TEKNIK PENGERINGAN EMPAT JENIS KAYU DIAMETER KECIL, ASAL HUTAN TANAMAN

Efrida Basri

Sari


Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan teknik pengeringan empat jenis kayu dari dolok diameter kecil asal tanaman dengan menggabungkan perlakuan pengkondisian dan bagan pengeringan yang optimal.

Bagan pengeringan untuk setiap jenis ditetapkan berdasarkan hasil uji pendahuluan pada suhu 100ºC. Perlakuan pengkondisian dilakukan pada kadar air kayu 15% menggunakan suhu 85ºC dan kelembaban nisbi 96% yang ditetapkan selama 4-5 jam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagan pengeringan yang optimal untuk kayu manii dan tusam adalah : suhu 49ºC - 78ºC dan kelembaban nisbi 79% - 33%, sedangkan untuk kayu tata dengan suhu 43ºC - 76ºC dan kelembaban nisbi 86% - 33% serta kayu mangium menggunakan suhu 40 ºC - 68 ºC dan kelembaban nisbi 86% - 40%. Perlakuan pengkondisian menggunakan suhu 85ºC dan kelembaban nisbi 98%, yang ditetapkan selama 4-5 jam mampu memulihkan kualitas seluruh contoh uji dari ketiga jenis kayu (manii, tusam dan tata). Namun untuk kayu mangium, perlakuan pengkondisian kurang efektif dalam memperbaiki mutu kayunya.


Kata Kunci


dolok diameter kecil; bagan pengeringan; pengkondisian; mutu kayu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alrasjid, H. dan A. Widiarti. 1992. Teknik penanaman dan pemungutan hasil Gmelina arborea (Yamane). Informasi Teknik No. 36, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor.

Anonim. 1990. Glossary and definitions of terms used HI.90.1066. TNO, Wageningen.

Basri, E. 1997. Percobaan pendahuluan pengeringan kayu Acacia mangium asal Benakat, Sumatera Selatan (Naskah).

Cave, I.D. dan J.C.F. Walker. 1994. Stiffness of wood in fast-grown plantation softwoods : the influence of microfibril angle. Forest Products Journal 44 (5):43-48.

Ginoga. B. 1997. Beberapa sifat kayu mangium (Acacia mangium Wild) pada beberapa tingkat umur. Buletin Penelitian Hasil Hutan 15 (2): 132-149.

Hadjib, N. 1979. Sifat fisik kayu tusam asal hutan alam (Naskah).

Hadjib, N. 1999. Sifat fisik dan mekanik kayu manii, tusam, mangium dan tata. Laporan Proyek, Penelitian Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan tahun anggaran 1998/1999. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor.

Kadir, K. 1975. Bagan pengeringan beberapa jenis kayu Indonesia. Laporan No. 57. Lembaga Penelitian Hasil Hutan, Bogor.

Martawijaya, A. 1990. Sifat dasar beberapa jenis kayu yang berasal dari hutan alam dan hutan tanaman. Prosiding Diskusi HTI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Jakarta.

Martawijaya, A. dan Barly. 1995. Sifat dan kegunaan kayu Gmelina arborea Roxb. Ekspose Hasil Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor.

McMillen, J.M dan E.M. Wengert. 1978. Special predrying treatments. Drying Eastern Hardwood Lumber.Agric. Handbook No. 528. Forest Products Laboratorium, Madison, Winconsin.

PT Sumalindo Lestari Jaya. 1998. Laporan pelaksanaan dan evaluasi uji coba TJTI (dengan permudaan buatan) di PT Sumalindo Lestari Jaya I. Prosiding Panel Pakar TJTI dan Ekspose Pemantapan Tebang Jalur. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.

Rasmussen, E.F. 1961. Dry-kiln operator's manual. Agriculture Handbook No. 188. USDA, Washington, D.C.

Yamamoto, H. 1998. The evaluation of wood qualities and working properties for the end use of Acacia mangium from Sabah, Malaysia. International Conference on Acacia species Wood Properties and Utlization, Penang.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2000.17.4.199-208

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.