SAKARIFIKASI SERAT TANDAN KOSONG DAN PELEPAH KELAPA SAWIT SETELAH PRETREATMENT MENGGUNAKAN KULTUR CAMPURAN JAMUR PELAPUK PUTIH Phanerochaete chrysosporium dan Trametes versicolor

Euis Hermiati, Lucky Risanto, Sita Heris Anita, Yosi Aristiawan, Ahmad Hanafi, Haznan Abimanyu

Sari


Penggunaan kultur campuran jamur pelapuk putih pada proses pretreatment bahan lignoselulosa belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan kultur  Phanerochaete chrysosporium dan Trametes versicolor pada proses pretreatment serat tandan kosong dan pelepah kelapa sawit terhadap hasil sakarifikasinya. Inokulum P. Chrysosporium dan T. versicolor dituangkan ke dalam sampel substrat serat tandan kosong dan pelepah kelapa sawit (40-60 mesh) yang telah disterilkan, masing-masing sebanyak 5% (w/v), sehingga total inokulum yang ditambahkan ke dalam kedua macam substrat masing-masing 10% (w/v). Sampel diinkubasikan pada suhu ±27°C selama 4 minggu. Sebagian dari contoh diambil dan lalu diperiksa setelah masa inkubasi 1, 2, 3, dan 4 minggu. Sakarifikasi dilakukan menggunakan enzim selulase sebanyak 20 FPU per g biomassa dan β-glukosidase dalam shaking waterbath pada suhu 50°C selama 48 jam. Analisis gula pereduksi, glukosa dan xilosa dilakukan terhadap hasil sakarifikasi. Rendemen gula pereduksi, konsentrasi glukosa dan xilosa tertinggi dari tandan kosong kelapa sawit. diperoleh dari sakarifikasi serat dengan pretreatment selama 4 minggu, yaitu masing-masing 13,08%, 0,86 mg/g dan 0,13 mg/g, sedangkan rendemen gula pereduksi, konsentrasi glukosa dan xilosa tertinggi dari pelepah kelapa sawit didapatkan dari sakarifikasi substrat dengan pretreatment selama 2 minggu, yaitu masing-masing 8,98%, 0,92 mg/g dan 0,23 mg/g.

Kata Kunci


Sakarifikasi, tandan kosong kelapa sawit, pelepah kelapa sawit, pretreatment, jamur pelapuk

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anita, S.H., T. Fajriutami, Fitria, R.A. Ermawar, D.H.Y. Yanto dan E. Hermiati. (2011). Pretreatment Trametes versicolor dan Pleurotus ostreatus pada bagas untuk produksi bioetanol. Teknologi Indonesia 34: 33-39.

Fatriasari, W., S.H. Anita, F. Falah, D.T.N. Adi dan E. Hermiati. (2010). Biopulping bambu betung menggunakan kultur campur jamur pelapuk putih (Trametes versicolor, Pleurotus) ostreatus dan Phanerochaete chrysosporium). Berita Selulosa 45(2): 44-56.

Goh, C.S., K.T. Lee dan S. Bhatia. (2010). Hot compressed water pretreatment of oil palm fronds to enhance glucose recovery for production of second generation bio-ethanol. Bioresource Technol 101: 7362-7367.

Isroi, R. Millati, S. Syamsiah, C. Niklasson, M.N. Cahyanto, K. Lundquist dan M.J. Taherzadeh. (2011). Biological pretreatment of lignocelluloses with white-rot fungi and its applications: A Review. Bioresources 6(4): 1-36.

Japan Wood Research Society. 2000. Mokushitsu Kagaku Jiken Manual. Tokyo: Japan Wood Research Society Publisher.

Jung, Y.H., I.J. Kim, J.I. Han, I.G. Choi dan K.H. Kim. 2011. Aqueous a mmonia pretreatment of oil palm empty fruit bunches for ethanol production. Bioresource Technol 102: 9806-9809.

Katinonkul, W., J.S. Lee, S.H. Ha dan J.Y. Park. 2012. Enhancement of enzymatic digestibility of oil palm empty fruit bunch by ionic-liquid pretreatment. Energy 47: 11- 16.

Mosier, N., C. Wyman, B. Dale, R. Elander, Y.Y. Lee, M.T. Holtzapple dan M. Ladisch.

(2005). Features of promising technologies

for pretreatment of lignocellulosic biomass. Bioresource Technol 96: 673-686.

Selig, M., N. Weiss dan Y. Ji. (2008). Enzymatic Saccharification of Lignocellulosic Biomass NREL LAP 3/21/2008.

Shamsudin, S., U.K. Md Shah, H. Zainudin, S. Abd-Aziz, S.M.M. Kamal, Y. Shirai dan M.A. Hassan. (2012). Effect of steam pretreatment on oil palm empty fruit bunch for the production of sugars. Biomass and Bioenerg 36: 280-288.

Sun, Y. dan J. Cheng. (2002). Hydrolysis of lignocellulosic materials for ethanol production: A Review. Bioresource Technol 83: 1-11.

Tien, M. dan T.K. Kirk. (1984). Lignin-degrading enzyme from Phanerochaete chrysosporium: Purification, characterization, and catalytic properties of a unique H2O2 requiring oxygenase. Proc Natl Acad Sci USA 81: 2380-2384.

Tuor, U., K. Winterhalter dan A. Fiechter. (1995). Enzymes of white rot fungi involved in lignin degradation and ecological determinants for wood decay. J Biotechnol 41: 1-17.

Wrolstad, R.E., T.E. Acree, E.A. Decker, M.H. Penner, D.S. Reid,S.J.Scwartz,C.F. Shoemaker, D. Smith dan P. Sporns (Eds.). 2004. Handbook of Food Analytical Chemistry: Water, Proteins, Enzymes, Lipids, and Carbohydrates, New Jersey: John Wiley & Sons, Hoboken.

Zhu, L., J.P. O'Dweyer, V.S. Chang, C.B. Granda dan M.T. Holtzapple. 2008. Structural features affecting biomass enzymatic digestibility. Bioresource Technol 99: 3817-3828.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2014.32.2.111-122

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.