PENYARADAN YANG DIRENCANAKAN UNTUK MINlMASI KERUSAKAN TEGAKAN TlNGGAL: Kasus Di Dua Perusahaan Hutan Di Kalimantan Timur

Sona Suhartana

Sari


Tulisan ini mengetengahkan hasil-hasil penelitian tentang kerusakun tegakan tinggal akibat kegiatan penyaradan yang direncanakan. Penyaradan dengan traktor meskipun hati-hati dilaksanakan, namun kerusakan terhadap tegakan tinggal tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Dengan teknik penyaradan yang direncanakan, diharapkan dapat meminimalkan kerusakan tersebut. Penelitian telah dilaksanakan di dua perusahaan hutan di Kalimantan Timur. Tujuan penelitian adalah untuk meminimalkan kerusakan tegakan tinggal yang terjadi.

Data yang dikumpulkan adalah jumlah pohon ditebang/disarad, kerapatan tegakan berupa jumlah pohon berdiameter 20 cm dan ke atas, kemiringan lapangan dan jumlah pohon yang rusak. Data dianalisis dengan uji-t dan regresi berganda.

Penelitian menghasilkan hal-hal sebagai berikut : Rata-rata kerusakan tegakan tinggal akibat penyaradan yang direncanakan adalah 8,4% dan untuk yang konvensional sebesar 13,47%. Terjadi penurunan kerusakan sebesar 5,07%.

Adapun faktor dominan yang mempengaruhi terjadiuya kerusakan tegakan tinggal pada teknik penyaradan yang direncanakan adalah kemiringan lapangan (sangat berbeda nyata pada taraf 99%). Sementara itu untuk penyaradan konvensional faktor dominan yang sangat berpengaruh adalah kerapatan tegakan dan kemiringun lapangan (sangat berbeda nyata pada taraf 99%).

Teknik penyaradan yang direncanakan dapat mengurangi kerusakan tegakan tinggal yang terjadi (5,07%).


Kata Kunci


penyaradan yang direncaunkan; minimasi; kerusukan tegukan tinggal

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Direktorat Jenderal Pengusahaan Hutan. 1994. Petunjuk teknis TPTI pada hutan alam daratan. Departemen Kehutanan, Jakarta.

Gilmour, D.A. 1977. Logging and environment, with particular reference to soil and stream protection in tropical rainforest situations. Guidelines for watershed management, FAO, UN, Rome, p: 223-235.

Siapno, J.B. 1970. Guide for tree injury study. Hand book of selective logging, 2nd Ed. Manila, Philipines.

Suhartana, S. 1993. Kajian keberadaan tegakan tinggal dan keterbukaan lahan pada kegiatan penebangan dan penyaradan di suatu perusahaan hutan di Kalimantan Tengah. Jurnal PHH, II (3): 117-121, Bogor.

Suhartana, S dan Dulsalam. 1994. Kerusakan tegakan tinggal akibat kegiatan penebangan dan penyaradan: kasus di suatu perusahaan hutan di Riau. Jurnal PHH, 12 (l) : 25-29, Bogor.

Thaib, J dan Soenarso. 1981. Evaluasi kerusakan hutan bekas tebangan di areal HPH. Proc. Lokakarya Sistem Silvikultur TPTI, Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi, Direktorat Jenderal Kehutanan, Departemen Pertanian, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.1997.15.1.60-67

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.