KARAKTERISASI KARBON PELET CAMPURAN RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum Scumach) DAN TEMPURUNG NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum Linn.)

Santiyo Wibowo, Daniel P.O Laia, Mohammad Khotib, Gustan Pari

Sari


Karbon pelet adalah produk arang yang terbuat dari biomassa karbonisasi yang hancur menjadi bubuk halus dan dipadatkan menjadi pelet. Karbon pelet dirancang untuk energi alternatif terbarukan untuk memasak, proses pembakaran dan kemungkinan untuk pembangkit listrik tenaga uap sebagai pengganti batubara. Makalah ini mempelajari kualitas pelet karbon yang terbuat dari campuran rumput gajah dengan tempurung nyamplung. Setelah karbonisasi, rumput gajah dan kulit biji nyamplung hancur dalam 60 mesh bubuk untuk pelet dengan berbagai rasio rumput gajah arang dan arang tempurung nyamplung dari 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100 homogen. Sepuluh persen PVAC perekat ditambahkan ke dalam campuran sebelum kompresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran 75% arang rumput gajah dan 25% arang tempurung nyamplung direkomendasikan untuk karbon pelet. Komposisi campuran tersebut meningkatkan sifat fisik karbon pelet dengan rata-rata kadar air 3,35%, zat terbang 26,19%, kadar abu 13,59%, karbon terikat 60,21%, kepadatan 0,68 kg/cm3, kuat tekan 5,91 kg/cm2 dan nilai kalor 6080 kal/g.


Kata Kunci


karbon pellet; rumput gajah; tempurung nyamplung; arang

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amaya, A., Corengia, M., Cuna, A., Vivo, J.D., Sarachik, A., & Tancredi, N. (2015). Preparation of charcoal pellets from eucaliptus wood with different binders. Journal of Energy and Natural Resources, 4(2), 34-39.

Dam, J.V., Junginger, M., Faaij, A., Jurgens, I., Best, G., & Fritsche, U. (2008). Overview of recent developments in sustainable biomass certification. Journal Biomass and Bioenergy, 32(8), 749-780.

Djaja, W. (2008). Langkah jitu membuat kompos dari kotoran ternak dan sampah. Jakarta: PT. Agro Media Pustaka.

Ghiasi, B., Sokhansanj, S., Lim, L., & Kumar, L. (2014). Production of “high quality torrefied wood pellets” with minimum energy consumption. http://www.pellet.org/images/5%20-%20Bahman%20Ghiasi.pdf, diakses 25 Februari 2016.

Hahn B. (2004). Existing guidelines and quality assurance for fuel pellets. Austria(AT): Umbera.

Hambali, E., Mujdalipah, S., Tambunan, A.H., Pattiwiri, A.W., & Hendroko R. (2007). Teknologi Bioenergi. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Hansen, M.T., Jein, A.R., Hayes, S., & Bateman, P. (2009). English Handbook for Wood Pellet Combustion.Intelligent Energy for Europe.

Hendra, D. (2012). Rekayasa pembuatan mesin pellet dan pengujian hasilnya. Jur nal Penelitian Hasil Hutan, 30(2), 144-154.

Indonesia-investments. (2015). Minyak bumi. http://www.indonesia-investments.com/id/ bisnis/komoditas/minyak-bumi/item267, diakses tanggal 26 Januari 2016.

Junary, E., Pane, J. P., & Herlina, N. (2015). Pengeruh suhu dan waktu karbonisasi pada pembuatan bioarang berbahan baku pelepah aren (Arenga pinnata). Jurnal Teknik Kimia USU, 4(2), 46-52.

Juniyanto, M.I.R, Susilawati, I., & Supratman, H. (2016). Ketahanan dan kepadatan pelet hijauan rumput raja (Pennisetum pur puphoides) dengan penambahan berbagai dosis bahan pakan sumber karbohidrat. Student e-Journal, 4(2), 1-13. http://jurnal.unpad.ac.id/ ejournal/article/view/6321/3206, diakses 21 September 2016.

Jupar, A. (2013). Analisa pengaruh metode torefaksi terhadap kenaikan nilai kalor biobriket campuran 75% kulit mete dan 25% sekam padi dengan persentase berat. (Skripsi sarjana). Universitas Diponegoro, Semarang.

Kim, N.H., Jang, J.H., & Lee, S.H. (2014). Current research trends in bioenerg y from lignocellulosic biomass. Dalam R. Hartono, A.H. Iswanto, K.S. Hartini, A. Susilowati, D. Elfiati, Muhdi, M. Zahra, S. Latifah, R. Batubata, N. Anna, T. Sucipto, I. Azhar (Editors). Proceedings of The 6th International Symposium of IWORS, November 12-13, 2014 (p. 1-6). Medan.

Lubis, A.S. (2015). Pengaruh torefikasi dan komposisi bahan terhadap kualitas biopelet bagas dan kulit kacang tanah. (Tesis Master). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Maninder, Kathuria, R.S., & Gover, S. (2012). Using agricultural residues as a biomass briquetting: An alternative Source of Energy. Journal IOSR,1(5), 11-15.

Medic, D., Darr, M., Shah, A., & Rahn, S. (2012). Effect of torrefaction on water vapor adsorption properties and resistance to microbial degradation of corn stover. Energy Fuel, 26, 2386-2393.

Miao, Z., Grift, T.E., Hansen, A.C., & Ting, K.C. (2013). Energy requirement for lignocellulosic feedstock densifications in relation to particle physical properties, preheating, and binding agents. Energy Fuel, 27, 588-595.

Muharyani, R., Pratiwi, D., & Asip, F. (2012). Pengaruh suhu serta komposisi campuran arang jerami padi dan batu bara subbituminous pada pembuatan briket bioarang. Jurnal Teknik Kimia,18(1), 47-53.

Niedziołka, I., Szpryngel, M., Jakubowska, M.K.,Kraszkiewicz, A., Zawislak, K., Sobczak, P., & Nadulski, N. (2015). Assessment of the energetic and mechanical properties of pellets produced from agricultural biomass. Renewable Energy, 76, 312-317.

Puspitasari, E. (2014). Karakteristik biopelet campuran cangkang dan pelepah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Skripsi Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rahmawati. (2014). Kandungan adf, ndf, selulosa, hemiselulosa, dan lignin silase pakan komplit berbahan dasar rumput gajah (Pennisetum pur pureum) dan beberapa level biomassa murbei (Morus alba). (Skripsi Sarjana). Universitas Hasanudin, Makasar.

Saleh, M. (2010). Karakteritik briket bioarang limbah pisang dengan perekat tepung sagu. Prosiding Seminar Rekayasa Kimia dan Proses. Semarang: Universitas Diponegoro.

Saputro, D.D, Widayat W., Rusiyanto, Saptoadi H. & Fauzan. (2012). Karakterisasi briket dari limbah pengolahan kayu sengon dengan metode cetak panas. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) 2012.

Sari, N.K. (2009). Pembuatan bioetanol dari rumput gajah dengan destilasi batch. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 8(3), 94-103.

Shengzou, F., Xuechang, Z., Jing, W., & Louzhong, T. (2013). Clonal variation in growth, chemistry, and caloric value of new poplar hybrids at nursery stagee. Journal Biomass Bioenergy, 54, 303-311.

Speight, J.G. (2005). Handbook of coal analysis. New Jersey: John Wiley & Sons Inc.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2000). Briket arang kayu (SNI 01 6235-2000). Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2010). Briket biobatubara. (SNI 4931-2010). Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2014). Pelet kayu. (SNI 8021-2014). Badan Standardisasi Nasional.

Sudiro & Suroto, S. (2014). Pengaruh komposisi dan ukuran serbuk briket yang terbuat dari batubara dan jerami padi terhadap karakteristik pembakaran. Jurnal Sains Technology, 2(2), 1-18.

Sudradjat, R., & Salim, S. (1994). Petunjuk teknis pembuatan arang aktif. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Susanti, P.D., Wahyuningtyas, R.S., & Ardhana, A. (2015). Pemanfaatan lahan gambut sebagai bahan baku bio-briket. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(1), 35-46.

Triono, A. (2006). Karakteristik briket arang dari campuran serbuk ger gajian kayu afrika (Maesopsis eminii Engl.) dan sengon (Paraserianthes falcataria) dengan penambahan tempurung kelapa. (Skripsi Sarjana). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Wardani, L., Massijaya, M.Y., & Faisal, M. (2013). Utilization of petiole oil palm waste and recycled polypropylene as raw materials for wood composites. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 1(1), 46-53.

Wibowo, S. (2009). Karakteristik arang aktif tempurung biji nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn) dan aplikasinya sebagai adsorben minyak nyamplung. (Tesis Master). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yokoyama, S. (2008). Buku panduan biomassa Asia. Panduan untuk produksi dan pemanfaaatan biomasssa. The Japan Institut of Energy.http://www.jie.or.jp/ biomass/AsiaBiomassHandbook/Indones ian/All_I.pdf, diakses11 Januari 2016.

Yuniarti, Yan, P.T., Yogi, F., & Arhamsyah. (2011). Briket arang dari serbuk gergajian kayu meranti dan arang kayu galam. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 3(2), 37-42.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2017.35.1.73-82

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.