KETAHANAN BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper Backer) YANG DIAWETKAN DENGAN CCB TERHADAP SERANGAN PENGGEREK DI LAUT

Mohammad Muslich, Sri Rulliaty

Sari


Bambu adalah bahan lignoselulosa yang rentan terhadap serangan serangga termasuk penggerek di laut. Penelitian ini dilakukan sebagai informasi dasar pengawetan bambu menggunakan bahan pengawet CCB (Copper-bichromated boron) terhadap penggerek di laut. Lima belas batang bambu petung,masing-masing panjangnya 4 m, dibedakan bagian pangkal, tengah dan ujung. Semua batang bambu tersebut diawetkan dengan CCB 3% dengan proses modifikasi Boucherie selama 7 hari. Bambu yang sudah diawet, dibuat contoh uji berukuran panjang 30 cm dan lebar 5 cm dengan ulangan sebanyak 15 kali. Sebelum contoh uji dipasang di laut selama 6 bulan, retensi dan penetrasi bahan pengawet dicatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua contoh uji diserang oleh penggerek di laut dengan berbagai tingkat serangan. Contoh uji yang diawetkan dengan CCB mendapat serangan ringan, sedangkan yang tidak diawetkan mendapat serangan berat oleh penggerek di laut. Siafat anatomi bambu petung mempunyai jaringan ikatan pembuluh yang terdiri dari metaksilem dan phloem dengan diameter yang besar, sehingga mudah diawetkan. Rata-rata retensi bahan pengawet CCB pada contoh uji bagian pangkal adalah 13,62 kg/m3, sedangkan bagian tengah dan atas 11,47 kg/m3 dan 9,12 kg/m3. Semua contoh uji yang diawetkan dengan proses modifikasi Boucherie mencapai penetrasi 100%. Hasil identifikasi penggerek yang menyerang contoh uji adalah Teredo sp. dan Martesia striata.


Kata Kunci


Bambu petung, sifat anatomi, perlakuan CCB, penggerek di laut

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2014.32.3.199-208

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.