KOMPOSISI KIMIA DAN KEAWETAN ALAMI 20 JENIS KAYU INDONESIA DENGAN PENGUJIAN DI BAWAH NAUNGAN

Jasni Jasni, Gustan Pari, Esti Rini Satiti

Abstract


Pemanfaatan kayu untuk berbagai produk seperti konstruksi bangunan, mebel, dan barang kerajinan perlu memperhatikan sifatnya, antara lain komponen kimia dan keawetannya, karena sifat ini saling berhubungan. Tulisan ini mempelajari komposisi kimia dan keawetan alami 20 jenis kayu dari berbagai daerah di Indonesia. Kandungan selulosa dianalisa berdasarkan metode Norman dan Jenkins, lignin berdasarkan SNI 14-0492-1989 dan zat ekstraktif berdasarkan SNI 14-1032-1989. Pengujian keawetan di lapangan dilakukan dengan pengujian kayu di bawah naungan. Pengujian keawetan tersebut dilaksanakan di kebun percobaan Cikampek, Jawa Barat. Pengamatan dilakukan setelah satu tahun pengujian, dengan cara menilai persentase kerusakan contoh uji yang disebabkan oleh organisme perusak kayu. Hasil penelitian menunjukkan kadar selulosa tertinggi pada jenis kayu Jaha (Terminalia arborea K. et. V.) (61,35%) dan terendah kayu bambang lanang (Michelia champaca L. var. pubinervia) (43,30%). Kadar lignin tertinggi 35,80% pada jenis kayu mahang putih (Macaranga hypoleuca Muell. Arg.) dan terendah 23,67% pada jeniskayu cempaka ( Elmerrillia papuana Dandy).Kadar zat ek straktif tertinggi (7,87%) ditemukan pada jenis kayu bawang (Azadirachta excelsa (Jack) M. Jacobs) dan terendah (1,52%) pada jenis kayu kandis (Pentaphalangium pachycarcum A. C. Smith.). Hasil penelitian keawetan alami kayu dari 20 jenis kayu terhadap organisme perusak kayu di lapangan, menunjukkan bahwa sebanyak empat jenis termasuk  awet (kelas II), enam jenis termasuk agak awet (kelas III), tiga jenis termasuk tidak awet (kelas IV) dan tujuh jenis termasuk sangat tidak awet (Kelas V).


Keywords


Dua puluh jenis kayu; selulosa; lignin; ekstraktif; keawetan

References


Achmadi, S.S. (1990). Kimia kayu. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Fengel, D. & Wegener, V. (1995). Kayu. Kimia ultrastruktur, reaksi-reaksi. Sastrohamihatmojo, H. (penerjemah) Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Terjemahan dari: Wood: Chemistry, utrastrukture, reactions.

Haygreen J.G., Bowyer J.L. (1996). Hasil hutan dan ilmu kayu: Suatu pengantar. Sutjipto A.H.: (penerjemah). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Terjemahan dari: Forest product and wood science: An introduction.

Jasni, & Rulliaty, S. (2015). Ketahanan 20 jenis kayu terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) dan rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(2), 125-133.

Jasni. (2016). Keawetan alami 57 jenis kayu Indonesia dengan pengujian di bawah naungan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 34(3), 178-188.

Lukmandaru, G. (2010). Sifat kimia kayu jati (Tectona grandis) pada laju pertumbuhan berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 8(2), 188-196.

Martawijaya. A. (1996). Keawetan kayu dan faktor yang mempengaruhinya. Petunjuk Teknis, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor.

Martawijaya, A., & Barly (2010). Pedoman pengawetan kayu untuk mengatasi jamur dan rayap pada bangunan rumah dan gedung. Bogor: IPB Press.

Martawijaya, A. (1996). Keawetan kayu dan faktor yang mempengaruhinya. Petunjuk Teknis. Bogor. Puslitbang Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan.

Nandika, D., Rismayadi, Y. & Diba, F. (2003). Rayap. Biologi dan pengendaliannya. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Nandika, D. (2015). Satu abad perang melawan rayap. Mitigasi bahaya serangan rayap pada bangunan gedung. Workshop, Jakarta tanggal 16 April 2015. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Rachman,O., & Jasni. (2013). Rotan. Sumberdaya, sifat dan pengolahannya. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Safitri, R., Erniwati., & Hapid, A. (2014). Efektivitas bahan pengawet alami dari tanaman tembelekan (Lantana camara L.) pada beberapa jenis kayu terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes sp.). Warta Rimba, 2(2), 141-148.

Sokanandi,A., Pari, G., Setiawan, D. & Saepuloh. (2012). Komponen kimia sepuluh jenis kayu kurang dikenal: Kemungkinan penggunaan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(3), 209-218.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (1989a). Cara uji kadar lignin dan pulp (Metode Klason). (SNI 14-0492-1989). Badan Standarisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (1989b). Cara uji kadar sari (Ekstrak alkohol benzena) dalam kayu dan pulp. (SNI 14-1032-1989). Badan Standardisasi Nasional.

Steel, R.G.D., & Torrie, J.H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika. Sumantri, B. (penerjemah) Principles and procedures of statistics. Jakarta: PT Gramedia.

Subekti, N. (2012). Biodeteriorasi kayu pinus (Pinus merkusii) oleh rayap tanah Macrotermes gilvus Hagen (Blattodea: Termitidae). Jurnal Bioteknologi, 9(2), 57-65.

Sumarni, G., & Ismanto, A. (1989). Uji pilih makanan rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light.). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 6(4), 235-237.

Sumarni, G., & Roliadi, H. (2002). Daya tahan 109 jenis kayu Indonesia terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren). Buletin Penelitian Hasil Hutan, 20(3), 177-185.

Sumarni, G. (2004). Keawetan kayu terhadap serangga. Upaya menuju efesiensi penggunaan kayu. Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Tsunoda, K., Byrne, A., Morris P.I., & Grace, K. (2004). Performance of borate-treated lumber in a protected, above-ground fields test in Japan. The 35th Annual Meeting of International Research Group on Wood Preservation. Ljubbljana, Slovenia. IRG/WP 04-30344.

Wise, E.L. (1944). Wood chemistry. New York: Renhold Publishing Corporation.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.4.323-333

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.