PENGAWETAN KAYU MANGIUM (Acacia mangium Willd.) SECARA RENDAMAN DINGIN DENGAN SENYAWA BORON

Sasa Abdurrohim, Djarwanto Djarwanto

Abstract


Pada saat ini, kayu dari dolok diameter kecil yang lebih rentan terhadap organisme perusak, merupakan pilihan tak terliindarkan untuk menggantikan kayu tua dari hutan alam yang mulai langka. Perbaikan sifat keawetan dengan memasukkan bahan kimia ke dalam kayu dapat meningkatkan daya tahan kayu dari serangan organisme perusak, Teknik memasukkan bahan kimia ke dalam kayu sangat menentukan keberhasilan dalam perbaikon sifat keawetannya. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air kayu mangium, konsentrasi larutan dan lama perendaman terhadap retensi dan penembusan senyawa boron. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar air kayu tidak berpengaruh nyata terhadap retensi dan penembusan boron. Sebaliknya konsentrasi larutan berpengaruh sangat nyata terhadap retensi dan penembusan boron. Lama rendaman dingin berpengaruh sangat nyata terhadap retensi, tetapi terhadap penembusan tidak berpengaruh nyata. Untuk mendapatkan hasil yang baik, disarankan bahwa kayu mangium yang akan dipakai di bawah atap tanpa berhubungan dengan tanah yang diawetkan menggunakan metode rendaman dingin dengan larutan boron 10%, diperlukan waktu rendaman paling sedikit lima hari.


Keywords


pengawetan; mangium; boron; rendaman dingin

References


Abdurrohim, S. 1994. Pengawetan tiga jenis kayu secara rendaman dingin dengan bahan pengawet boraks dan asam borat. Jumal Penelitian Hasil Hutan 12(5):157-163.

_____. 1992. Pengawetan tiga jenis kayu untuk barang kerajinan memakai dua jenis bahan pengawet bor secara rendaman dingin. Jumal Penelitian Hasil Hutan 10(2): 54-58.

Abdurrohim, S dan A. Martawijaya. 1983. Beberapa faktor yang mempengaruhi keterawetan kayu. Prosiding Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jakarta.

Anonim. 1969. Preservation of building timbers by boron diffusion treatment. Technical note No. 41. Forest Products Research Laboratory. Princess Risborough, Aylesbury.

Barly. 1975. Distribusi senyawa bor pada kayu Pinus merkusiii Jungh. et de Vr. Karya Sarjana Muda Akademi Kirnia Analisis Bogor. Naskah Skripsi.

Martawijaya, A. dan S. Abdurrohim. 1984. Spesifikasi Pengawetan Kayu untuk Perumahan. Edisi ketiga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Martawijaya, A.dan N. Supriana. 1973. Penembusan persenyawaan bor pada 10 jenis kayu Indonesia yang diawetkan dengan metode difusi. Pengumuman No.1. Lembaga Penelitian Hasil Hutan Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2000.18.1.19-26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.