PENGKLASIFIKASIAN KETAHANAN 20 JENIS BAMBU TERHADAP RAYAP KAYU KERING

Jasni Jasni, Ratih Damayanti, Ignasia Maria Sulastiningsih

Sari


Dua puluh jenis bambu dari berbagai daerah di Indonesia diuji ketahanannya terhadap rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light.). Masing-masing jenis bambu dibuat contoh uji dengan ukuran 5 cm x 2,5 cm x 1 cm. Pengujian dilakukan selama 12 minggu dengan mengacu pada SNI 7207-2014. Parameter yang diamati dan dijadikan sebagai dasar klasifikasi meliputi persentase penurunan berat bambu, persentase jumlah rayap yang hidup, dan derajat serangan (subyektif). Penelaahan berdasarkan persentase penurunan berat menunjukkan sebanyak dua jenis bambu termasuk kelas ketahanan I, enam jenis termasuk kelas ketahanan II, lima jenis termasuk kelas ketahanan III, empat jenis termasuk kelas ketahanan IV, dan tiga jenis termasuk kelas ketahanan V. Berdasarkan jumlah rayap yang hidup, sebanyak dua jenis termasuk kelas ketahanan I, satu jenis termasuk kelas ketahanan II, sepuluh jenis termasuk kelas ketahanan III, lima jenis termasuk kelas ketahanan IV, dan dua jenis termasuk kelas ketahanan V. Hasil pengelompokan berdasarkan derajat serangan menunjukkan dua jenis bambu mengalami kerusakan sebesar 38 - 40,5% dengan nilai 90 (termasuk kerusakan berat) dan 18 jenis bambu mengalami kerusakan sebesar 18,4 - 34,9% dengan nilai 70 (termasuk kerusakan sedang).


Kata Kunci


Rayap kayu kering; pengurangan berat; jumlah rayap hidup; kelas ketahanan; derajat serangan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alipon, M., Baunza, B., & Sapin, G. (2011). Development of floor tiles from Philippine bamboos. Philippine Journal of Science, 140(1), 33-39.

Arinasa, I., & Peneng, I. (2013). Jenis- jenis bambu di Bali dan potensinya. Denpasar: UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Eka Karya, LIPI Press.

Febrianto, F., Gumilang, A., Maulana, S., Busyra, I., & Purwaningsih, A. (2014). Keawetan alami lima jenis bambu terhadap serangan rayap dan bubuk kayu kering. Jurnal Ilmu Teknologi Kayu Tropis, 12(2), 146-156.

Gusmailina, & Suwardi, S. (1998). Analisis kimia sepuluh jenis bambu dari Jawa Timur. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 5(5), 290-293.

Jasni, & Rulliaty, S. (2015). Ketahanan 20 jenis kayu terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus

Holmgren) dan rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(2), 125-133.

JitKaur, P., Satya, S., Pant, K., & Naik, S. (2015). Eco-friendly preservative treated bamboo culm: Compressive strength analysis. International Journal of Chemical, Molecular, Nuclear, Material and Metallurgical Engineering, 9(1), 43-46.

Kurhekar, S., Sanap, P., & Kolhe, P. (2015). Studies on mechanical properties of treated bamboo. International Jornal of Tropical Agriculture (IJTA), 33(1), 1687-1690.

Loiwatu, M & Manuhuwa, E. (2008). Komponen kimia dan anatomi tiga jenis bambu dari Seram, Maluku. AGRITECH, 28 (2), 76-83.

Lukmandaru, G. (2010). Sifat kimia kayu jati (Tectona grandis) pada laju pertumbuhan berbeda (Chemical properties of teak wood on different growth-rates). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 8(2), 188-196.

Martawijaya, A. (1996). Petunjuk Teknis: Keawetan kayu dan faktor yang mempengaruhinya. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan.

Nandika, D., Matangaran, & Darma, T. (1994). Keawetan dan pengawetan bambu. Bogor: Yayasan Bambu Lingkungan Lestari.

Nurkertamanda, D., Andrelina, W., & Widiani, M. (2011). Pemilihan parameter pre- treatment pada proses pengawetan bambu laminasi. J@TI Undip, VI(3), 155-160.

Ott, R. (1994). An introduction to statistical methods and data analysis. Belmont, CA, USA: Duxburry Press.

Purnamasari, I. (2013). Ketahanan oriented strand board bambu dengan perlakukan steam dan non steam terhadap serangan rayap dan kumbang bubuk. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Sharma, P., Dhanwantri, K., Metha, S. (2014). Bamboo as a building material. International Journal of Civil Engineering Research, 5(3), 250-254.

SAS. (1997). SAS (Statistical Analysis System) guide for personal computers (Version 6). Cary, NC: SAS Institute Inc.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2014). Uji ketahanan kayu terhadap organisme perusak kayu (SNI 7207-2014). Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Steel, R., & Torrie, J. (1993). Prinsip dan prosedur statistika (Ter jemahan). Yogyakarta: PT Gramedia.

Sumarni, G., & Roliadi, H. (2001). Daya tahan 109 jenis kayu Indonesia terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgreen). Buletin Penelitian Hasil Hutan, 20(3), 177-185.

Sumarni, G., Roliadi, H., & Ismanto, A. (2003). Keawetan 99 jenis kayu Indonesia terhadap rayap kayu kering. Buletin Penelitian Hasil Hutan, 21(3), 239-249.

Susilaning, L., & Suheryanto, D. (2012). Pengaruh waktu perendaman bambu dan penggunaan borak-borik terhadap tingkat keawetan bambu. Dalam Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Technologi (SNAST) Periode III (pp. A94-A101). Yogyakarta.

Warta Ekspor. (2011). Menggali peluang ekspor untuk produk dari bambu. Jakarta: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Widjaja, E. (2011). The utilization of bamboo: At present and for the future. Dalam A. N. Gintings & N. Wijayanto (Eds.), Proceedings of Inter national Seminar Strategies and Challenges on Bamboo and Potential Non Timber Forest Products (NTFP) Management and Utilization (pp. 79-85).




DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jphh.2017.35.3.171-183

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

 


 

 

Hak cipta dari Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH dibawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International