SIFAT DAN KUALITAS ARANG AKTIF DARI GAMBUT

Gustan Pari

Sari


Tulisan ini mengemukakan hasil penelitian pembuatan rang aktif dari gambut. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan bahan baku dan konsentrasi bahan kimia terhadap rendemen dan kualitas arang aktif . Yang dimaksud dengan perlakuan dalam hal ini adalah pengarangan dan pembriketan di mana sebagai pembanding bahan gambut ada yang tidak diarangkan dan tidak dibuat briket. Bahan gambut yang diarangkan ataupun tidak dan baik dibuat briket ataupun tidak mengalami proses aktifasi di dalam retor yang terbuat dari baja tahan karat yang menggunakan elemen listrik sebagai pemanas pada Suhu 900"C. Sebelum aktivasi bahan gambut tersebut direndam dalam bahan kimia H3PO4 pada konsentrasi 0% (tanpa perendaman, sebagai pembanding), 10% dan 20%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen arang aktif berkisar antara 19,02- 78,25 %, kadar air antara 6,68 - 13.57 %, kadar abu antara 4,52 -I 5,80%, kadar zat terbang antara 5,16 -7,80 %, kadar karbon antara 81,90 - 90,32%. Daya serap terhadap yodium berkisar antara 593.1 -1152,3 mg/g. metilin biru antara 13,61 - 252,89 mg/g, CHCl3 antara 23.74 - 59,92 %, CCI4 antara 22.I 4 - 66,08% dan luas permukaan antara 50.46 - 937. 72 m2/g.

Didasarkan atas besarnya daya serap terhadap yodium maka kualitas arang aktifyang baik untuk digunakan sebagai penjernih larutan adalah arang aktif yang dibuat dari gambut yang tidak dibriket terlebih dahulu dengan konsentrasi H3PO4 sebesar 20 % dan apabila akan digunakan untuk gas maka kualitas arang aktif yang terbaik adalah briket gambut mentah dengan konsentrasi H3PO4 sebesar 10%. Kriteria ini memenuhi persyaratan standard Jepang


Kata Kunci


Gambut; arang aktif; sifat; kualitas

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim, 1967. Japanese Industrial Standard. Testing method for activated carbon. JIS K 1474. Japanese Standards Association, Tokyo.

Anonim, 1989. Mutu dan cara uji arang aktif .Standar Industri Indonesi (SIl ) 0258 - 89. Departemen Perindustrian, Jakarta.

Adinegoro, H. 1992. Pemanfaatan gambut sebagai bahan bakar. Prosiding Lokakarya Energi, Jakarta.

Hartoyo, Hudaya, Fadli. 1990. Pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa dan kayu bakau dengan cara aktivasi uap. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 18 ( 1) : 8-16

Johanas dan Roeslan. 1988. Potensi dan prospek pemanfaatan gambut untuk energi, Prosiding Lokakarya Energi, Jakarta

Pari. G. 1995. Pembuatan dan karakterisasi arang aktif dari kayu dan batubara. Tesis Magister Kimia, Institut Teknologi Bandung.

Pembuatan arang aktif dari serbuk gergajian sengon dengan cara kimia. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14 (8) : 308 - 320.

Pari, G., Buchari dan Aminudin. 1996. Pembuatan dan kualitas arang aktif dari kayu sengon sebagai bahan adsorben. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14 (7): 274 - 289.

Suarna, E. 1988. Potensi dan pemanfaatan gambut untuk bahan bakar di Indonesia. Prosiding Lokakarya Energi, Jakarta.

Sudrajat dan Salim, 1995. Petunjuk teknis pembuatan arang aktif Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor,

Smisek, M dan S. Cerny, 1970. Active carbon, Manufacture, properties and applications. Elsevier publishing company, New York.

Sudjana. 1980. Disain dan eksperimental analisis. Tarsito, Bandung.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.1999.16.5.267-278

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.