PEMANFAATAN MINYAK Dryobalanops aromatica SEBAGAI BAHAN PEWANGI ALAMI

Gunawan Pasaribu, Gusmailina Gusmailina, Sri Komarayati

Sari


Dryobalanops aromatica merupakan tumbuhan berkayu penghasil minyak dan kristal yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Saat ini minyak dan kristal menjadi komoditas eksport untuk keperluan kosmetik dan obat-obatan. Di masyarakat, minyak ini hanya dimanfaatkan secara terbatas pada pengobatan sederhana pada berbagai penyakit ringan. Pemanfaatan di dalam negeri masih sangat terbatas, sehingga diperlukan penelitian yang mengarah pada peningkatan nilai tambah dari minyak ini. Pemanfaatan sebagai bahan pewangi/ parfum, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula parfum minyak Dryobalanops yang disukai berdasarkan uji organoleptik adalah minyak Dryobalanops (25%), dengan etanol (75%) dan campuran bahan aditif berupa odorant green tea, PG dan minyak nilam (0,8%). Formula ini memiliki karakteristik tingkat keharuman yang lembut (harum), dengan ketajaman aroma pada tingkat agak tajam. Dari analisis kimia minyak Dryobalanops aromatica diketahui bahwa minyak memiliki senyawa penanda borneol dan senyawa lainnya yaitu Caryophyllene; 3-Cyclohexene-1-methanol,.alpha.,.alpha.,4-trimethyl-, (S)-(CAS) p-Menth-1-en-8-ol,(S)-(-)-; 1,4,7,-Cycloundecatriene, 1,5,9,9-tetramethyl-, Z,Z,Z- dan 3-Cyclohexen-1-ol, 4-methyl-1-(1-methylethyl)- (CAS) 4-Terpineol.


Kata Kunci


Dryobalanops, minyak, parfum, organoleptik, komponern kimia

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bhatia, S.P., C.S. Letizia, and A.M. Api. (2008). Fragrance material review on borneol. Food and Chemical Toxicology 46 : S77–S80.

Calkin, R.R and Jellinck, J.S. (1994). Perfumery: Practice and Principle. A Wiley-Interscience Publication. John Wiley & Sons, Inc.

Duke S. (2005). Plants containing Borneol. Phytochemical and Ethnobotanical Databases. Institute for Traditional Medicine, Portland, Oregon.

Guillot, C. (2002). Lobu Tua Sejarah Awal Barus. Yayasan Obor Indonesia.

Heyne. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Terjemahan. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan.

Koo, B.S., S-I. Lee, J-H. Ha. and D-U. Lee. (2004). Inhibitory Effects of the Essential Oil from SuHeXiang Wan on the Central Nervous System after Inhalation. Biol. Pharm. Bull. 27(4) 515—519

Mangun, H.M.S. (2008). Nilam. Jakarta: Penebar Swadaya.

Parry, E. J. (1922). The Chemistry Of Essential Oil and Artificial Perfumes. New York: D. Van Nostrand Company.

Steel, R.G.D. dan Torrie, J.H. (1995). Prinsip dan Prosedur Statistika (Suatu Pendekatan). Terjemahan : B. Sumantri. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sutrisna, D. 2008. Kapur barus : pohon dan sumber tertulis asing. Medan: Balai Arkeologi.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2014.32.3.235-242

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.