STRUKTUR ANATOMI, SIFAT FISIS DAN MEKANIS KAYU KAMBELU (Buxus rolfie Vidal.) DAN KANDURUAN (Phoebe cuneata Blume) ASAL HUTAN ALAM DI SULAWESI BARAT

Mody Lempang, Muhammad Asdar, Sri Rulliaty

Abstract


Penelitian ini bertujuan mempelajari struktur anatomi dan sifat fisis dan mekanis dua jenis kayu dari hutan alam di Sulaweis Barat yaitu kambelu (Buxus rolfie Vidal.) dan kanduruan (Phoebe cuneata Blume). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambelu memiliki kayu teras berwarna kemerahan, gubal berwarna merah muda keabuan dan tebal 2-3 cm, lingkar tumbuh jelas, kayunya keras; serat berpadu; tekstur agak halus dan permukaan agak mengkilap. Kanduruan memiliki kayu teras berwarna coklat keabuan dan gubal berwarna coklat muda dengan lebar sekitar 5-7 cm, tekstur agak halus dan tidak merata, arah serat berpadu, agak mengkilap, kesan raba agak licin, keras, corak polos, dan tidak berbau khusus. Kambelu dan kanduruan mempunyai serat kayu panjang dan tebal dinding sel sedang dan berdasarkan nilai turunan dimensi seratnya termasuk kelas kualitas I untuk kertas. Kambelu dan kanduruan memiliki berat jenis 0,62 dan 0,63, tergolong kelas kuat III-I. Kambelu memiliki sifat penyusutan dari basah ke kering udara lebih rendah dari kayu kanduruan.

Kata kunci : Kembelu, kanduruan, Sulawesi Barat, anatomi, fisis

References


Departemen Kehutanan. 2008. Eksekutif data strategis kehutanan 2008. http://www.dephut.go.id/files Eksekutif_Data_2008. pdf. Diakses tanggal 17 Pebruari 2010.

Dumanau, J. F. 1982. Mengenal kayu. PT. Gramedia. Jakarta.

JIS. 2003. Standard methods of testing small clear specimens of timber. Japan Industrial Standard (JIS). Tokyo, Japan.

Lemmens, R.H.M.J. and N. Bunyarapraphatsara (eds.). 2003. Plant Resources of South-East Asia 12 (3) Medicinal and poisonous plants 3. Prosea. Bogor.

Mandang, Y. I. dan I.K.N. Pandit. 1997. Seri Manual: Pedoman identifikasi jenis kayu di lapangan. Prosea-Pusdiklat Pegawai dan SDM Kehutanan. Bogor.

Massijaya, M.Y. 2008. Upaya Penyelamatan Industri Pengolahan Kayu Indonesia Ditinjau Dari Sudut Ketersediaan Bahan Baku. http://www.fahutan.s5.com /sept/SEPT006.HTM. Diakses Tgl. 17 Pebruari 2010.

Oey, D.S. 1990. Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman No. 13. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Rachman, A.N. dan R.M.Siagian. 1976. Dimensi serat jenis kayu Indonesia. Laporan No.75. Lembaga Penelitian Hasil Hutan, Bogor.

Rulliaty, S. 1994. Wood Quality Indicators as Estimators of Juvenile Wood in Mahogany (Swietenia macrophylla King.) from Forest Plantation in Sukabumi, West Java, Indonesia. Unpublished Master's Thesis, University of the Philippines at Los Banos, College, Laguna. The Phillippines.

Sass, J.E. 1961. Botanical Microtechnique. The Iowa State University Press, Ames, USA.

Sosef, M.S . M., L. T. Hong and S. Prawirohatmodjo. 1998. Plant Resources of South-East asia 5 (3) Timber Trees: Lesser-known timbers. Prosea. Bogor.

Tinambunan, D., R. Sudrajat, O. Rachman, G. Sumarni, B. Wiyono dan Suhariyanto (Penyunting). 2006. Prosiding seminar hasil litbang hasil hutan 2005. Puslitbang Hasil Hutan Bogor.

Wheeler, E.A., P. Baas and E.Gasson. 1989. IAWA list of microscopic features for hardwood identification. IAWA Bulletin. N.s. 10(3): 219-332.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2013.31.1.27-35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.