KUALITAS DEMPUL ORGANIK DARI SERBUK KAYU JATI DAN SIRLAK

Jamal Balfas

Sari


Produk dempul kayu komersial yang tersedia di pasar dewasa ini umumnya menggunakan bahan dengan pelarut mineral, seperti epoksi dan lateks. Bahan dempul ini dapat memberikan kualitas fisis, mekanis, dan kimia yang baik, namun bahan ini melepas banyak polutan yang berbahaya bagi kesehatan. Dalam penelitian ini dilakukan eksplorasi penggunaan bahan alternatif berupa serbuk halus kayu jati yang dicampur dengan sirlak dan tepung dempul dalam beberapa komposisi untuk produksi dempul organik. Performa bahan dempul alternatif diuji secara fisis, mekanis, dan kimia pada kayu tusam dan karet, serta dibandingkan dengan performa penggunaan bahan dempul komersial, yaitu epoksi (DK1) dan piroksilin (DK2). Contoh uji kedua jenis kayu dilabur dengan larutan dempul kemudian dikeringkan. Perubahan berat dan dimensi contoh uji akibat laburan ditentukan pada kondisi basah dan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat dan perubahan dimensi akibat rendaman beragam menurut jenis kayu, orientasi pola pemotongan papan, dan jenis bahan finishing yang digunakan. Contoh kayu tusam mengalami perubahan berat dan dimensi lebih besar daripada kayu karet. Semua formula dempul organik mampu melindungi kayu dari intrusi air, namun tidak sebaik kelompok dempul komersial DK1 dan DK2. Formula dempul serbuk jati dan sirlak memiliki daya tahan terhadap larutan kimia dan ketahanan gores lebih rendah daripada dempul komersial.

Kata Kunci


Finishing; organic wood putty; teak powder; shellac tusam; rubber wood

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


American Standard for Testing Material (ASTM). (1995). Standard test methods for hardness of organic coatings by pendulum damping tests (D4366 ed.). ASTM International, USA.

ASTM. (2002). Standard test methods for effect of household chemicals on clear and pigmented or ganic finishes (D1308. Ann). ASTM International, USA.

Balfas, J., Basri, E. & Jasni., (2015). Effect of teak extractive impositionon wood characteristic improvements. Proceedings of International Conference of Indonesia Forestry Researcher III. Bogor: Research, Development and Innovation Agency.

Basri, E., Balfas, J., & Hendra, D., Yuniarti, K. & Santoso, A. (2015). Formulasi bahan impregnan dan finishing kayu. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Basri, E. & Balfas, J. (2014). Impregnasi ekstrak jati dan resin pada kayu jati cepat tumbuh dan karet. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(4), 283-296.

Bowyer, J.L., Shmulsky, R. & Haygreen, J.G. (2007). Forest products and wood science: An introduction (5th Ed.). Iowa, USA: Iowa State Press.

Darmono. (2010). Aplikasi teknik finishing mebel dengan bahan berbasis ramah lingkungan. Inotek, 14(2), 208-223.

Forest Product Laboratory (FPL). (2010). Wood handbook-Wood as an engineering material. General Technical Report FPL-GTR-190. Madison, WI: U.S. Department of Agriculture.

Kaci, M., Djidjelli, H., Boukerrou, A., & Zaidi, L. (2007). Effect of wood filler treatment and EBAGMA compatibilizer on morphology and mechanical properties of low density polyethylene/olive husk flour composites. Express Polymer Letters, 1(7), 467-473. doi:10.3144/expresspolymlett.2007.65

Kim, B. J. (2012). The effect of inorganic fillers on the properties of wood plastic composites. USA: Louisiana State University.

Kim, S. (2010). Control of formaldehyde and TVOC emission from wood-based flooring composites at various manufacturing processes by surface finishing. Journal of Hazardous Materials, 176(1-3), 14-19. doi: 10.1016/j.jhazmat.2009.03.113

Krisdianto. (2013). Pengukuran warna kayu dengan system Cielab. FORPRO, 2(1), 28-31.

Li, J. & Guo, M. R. (2002). Develop an environmentally safe wood finishing product using whey protein as a co-binding material. Journal Dairy Science, 85, 380.

Natasya, D. (2015). Material ramah lingkungan. Diakses dari http://www.academia.edu/9015306/material_ramah_lingkung an, pada tanggal 3 Februari 2016.

Panshin, A. J. & de Zeuw, C. (1980). Textbook of wood technology. Iowa: McGraw-Hill Book Co.

Tobing, T. L. & Febriyanto, F. (1993). Pembuatan tabel konversi retensi dalam rangka penyempurnaan spesifikasi pengawetan kayu bangunan di Indonesia. Buletin Jurusan Teknologi Hasil Hutan, 6(1), 12-19.

Valasek, P., & Chocholous, P. (2013). Mechanical properties of epoxy resins with organic filler - wood flour. Engineering for Rural Development, 232-237.




DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jphh.2017.35.3.155-170

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

 


 

 

Hak cipta dari Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH dibawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International