UJI COBA MESIN PENGERING KAYU KOMBINASI TENAGA SURYA DAN PANAS DARI TUNGKU TIPE I

Efrida Basri, Achmad Supriadi

Sari


Telah dilakukan uji coba teknis dan finansial terhadap mesin pengeringan kayu kombinasi tenaga surya dan panas dari tungku tipe SC+TI untuk kapasitas 19 m3 di salah satu industri/pengrajin kayu di Ngaringan, Grobogan, Jawa Tengah.   Uji coba dilakukan terhadap kayu jati (Tectona grandis L.f.). Kebutuhan panas pengeringan di siang hari diperoleh dari tenaga surya dan di malam hari atau tergantung kebutuhan diperoleh dari tungku pembakaran dengan  bahan bakar biomas/limbah kayu dari penggergajian sendiri. Tujuan uji coba adalah untuk mengetahui kelayakan teknis dan finansial dari pemanfaatan masin pengering tersebut.

Hasil uji coba menunjukan suhu rata-rata harian dari panas surya yang diterima ruang pengering berkisar    antara 40 - 50°C, sementara suhu untuk pengeringan kayu jati berkisar antara 45 - 70°C. Kekurangan panas diperoleh dari tungku bakar. Untuk mengeringkan sortimen kayu dengan kadar air 50% sampai mencapai kadar air 10% memerlukan waktu rata-rata 13 hari dan menghasilkan rendemen kayu kering sekitar 80%. Konsumsi limbah kayu untuk bahan bakar tungku pada setiap periode pengeringan 8 m3.

Investasi pendirian unit pengeringan memerlukan biaya sebesar Rp 74.635.000. Biaya produksi setahun (jumlah produksi 304 m3) adalah Rp 3.251.548.750, sehingga harga pokok produk Rp 10.695.884/m3. Analisis kelayakan finansial pemanfaatan mesin pengering menunjukan dengan harga jual kayu jati kering Rp 11.000.000/m3. Titik impas (BEP) tercapai pada produksi sebesar 86,3 m3, Nilai sekarang neto (NPV) Rp + 374.245.458 dan Internal Rate of Return (IRR) 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa mesin pengering tersebut layak untuk dioperasikan.


Kata Kunci


Mesin pengering; tenaga surya; tungku tipe I; limbah kayu; jati; kelayakan teknis dan finansial

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 1994. Standard methods of testing small clear specimens of timber. American Standard Institution (ASI). In Annual Book of ASTM Standard vol. 4, sec.4. Construction. Philadelphia, USA.

. 1997/1998. Forestry Statistics of Indonesia 1997/1998. Ministry of Forestry and

Estate Crops. Jakarta.

Armstrong, J.P. 2005. Solar drying basic. Wood Industry Fact Sheet. West Virginia University, Extension Service. 1-4 pp.

Abdullah, K. 1991. Energi dan listrik pertanian. Laporan kerjasama dengan JICA. Institut

Pertanian Bogor (Sirkulasi terbatas).

. 2003. Fish drying using solar energy. The combination of solar and biomass energy in wood drying. Proceeding of Regional Workshop on Drying Technology: The Third Seminar and Workshop, 21-25 July 2003, Salak Hotel, Bogor. 122-140 pp. ASEAN Subcommittee on Non-Conventional Energy Research.

Basri, E., Gusmailina, dan T. Priadi. 2003. The combination of solar and biomass energy in wood drying. Proceeding of Regional Workshop on Drying Technology: The Third Seminar and Workshop, 21-25 July 2003, Salak Hotel, Bogor. 1-8 pp. ASEAN Subcommittee on Non-Conventional Energy Research.

, dan N. Hadjib. 2004. Hubungan sifat dasar dan sifat pengeringan lima jenis kayu andalan Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 22 (3): 155-166. Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan, Bogor.

Candra, S.A. 1996. Pengeringan kayu bayur dengan alat pengering greenhouse berpenyerap panas plat hitam dan menggunakan batu bara sebagai suplemen energi. Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Bogor. Skripsi (Tidak diterbitkan).

Howe, J.W. 1977. Response to Al Noor Kassum report about the utilization of solar energy radiation in Tanzania. Workshop on Solar Energy for the Villages of Tanzania, August

-19, 1977 in Dar es Salaam. 68-72 pp. Tanzania National Scientific Research Council. Riyanto, B. 2005. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. BPFE-Yogyakarta.

Roliadi, H dan R.A. Pasaribu. 2005. Uji coba mesin serpih mudah dipindahkan untuk produksi serpih dari limbah industri penggergajian kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan

(3): 219-227. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

Terazawa, S. 1965. An easy methods for the determination of wood drying schedule. Wood

Industry Vol.20 No.5. Wood Technological Association. Japan.

Williams, J.R. 1977. Present status of technology for solar-thermal applications. Workshop on

Solar Energy for the Villages of Tanzania, August 11-19, 1977 in Dar es Salaam. Pp. 92-

Tanzania National Scientific Research Council.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2006.24.5.437-448

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.