SIFAT PELENGKUNGAN LIMA JENIS KAYU DENGAN DUA MACAM PERLAKUAN AWAL

Achmad Supriadi, Osly Rachman

Sari


Industri kayu sekunder cukup banyak menggunakan komponen kayu dalam bentuk lengkung seperti industri mebel, alat-alat olah raga dan perahu. Komponen dalam bentuk lengkungan tersebut umumnya dibentuk dengan cara digergaji mengikuti pola lengkungan. Cara pembuatan komponen lengkung dengan menggunakan gergaji cenderung menghasilkan rendemen yang rendah. Cara lain yang lebih efisien adalah pelengkungan kayu secara fisis dan kimia.

Dalam studi ini dilakukan determinasi karakteristik pelengkungan pada 5 jenis kayu, yaitu kayu asam jawa (Tamarindus indica L.), kendal (Eretia acuminata R.Br.) balobo (Diplodiscus sp.), marasi (Hymenaea sp.) dan rasamala (Altingia excelsa N.) dengan dua macam perlakuan awal yaitu (1) pengukusan dan (2) perendaman dalam larutan NaOH 3% dilanjutkan dengan pengukusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu yang terlebih dahulu direndam dalam larutan NaOH 3% selama 7 hari kemudian dikukus, dapat dilengkungkan hingga radius 26 cm, sedangkan kayu yang diberi pengukusan hanya dapat dilengkungkan hingga radius 51 cm. Kayu asam jawa memiliki karakteristik pelengkungan yang lebih baik dibandingkan dengan kayu marasi, balobo, kendal dan rasamala.


Kata Kunci


Pelengkungan; pengukusan; perendaman; kerapatan; pengembangan dimensi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim.1999. Wood Handbook. Wood as an Engineering Material. Forest Product Laboratory General Technical. Madison. USA.

Bodig J. and B.A.Jayne. 1982. Mechanics of wood and wood composites. Van Nostrand Reinhold Company. New York.

Chugg, W.A. 1964. Glulam. The Theory and Practice of The Manufacture of Glued Laminated Timber Structures. Ernest Benn Limited. London.

Fengel, D. and G. Wegener. 1984. Wood Chemistry, Ultrastucture, Reaction. Walter de Gruyter. Berlin. New York.

Koch, P. tt.a. Utilization of Hardwoods Growing on Southern Pine Sites. Agriculture Handbook No. 605. Vol. II.US Department of Agricultural Forest Service. Oregon.

Kollman, F.P.P. and W.A. Cote. 1968. Principles of Wood Science and Technology, Volume 1. Springer Verlag New York, Inc. New York.

Malik, J. dan Krisdianto. 2003. Pelunakan kayu mangium dengan uap ammonia untuk pelengkungan kayu. Info Hasil Hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor

Mustafa. 1990. Microstat. Andi Ofset. Yogyakarta.

Natividad, R.A. 1998. Suitability of Acacia mangium for making bendwood for furniture and handicrafts component. Paper presented in The International Conference on Acacia species : wood properties and utilization. Penang.

Rachman, O. dan Saeful. 2001. Sifat pelengkungan 5 jenis kayu dengan cara pengukusan. Fakultas Kehutanan. Universitas Winayamukti. Bandung.

Supriadi, A. dan O. Rachman. 2002. Sifat plengkungan kayu tusam dengan dua macam perlakuan awal. Buletin Penelitian Hasil Hutan 20 (5) : 367-378. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2006.24.1.21-31

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.