SIFAT DAN MUTU ARANG AKTIF TEMPURUNG KEMIRI

Mody Lempang, Wasrin Syafii, Gustan Pari

Sari


Arang aktif adalah produk dari proses aktivasi arang yang kemampuan penyerapannya lebih tinggidan memiliki kegunaan lebih banyak daripada arang biasa. Beberapa bahan yang banyak digunakansebagai sumber bahan baku pembuatan arang aktif adalah batubara, kayu dan limbah pertanian sepertitempurung dan kulit biji. Penelitian ini bertujuan mendapatkan teknologi pengolahan arang tempurungkemiri menjadi arang aktif yang bermutu dengan sifat-sifat memenuhi persyaratan SNI 06-3730-1995.Tempurung kemiri dikarbonisasi menggunakan tungku drum untuk menghasilkan arang, selanjutnyaarang diaktivasi di dalam retort listrik menggunakan aktivator panas dan uap H2O dalam waktu 90 dan120 menit pada suhu 550 C, 650 Cdan 750 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aktivasi arang tempurung kemiri berpengaruh terhadap sifat-sifat arang aktif yang dihasilkan. Arang aktif yang memiliki sifat penyerapan tertinggi terhadap Iodium (758,70 mg/g ) didapatkan dari proses aktivasi dengan perlakuan aktivator uap H2O dalam waktu 120 menit pada suhu 750 C. Proses aktivasi tersebut menghasilkan arang aktif dengan rendemen 56,67% dan memilikimutu yang memenuhi persyaratan SNI 06-3730-1995.


Kata Kunci


Arang aktif, tempurung kemiri, sifat,mutu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustina, S. 2004. Kajian Proses Aktivasi Ulang Arang Aktif Bekas Adsorpsi Gliserin Dengan metode Pemanasan (Tesis Program Magister). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Allorerung, D., Z. Mahmud, B. Prastowo. 2008. Peluang kelapa untuk pengembangan pengembangan produk kesehatan. Pengembangan Inovasi Pertanian 1(4), 2008: 298-315. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor.

Asano, N.,J. Nishimura, K. Nisnimiya, T. Hata, Y. Imamura, S. Ishihara and B. Tomita. 1999. Formaldehyde Reduction in Indoor Enviroments by Wood Charcoals. Wood Researsch No 86.

Austin, G.T. 1884. Shreve's Chamical Process Industry. Fifth Edition. MCGraw-Hill Book Company,NewYork : 136-138.

BI. 2000. Pola pembiayaan usaha kecil pengolahan arang tempurung. Bank Indonesia (BI) http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/9 CF2F82D-3796-4A5D-8E26-8448D83CD746/16003/ Pengolahan ArangTempurung 1.pdf tgl 17 Juni 2009

BSN. 1995. Arang aktif teknis. Badan Standardisari Nasional (BSN), Jakarta. SNI 01-1682-1996.

BSN. 1996. Arang tempurung kelapa. Badan Standardisari Nasional (BSN), Jakarta. SNI 01-1682-1996

Darmawan, S. 2004. Pengolahan dan Pemanfaatan Kemiri. Prosiding ekspose Diskusi Hasil Hasil Penelitian BPPKNTB, 4 Desember 2004.Kupang.

Darmawan, S. 2008. Sifat arang aktif tempurung kemiri dan pemanfaatannya sebagai penyerap emisi formaldehida papan serat berkerapatan sedang (Tesis Program Magister). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hartoyo dan G. Pari. 1993. Peningkatan rendemen dan daya serap arang aktif dengan cara kimia dosis rendah dan gasifikasi. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 11 (5) (1993). 205-206. Pusat Penelitian

dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Hendaway, A.N.A. 2003. Influence of HNO3 oxidation on the structure and adsorptive properties of corncob-based activated carbon. Carbon 41:713-722.

Hendayana, S. 1994. Kimia Analitik Instrumen. Edisi I. IKIP Semarang Press, Semarang.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Vol.III. Terjemahan Yayasan Sarana Wana Jaya. Jakarta.

JICA. 1997. Development of technology for utilizing charcoal products (Text for wood based materials aplication technology course (1997) pp.233-238. Japan International Coorporation Agency (JICA), Nagoya

Kadirvelu, K., K.Thamaraiselvi and C. Namasivayam. 2001. Removal of Heavy Metals from Industrial Waste Waters by

adsorption on to Activated carbon Preparad from an Agriculture Solid Waste. BioresourceTech 76: 63-65.

Lee, Y.J. and L.R. Radovic. 2003. Oxidation inhibition effects of phosphorus and boron in different carbon fabrics. Carbon 41:1987-1997.

Mattjik, A.A. dan M. Sumertajaya. 2006. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. IPB Press.

Bogor Nurhayati, T. dan M. Syahri. 1997. Pembuatan arang aktif dari tiga macam bahan baku dan penggunaannya sebagai penyerap pada pemurnian minyak goreng. Buletin Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Vol. 15 No. 1 Thn. 1997: 68-78. Pusat

Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial EkonomiKehutanan. Bogor.

Pari, G. 1996. Pembuatan arang aktif dari serbuk gergajian sengon dengan cara kimia. Bulletin Penelitian Hasil Hutan 14(8):308-320.

______. 2004. Kajian Struktur Arang Aktif dari Serbuk Gergaji Kayu sebagai Adsorben Emisi Formaldehida Kayu Lapis [Disertasi

Program Doktor]. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Setiawan, Y. Yang. 1992. Penganekaragaman produk olahan kemiri. Laporan Penelitian Tahun 1992 Balai Besar Penelitian dan

Pengembangan Industri Hasil Pertanian, Bogor.

Sudradjat, R., S. Soleh. 1994. Petunjuk Teknis Pembuatan Arang Aktif. Bagian Proyek Litbang Pemanfaatan Hasil HTI, Pusat Litbang Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2012.30.2.100-113

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.