PENGUJIAN KETAHANAN BILAH BAMBU Petung (Dendrocalamus asper) (Schults f.) Backer ex Heyne) TERHADAP JAMUR DENGAN CARA HAMPARAN TANAH

Krisdianto Krisdianto

Sari


Keawetan merupakan salah satu aspek penting dalam penelitian sifat dasar bambu. Sebagai bahanberlignoselulosa alami, bambu mudah diserang organisme perusak termasuk jamur. Pengujianketahanan bambu terhadap organisme perusak pada umumnya mengikuti metode laboratorium yangtelah diterapkan pada kayu, seperti penggunaan bacto agar. Pengujian dengan hamparan tanahmerupakan salah satu alternatif untuk menguji ketahanan bambu terhadap jamur, karena metode inimurah dan mudah dilakukan. Tulisan ini mempelajari cara pengujian keawetan bilah bambu denganmetode hamparan tanah. Contoh uji bilah bambu diambil dari bagian dalam (i), tengah (m) dan luar (o)dan bagian pangkal (B) , tengah (M) dan ujung (T). Hasilnya menunjukkan bilah bambu dari bagiandalam (i) lebihmudah diserang jamur dari bagian tengah (m) dan luar (o). Setelah enam bulan, contoh ujidari bagian dalam gagal dalam uji tusuk dan uji patah dengan tangan, sedangkan bilah dari bagian tengahgagal setelah delapan bulan pengujian. Contoh uji yang diuji dengan kemampuan tanah menahan air100% lebihmudah terserang jamur daripada contoh uji yang ditanam pada tanah yang mampu menahanair 80%. Bilah bambu dari bagian bawah (B) lebih tahan terhadap serangan jamur dari bagian tengah (M)dan atas (T), namun perbedaannya kurang nyata. Pada umumnya pengujian bilah bambu denganhamparan tanah dapat dijadikan metode pengujian alternatif untuk menentukan keawetan bilah bambuterhadap jamur.


Kata Kunci


Keawetan, bambu, hamparan tanah, bagian batang, kemampuan menahan air

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ASTM International. 1973. Standard method for evaluating wood preservatives by field tests with stakes. ASTMD1758, Vol.16. ASTM.

Deppe, H.J. dan M. Gersonde. 1977. Technological advances in the production and testing of preserved wood-based panel products. Journal of the Institute of Wood Science 7(5):20-25.

Hedley,M. 1993. Comparison of performance of wood preservatives in laboratory and field test and in service tests of treated commodities. IRG/WP 93-20010. Orlando, USA17-21 Mei.

Hedley, M. dan J.A. Butcher. 1985. Protocol for evaluating and approving new wood preservatives. IRG/WP85-2159. Brazil, 17-18 Mei.

Hedley, M. 1980. Comparison of decay rates of preservative-treated stake sin field and fungus cellar tests. IRG/WP 80-2135. Carolina, USA, 4-9 Mei.

Hill, C.A.S. 2006. Wood Modification Chemical, Thermal and Other Processes, Renewable Resources. John Wiley & Sons Ltd. West

Sussex, England. P. 239.

Hughes, C. 1982. The natural durability of untreated timbers.What's New in Forest Research. Forest Research Institute, Rotorua,NewZealand.

Kumar, S. 2007. Bamboo protection research: contributions from India. IRG/WP 07-40355.Wyoming, USA, 20-24 Mei.

Liese,W. 1959. Bamboo preservation and soft rot. Food and Agricultural Organization, Roma. p. 37.

Liese, W. 1985. Anatomy and properties of bamboo. In Rao, A.N., G. Dhanarajan and C.B. Sastry. International Bamboo Workshop. Hangzhou, China. pp.196-208.

Liese, W. 1998. The anatomy of bamboo culms. Technical Report No.18. International Netwrok fro Bamboo and Rattan. Beijing, China. p.204.

Sugiyanto, K. 2011. Physical and chemical modification of the bamboo species Dendrocalamus asper. Doctor of Phylosophy thesis. The University of Melbourne, Australia.

Vinden, P., J.F. Levy danD.J. Dickinson. 1983. Soil bed studies Part III. The efficacy of wood preservatives. IRG/WP 83-2205. Gold

Coast, Australia, 9 13 Mei. Vinden, P., J.G. Savory, D.J. Dickinson dan J.F.

Levy. 1982. Soil-bed studies. IRG/WP 82-2181. Izmir,Turkey, 28 Mei.

Willeitner,H. 1984. Laboratory test on the natural durability of timber methods and problems. IRG/WP 84-2217. Ronneby Brunn, Sweden, 28 Mei 1 Juni.

Williams G.R., D. Rudolph, M. Hedley, J. Drysdale dan R. Fox. 1994. Observation on the performance of copper-based wood preservatives

in fungal cellar (soil bed) tests. IRG/WP 94-20047. Bali, Indonesia, 29 Mei - 3 Juni.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2012.30.3.208-217

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.