KARAKTERISTIK ARANG AKTIF DARI TUNGGAK Acacia crassicarpa

Yeni Aprianis

Sari


Tunggak sisa tebanganAcacia crassicarpaHutan Tanamanan Industri (HTI) selama ini belum dimanfaatkan padahal potensinya cukup besar. Pembuatan arang aktif dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan tunggak ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat dasar arang aktif dari tunggak Acacia crassicarpa. Tunggak Acacia crassicarpa dibuat arang kemudian direndam dalam larutan H3PO4dengan konsentrasi 5% dan 10% selama 90 menit. Selanjutnya diaktivasi dalam retort pada suhu 650C, 750C dan 850C. Mutu arang aktif yang dihasilkan di uji daya serap iod, benzena, kloroform, formaldehid, abu, karbon, zat terbang, pori permukaan dengan SEM dan derajat kristalinitas dengan XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif terbaik diperoleh pada aktivasi perendaman H3PO410% dengan temperatur 750C. Pada kondisi tersebut diperoleh rendemen sebesar 57%, kadar air 0,49%, kadar zat terbang 7,37%, kadar abu 4,22%, karbon terikat 88,41%, daya serap iod 1.115,5 mg/g, daya serap benzena 25,52%, daya serap kloroform 41,29% dan daya serap formaldehid 45,91%. Arang aktif ini memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan bisa digunakan untuk menjernihkan air. pH air meningkat dari 5,63 menjadi 6,9 dan logam Fe dan Zn menurunkan masing- masing dari 0,600 dan 0,037 mg/L menjadi 0,424 dan 0,024 mg/L. Arang aktif yang dihasilkan strukturnya menjadi lebih teratur setelah diaktivasi.


Kata Kunci


Arang aktif, tunggak, Acacia crassicarpa

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 2009. Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK), Pengolahan Arang Tempurung. Bank Indonesia, Direktorat Kredit, BPR dan UMKM. Jakarta.

Anonim. 2009. Laporan Studi Penetapan Angka Konversi Tunggak Acacia mangium dan Acacia crassicarpa di Hutan Tanaman Industri PT Arara Abadi Provinsi Riau. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan bekerja sama dengan Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Anonim. 2005. Standar Nasional Indonesia Arang aktif teknis (SNI 06-3730-1995). Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Hendra D., dan S. Darmawan. 2007. Sifat arang aktif dari tempurung kemiri. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 25 (4): 291-302. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Hendra D. 2006. Pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa sawit dan serbuk kayu gergajian campuran. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 24 (2): 117 132. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Pari, G., K. Sofyan, W. Syafii dan Buchari. 2004. Arang aktif sebagai bahan penangkap formaldehida pada kayu lapis. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 14 (1): 17-23. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Pari, G., K. Sofyan, W. Syafii dan Buchari. 2005. Pengaruh lama aktivasi terhadap struktur kimia dan mutu arang aktif serbuk gergaji sengon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 23(3): 207-218. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor

Pari, G., D. Tohir, Mahpudin dan J. Ferry. 2006. Arang aktif serbuk gergaji sebagai bahan adsorben pada pemurnian minyak goreng bekas. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 24 (4): 309-322. Pusat Penelitian dan Pengem- bangan Hasil Hutan. Bogor.

Pujiarti, R., dan J.P Gentur Sutapa. 2005. Mutu arang aktif dari limbah kayu mahoni (Swietenia macrophylla King) sebagai bahan penjernih air. Jurnal Ilmu dan Teknologi

Kayu Tropis 3(2):33-38.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2012.30.4.261-268

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.