PENGARUH PRAPERLAKUAN BAHAN BAKU TERHADAP KUALITAS PAPAN LAMINA ROTAN

Adi Santoso, Gustan Pari, Krisdianto Krisdianto, Karnita Yuniarti, Jasni Jasni, Heru Wibisono

Abstract


Rotan berpotensi dikembangkan menjadi produk komposit dengan teknologi perekatan menjadi rotan lamina. Namun sebagai bahan baku, rotan memiliki kelemahan, yakni mengandung komponen kimia yang bersifat menghambat ikatan perekat dengan molekul-molekul kimia rotan. Upaya mengatasi hal tersebut, dilakukan teknik penyempurnaan pembuatan rotan komposit guna memperoleh data efek perlakuan pendahuluan pada rotan sebagai bahan baku. Rotan sebagai bahan baku terlebih dahulu dikeringkan dengan gelombang mikro, penguapan hidrothermal dan cara konvensional  guna menurunkan kadar komponen kimia penghambat perekatan yang terkandung dalam rotan. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang teknologi pembuatan rotan lamina dari jenis Batang (Calamus zolingerii) berdiameter besar (>20 mm) dengan perekat tanin mangium.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pendahuluan pada rotan sebagai bahan baku berupa pengeringan dengan cara oven, steam, penggorengan, hidrothermal, dan gelombang mikro,  masing-masing menghasilkan efek yang berbeda terhadap komponen kimia yang terkandung dan derajat kristalinitasnya. Papan lamina rotan terbaik diperoleh dari rotan yang diberi perlakuan pendahuluan menggunakan gelombang mikro  oven 1 kW (input) dengan kekuatan energi maksimum 50%.


Keywords


Rotan batang (Calamus zolingerii); perlakuan pendahuluan; perekat tanin mangium; papan lamina rotan

References


Akzonobel. (2001). Synteko phenol-resorcinol adhesive 1711 with hardeners 2620, 2622, 2623. Casco Adhesive, Asia.

Alrasjid, H. (1989). Teknik penanaman rotan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor. Tidak diterbitkan.

Cowd, M.A. (1991). Kimia Polimer. Terjemahan. Penerbit ITB, Bandung.

Dransfield, J., & Manokaran, N. (1996). PROSEA 6: Rotan. Terjemahan dari judul asli Rattan. Yayasan PROSEA (Bogor) dan UGM (Yogyakarta).

FU Jia-Jia, Shen SHEN, Jun-Lu DUAN, Chen TANG, Xiao-Ying DU, Hong-Bo WANG, & Wei-Dong GAOa. 2017. Microwave Heating: A Potential Pre-Treating Method for Bamboo Fiber Extraction. Thermal Science, 21(00):55-55.

Krisdianto, Jasni, Martono. D., Santoso, A., & Supriadi, A. (2015). Inovasi teknik pengolahan rotan. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil hutan, Bogor.

Lestari, A. S. R. D., Hadi, Y. S., Hermawan, D., & Santoso, A. (2015). Glulam properties of fastgrowing species using mahogany tannin adhesive. BioResources, 10(4), 7419–7433. doi: 10.15376/biores.10.4. 7419-7433.

Japanese Industrial Standard (JIS).1980. General Testing Method for Adhesives. (JIS K 6833-1980). Tokyo.

Pari R, Abdurachman, & A Santoso. (2018). Keteguhan Rekat dan Emisi Formaldehida Papan Lamina Rotan. Menggunakan Perekat Tanin Formaldehida. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 37(1), 33-41. doi: 10.20886/jphh.2016.34.4. 269-284.

Rachman, O. (2001). Pengolahan rotan lepas panen. Seri pengembangan PROSEA 6.3. PROSEA Indonesia. Yayasan PROSEA Bogor.

Rachman, O dan Jasni. (2008). Rotan, Sumber Daya, Sifat dan Pengolahannya. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Jakarta. Pp. 133.

Rachman,O & Jasni. (2013). Rotan. Sumberdaya, Sifat dan Pengolahannya Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Bogor. Buku.

Retraubun, A.S.W. (2013). Hilirisasi Industri Rotan Menjadi Komitmen Utama Kemeterian Perindustrian. Furnicraf Today. Membangun Pertumbuhan Indutri yang Terbesar di Kawasan Regional. Media Informasi Industri Mebel dan Kerajinan Nasional. pp. 32-33.

Santoso A, G Pari, & Jasni. (2015). Kualitas Papan Lamina dengan Perekat Resorsinol dari Ekstrak Limbah Kayu Merbau. Jurnal Penelitian Hasil hutan, 33 (3), 253–260. doi: 10.20886/jphh.2016.34.4. 269-284.

Santoso A, Sulastiningsih, Jasni, Abdurachman, Rohmah P, Tantra T (2016). Teknologi pembuatan rotan komposit. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Litbang Hasil Hutan, Bogor.

Saptadi D. (2014). Karbon Nanoporous dari Biomasa Hutan Melalui Proses Karbonisasi Bertingkat: Pirolisis, Hidrotermal dan Aktivasi. Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB- Bogor.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2000). Fenol formaldehida cair untuk perekat kayu lapis (SNI 4567-2000). Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Sulastiningsih IM, A Santoso, Barly, & MI Iskandar. (2013). Karakteristik Papan Bambu Lamina dengan Tanin Resorsinol Formaldehida. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 11(1), 62–72.

Sulastiningsih IM, A Santoso, & Krisdianto. (2016). Karakteristik Balok Bambu Lamina Susun Tegak dari Bilah Bambu Andong (Gigantochloa pseudo-arundinacea (Steud.) Widjaja). Jurnal Penelitian Hasil hutan, 34(3), 167−177. doi: 10.20886/jphh. 2016.34.4. 269-284.

Sudjana. (2012). Desain dan Analisis Eksperimen. Bandung: Tarsito.

Tellu,T. (2014). Kemenperin Diminta Tetapkan Jenis Papan Rotan. http://www.jurnas. com/halaman/28/2014-03-28/294155/ Akses 8 Mei 2014.

Teresia,A..(2013).Tempo.co.http://www.tempo.co/read/news/2013/01/28/09457414/Papan-Rotan-Indonesia-Diminati-Pasar-Global/ Akses 8 Mei 2014.

Vinden, P. dan G. Torgovnikov. (2000). The physical manipulation of wood properties using microwave. Proceed. IUFRO Conference, launcheston, Tasmania, Australia. Pp. 240-247.

Yilgor, N., Unsal, O., & Kartal, S.N. (2001). Physical, mechanical and chemical properties of steamed beech wood. Forest Product Journal, 51(11-12), 89-93.

Zielonka, P. dan K. Dolowy. (1998). Microwave drying of Spruce, moisture content, temperature and heat energy distribution. Forest Products Journal, 48(6), 77-80.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2022.40.2.105–114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)

eISSN : 2442-8957        pISSN : 0216-4329

       

JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.