ini mempelajari formulasi kadar lemak tengkawang yang sesuai dalam pembuatan lipstik. Formulasi lipstik yang digunakan terdiri dari dua, yaitu berbasis air (WB1, WB2, WB3, WB4) dan berbasis minyak (M1, M2, M3, M4, M5). Lemak tengkawang yang digunakan berasal dari jenis Shorea pinanga yang berasal dari Jawa Barat. Kadar lemak tengkawang yang digunakan yaitu 2-, 3-, 4-, dan 5%. Analisis mutu penampakan lipstik berbahan dasar lemak tengkawang dilakukan dengan dua parameter, yaitu kekerasan dan titik leleh. Hasil analisis dibandingkan dengan lipstik komersial sebagai kontrol. Selain itu, dilakukan pula uji organoleptik meliputi tekstur, kilap, daya oles, bau dan warna dengan melibatkan beberapa koresponden. Hasil uji organoleptik dianalisis secara statistik dengan menggunakan metode Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan formulasi lemak tengkawang pada lipstik berbasis minyak (M3) memiliki mutu yang mendekati lipstik komersial. Hasil uji organoleptik menunjukkan formula lipstik M5 merupakan lipstik yang paling disukai oleh koresponden. Analisis statistik menunjukkan kadar lemak  tengkawang yang diberikan memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter uji organoleptik, kecuali pada bau.


Keywords


Lemak tengkawang; formulasi; lipstik

References


American Society for Testing Materials (ASTM). (1979). ASTM. Manual on textural characteristics, ASTM Special Technical Publication. 682 : 28-30. Philadelphia: American Society for Testing Materials.

Association of Official Analytical Chemist (AOAC). (1995). Official methods of analysis. Washington DC: Association of Official Analytical Chemist.

Balsam, M.S, S. D. Gershon, M. M. Rieger, E. Sagarin and J. Stiaries. (1974). Cosmetic, Science and Technology. New York: John Willey and Sons.

Departemen Kesehatan RI. (1985). Formularium kosmetika indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Departemen Kesehatan RI. (1993). Kodeks kosmetika indonesia. Vol. 1 2nd Ed. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. International Society for Pharmaceutical Engineering (ISPE). (1992). Cosmetic Formulary. Milan : Ausimont.

Ketaren, S. (1986). Pengantar teknologi minyak dan lemak pangan. Jakarta: UI-Press.

Okayani, M. (1990). Faktor titik leleh campur malam, lemak dan minyak, zat warna pada formulasi sediaan lipstik. Skripsi. Jakarta: Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.

Perdanakusuma, O. (2003). Karakteristik fisik lipstik dengan penambahan berbagai konsentrasi malam lebah. Skripsi. Bogor: Program Studi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan IPB. Tidak diterbitkan.

Rahayu, W. P. (1998). Penuntun praktikum penilaian organoleptik. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Sophim. Sumber:www.sophim.com/html/fformulas.html Standar Nasional Indonesia [SNI] 16-4769. (1998). Lipstik. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Wasiatmaja, S. M. (1984). Kosmetika : Penggunaan dan Masalahnya. Warta Konsumen Th. IX no.123. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wilkinson, J. B. and R. J. Moore. (1982). Harry’s Cosmeticology. 7th Ed. New York: Chemical Publishing Company, Inc.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.4.297-307

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.