ARANG DAN CUKA KAYU : PRODUK HASIL HUTAN BUKAN KAYU UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN DAN SERAPAN HARA KARBON

Sri Komarayati, Gusmailina Gusmailina, Gustan Pari

Abstract


Arang dan cuka kayu merupakan sumber karbon yang dihasilkan dari proses karbonisasi, dan multi manfaat untuk digunakan sebagai pemacu pertumbuhan maupun meningkatkan serapan hara karbon. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian uji coba arang dan cuka kayu terhadap media tumbuh anakan sengon, jabon dan pohon penghasil gaharu selama enam bulan di kebun penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan anakan sengon, jabon dan pohon penghasil gaharu, mengetahui kandungan karbon, nitrogen, fosfor dan kalium dalam tanah dan dalam biomasa tanaman setelah diberi arang dan cuka kayu. Penambahan arang dilakukan dengan cara mencampurkan arang dan tanah secara merata, sedangkan cuka kayu disiramkan pada tanah. Untuk pemeliharaan tanaman, dilakukan penyemprotan cuka kayu pada batang, tangkai dan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan arang dan cuka kayu pada media tumbuh anakan sengon dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman sebesar 127% dan 208%, untuk diameter 109% dan 129%. Pada tanaman jabon, penambahan arang dan cuka kayu dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi sebesar 117% dan 142%, untuk diameter 166% dan 128%. Sedangkan pada pohon penghasil gaharu belum kelihatan pengaruhnya, karena masih memerlukan waktu yang lebih lama untuk tanaman tersebut beradaptasi. Arang dan cuka kayu dapat meningkatkan serapan hara karbon dalam tanah dan biomas. Selain karbon (C), unsur hara N, P dan K juga meningkat.

References


SEAMEO-BIOTROP. 2000. Pedoman pengharkatan hara kompos.

Sinar Tani. 2012. Biochar yang tepat untuk tanah yang tepat. Edisi No. 3433, 22 Februari 2012. Diakses tanggal 2 April, 2012.

Sinar Tani. 2010. Cuka kayu penyubur dan penguat tanaman. Membangun Kemandirian Agribisnis. Up date 2008.

Gani.A. 2009. Potensi arang hayati sebagai komponen teknologi perbaikan produktivitas lahan pertanian. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, Vol/No : IT 04/01, tahun 2009. Pusat Litbang Tanaman Pangan. Badan Litbang Pertanian.

Gusmailina, G. Pari and S. Komarayati. 2002. Implementation study of compost and charcoal compost production. Laporan

Ker jasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan dengan JIFPRO, Jepang. Tahun 3. Puslitbang Teknologi Hasil Hutan. Bogor. Tidak dipublikasi.

Hidayat. 2010. Pemanfaatan arang sebagai biochar yang ramah lingkungan. Arief Hidayat Blog, 16 Desember 2010. Di akses tanggal 14 April 2012.

Imanuddin, R., C.A. Siregar and I. Nobuo. 2005. Growth of Shorea leprosula and Shorea macrophylla plantation as affected by charcoal application in West Kalimantan. Proceeding of the 2nd workshop on demonstration study on carbon fixing

forest management in Indonesia. Kerjasama FORDA dan JICA. Bogor, 11 Januari 2005.

Komarayati, S. dan E. Santoso. 2011. Arang dan cuka kayu : Produk HHBK untuk stimulan pertumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia). Jurnal Penelitian Hasil Hutan 29 (2) : 155- 178. Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Bogor.

_________, Gusmailina dan G. Pari. 2011. Produksi cuka kayu hasil modifikasi tungku arang terpadu. Jurnal Penelitian Hasil

Hutan, 29 (3): 234-247. Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Bogor.

Madjid. 2011. Mekanisme penyediaan unsuh hara untuk tanaman. Sumber : file///D:/ mekanisme penyediaan unsuir hara untuk html. Diakses tanggal 16 Pebruari 2012.

Nurhayati, T. 2007. Produksi arang terpadu dengan cuka kayu dan pemanfaatan cuka kayu pada tanaman pertanian. Makalah

pada acara pelatihan pembuatan arang terpadu dan produk turunannya. Di Dinas Kehutanan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, 17-26 Juli 2007.

Ogawa, M. 1994. Symbiosis of people and nature in the tropics. Farming Japan. (Agriculture, Forestry, Fisheries). Vol 28 (5) : 10 - 30. Kansai Environmental Engineering Center

Co., Ltd. Japan.

Ott, R.L. 1994. An introduction to statistical methods & data analyses. Fourth edition. Durbury Press. Belmont, California. USA.

Pari, G. 2009. Laporan mengikuti 1 st Asia Pasific Biochar Conference Gold Coast. Australia, 17-20 Mei 2009. Tidak Diterbitkan.

Siregar, C. A.I., Heriansyah and M. Kyoshi. 2003. Studi pendahuluan efek aplikasi arang terhadap pertumbuhan awal Acacia mangium Pinus merkusii dan Shorea leprosula.

Buletin Penelitian Hutan, np. 634, hal 27-40. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor. Indonesia.

Siregar, A. 2005. Effect of charcoal application on early growth stage of Acacia mangium and Michelia montana. Proceeding of the 2nd workshop on demonstration study on carbon fixing forest management in Indonesia. Kerjasama FORDA dan JICA.

Bogor, 11 Januari 2005.

Sonny. 2008. Teknik pembentukkan karakter warna. Manfaat dibalik pekatnya arang. Tabloid Bunga. Gallery. Dwi mingguan/ Th I / 08. 10-23 Januari 2008.

Steel, R.G.D., dan Torrie, J.H. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika (Terjemahan) PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sukmana, S. 1983. Evaluation of unit process in the composting of it waste. Fakulteit van de Land bouwwetenschafen Laboratory Voor Bodemfysica, Bodemconditionering en Tuinbouw bodemkunde.

Yatagai. 2002. Utilization of charcoal and wood vinegar in Japan. Report. Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2013.31.1.49-62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.