PERBAIKAN TEKNIK PELENGKUNGAN ROTAN MELALUI PERENDAMAN DENGAN LARUTAN DIMETIL SULFOKSIDA

Osly Rachman, Suhadi Hardjo, Meri Suwirman

Sari


Kayu dapat dilunakkan dengan berbagai macam bahan kimia, satu di antaranya adalah larutan dimetil sulfoksida (DMSO). Oleh karena rotan mengandung struktur kimia yang sama dengan kayu maka akan diselidiki kemungkinan pemanfaatan bahan ini untuk pelengkungan rotan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh larutan DMSO pada pelunakan agar diperoleh teknik pelengkungan rotan yang lebih baik. Untuk maksud tersebut, 3 jenis rotan direndam dalam 5 tingkat konsentrasi DMSO lalu diamati sifat pelengkungannya.

Pengamatan terhadap kerapatan dan penyebaran ikatan pembuluh yang paling tinggi pada rotan batang menunjukkan bahwa rotan ini perlu direndam dalam larutan 15 persen DMSO agar dapat dilengkungkan dengan mudah tanpa menimbulkan cacat. Sebaliknya, rotan minong memerlukan perendaman pada larutan 5 persen DMSO. Kerusakan pada serat rotan sebagai akibat pelengkungan tanpa perendaman dalam DMSO sangat jelas terlihat pada rotan minong dan batang.

Peningkatan konsentrasi larutan cenderung meningkatkan kemudahan dalam pelengkungan, mengurangi kerusakan fists dan tidak mempengaruhi kilap rotan. Akan tetapi, kenaikan konsentrasi cenderung meningkatkan mulur dan pengerutan volume serta menurunkan MOE dan rasio elesto-plastisitas rotan.


Kata Kunci


rotan; plastisasi; pelengkungan; dimetil sulfoksida

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achmadi, S.S. 1990 Kimia Kayu. Departemen P & K. Ditjen Pendidikan Tinggi.

PAV Ilmu Hayat. IPB, Bogor.

Anonim. 1974 a. Pedoman Pengujian Sifat Fisis Mekanis Kayu. Pusat Penelitian dan

Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

---. 1974b. Wood Handbook: Wood as an Engineering Material. USDA Agr.

Handbook 72, Washington.

Bodig, J. dan B.A. Jayne. 1982. Mechanics of Wood and Wood Composites. Yan

Norstrand Reinhold Co., New York.

Haeruman, H. 1972. Prosedur Analisa Rancangan Percobaan. Bagian Pertama. Dept.

Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan, IPB, Bogor.

Haygreen, J.G. dan J.L. Bowyer, 1989. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu (Suatu

Pengantar), terjemahan. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Hendayani, D.V. 1993. Pengaruh Pengukusan, Perendaman Urea, Perendaman Amonia terhadap Pelengkungan, Sifat Fisis Mekanis Rotan Manau dan Rotan Batang. Skripsi Jurusan THH Fakultas Kehutanan, IPB, Bogor.

Jorgensen, R.N. dan P. Koch. 1979. Bending of Woods of Hard Wood Species Growing on Southern Pine Sites. U.S. Dept. Agric. For. Serv., South For. Exp. Stn., Alexandria.

Mardikanto, T.R. 1979. Sifat-sifat Mekanis Kayu. Fakultas Kehutanan IPB, Bogor. Marlia, E. 1990. Stabilisasi Dimensi Beberapa Jenis Kayu dengan Menggunakan Larutan Urea. Skripsi Jurusan Teknologi Hasil Hutan. Fakultas Kehutanan,IPB, Bogor.

Rachman, 0. 1990. Teknologi Pengolahan Rotan. Diktat Kursus Penguji Rotan.

Pusat Penelitan dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

-----. 1996. Peranan Sifat Anatomi, Kimia dan Fisik Terhadap Mutu Rekayasa Rotan. Disertasi program pasca sarjana IPB, Bogor.

Sujana. 1980. Disain dan Analisis Eksperimen. Penerbit Tarsito, Bandung.

Suparno, 1991. Studi Kerusakan Biologis dan Mekanis Rotan di PT Fajar Surya Tridasa, Cibitung, Bekasi. Skripsi Jurusan THH. Fakultas Kehutanan IPB, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.1997.15.4.299-311

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.