PENGARUH PENGGUNAAN DUA DISTRIBUSI UAP AIR PANAS DALAM PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI SERBUK GERGAJI KAYU CAMPURAN

Djeni Hendra

Abstract


Dalam tulisan ini dikemukakan hasil penelitian pembuatan arang aktif dari arang serbuk gergaji kayu campuran. Pembuatan arang dilakukan dengan menggunakan tungku semi kontinyu. Arang yang dihasilkan direndam dalam larutan H3PO4 teknis pada konsentrasi 5% selama 24 jam, ditiriskan sampai kering udara, kemudian dimasukan ke dalam retort kapasitas 0,6 m3, selanjutnya dipanaskan pada suhu 700-800°C. Untuk mempercepat kenaikan suhu di dalam retort, kedalamnya sewaktu-waktu dialirkan udara dari kompresor. Apabila suhu telah tercapai, dialirkan uap air panas selama 180 menit, dengan laju alir 1,5 - 2,5 m/s pada tekanan 4 - 6 bar, yang sebelumnya melewati ruang pemanas (heater chamber) pada suhu 400°C. Rendemen arang aktif yang dihasilkan sebesar 56 - 78%, dengan sifat dan kualitas : kadar air 1,27 -4,68%, kadar abu 9,78 - 11,06%, kadar zat terbang 8,64 - 10,84%, kadar karbon terikat 79,41 - 81,10%, daya serap terhadap uap benzena 12,56 - 16,91%, daya serap terhadap uap kloroform 12,38 - 22,83%, daya serap terhadap uap formaldehida 9,66 - 19,28%, dan daya serap terhadap larutan yodium sebesar 784,59 - 821,66 mg/g.


Keywords


Serbuk gergajian kayu; arang; pembuatan; distribusi uap

References


Anonim. 1967. Testing method for activated carbon. Japanese Standard Association, Tokyo. JIS K- 1474 - 67.

------- . 1985. Industrial charcoal making. Food and Agriculture Organization of the United Nation, Rome.

------- . 1995. Arang aktif teknis. Standar Nasional Indonesia. SNI 06-3730-1995. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Asano, N., J. Nishimura, K. Nishimiya, T. Hata, Y. Imamura, and S. Ishihara, 1999. Formaldehyde Reduction in Indoor Environments by Wood Charcoals. Wood Research No. 86.

Dulsalam, D. Tinambunan, I. Sumantri dan M. Sinaga. 2000. Peningkatan efisiensi pemungutan kayu sebagai bahan baku industri. Prosiding Lokakarya Penelitian Hasil Hutan. Hal : 19 39. Bogor.

Hendra, D. 2006. Pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa sawit dan serbuk kayu gergajian campuran. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 24 (2) : 117-132. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Hendra, D. 2007. Pembuatan arang aktif dari limbah pembalakan kayu puspa dengan teknologi produksi. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 25 (2): 93-107. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Hartoyo, Hudaya dan Fadli.1990. Pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa dan kayu bakau dengan cara aktivasi uap. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 18(1) : 8 - 16. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Maniatis, K. dan H. Nurmala, 1988. Production of Activated Carbon from Coconut Shell, Acacia and Mangrove Wood. Project ATA-251. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Pari, G. 1999. Karakterisasi arang aktif dari arang serbuk gergajian sengon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Pusat Litbang Hasil Hutan, Bogor.

Pari, G., Hendra, D. dan Pasaribu, R.A. 2006. Pengaruh lama waktu aktivasi dan konsentrasi asam fosfat terhadap mutu arang aktif kulit kayu Acacia mangium. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 24 (1) : 33 - 46. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Pari, G., Santoso, A. dan Hendra, D. 2006. Pembuatan dan pemanfaatan arang aktif sebagai reduktor emisi formaldehida kayu lapis. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 24 (5) : 425 - 436. Pusat Penelitian Hasil Hutan, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2008.26.1.81-94

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)

eISSN : 2442-8957        pISSN : 0216-4329

       

JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.