REKAYASA PEMBUATAN MESIN PELET KAYU DAN PENGUJIAN HASILNYA

Djeni Hendra

Sari


Bahan bakar berbasis fosil untuk masa yang akan datang jumlahnya akan semakin menurun. Untukmengantisipasi hal tersebut diperlukan bahan baku lain yang sifatnya dapat diperbaharui yaitu biomasyang berasal dari tumbuhan. Biomas merupakan sumber energi terbarukan yang sifatnya serbagunakarena dapat menghasilkan bahan bakar untuk pemanas, listrik dan transportasi. Biomas dapat langsungdigunakan sebagai bahan bakar akan tetapi karena sifat fisiknya yang rendah seperti kerapatan massayang kecil dan permasalahan dalam penanganan, penyimpanan dan transportasinya sehingga perludilakukan upaya pemadatan massa kayu dengan dibuat produk pelet. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk membuat mesin pelet kayu dan pengujian kualitas pelet kayu yang dihasilkannya.Mesin pelet kayu yang dibuat berkapasitas 2,67 kg/jam dengan spesifikasi jumlah lubang cetakandibuat dengan ukuran 15 mm dan panjang 110 mm. Bahan baku yang digunakan dalam prosespembuatan pelet kayu adalah serbuk gergaji kayu jati (Tectona grandis), akasia (Acacia auriculiformis) dan sengon (Paraserianthes falcataria)dengan kehalusan 60 dan 80 mesh yang kemudian diolah pada suhu masing-masing 150, 180 dan 250 C. Mutu pelet kayu yang diuji meliputi penetapan kadar air, abu, zat terbang, nilai kalor, kerapatan dan keteguhan tekan. Pelet kayu yang terbaik dihasilkan dari serbuk gergaji kayu jati dengan kehalusan 80 mesh dihasilkan dari suhu kempa 250 C yaitu menghasilkan kerapatan sebesar 0,82 g/cm3 , keteguhan tekan 387,64 kg/cm , nilai kalor 4961,51 kal/g, kadar air 0,98% abu 0,93%, zat terbang 80,63%. Dalam satu jam dihasilkan 2,67 kg pelet kayu dengan energi listrik yang terpakai sebanyak 2,55 kWh.


Kata Kunci


Pelet kayu, limbah kayu, serbuk gergaji, nilai kalor, pres hidrolik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bergman, R., and J. Zerbe. 2004. Primer on wood biomass for energy. Forest service, state and private forestry technology marketing unit forest products glaboratory. Madison, Wisconsin.

Cook, A. 2007. Efficiency and Economic Advantages of Bulk Delivery of Biomass Pellet Fuel for Space Heating. Pellet Fuels

Institute. Arlington, Virginia.

El Bassam,N., and P. Maegaard, 2004. Integrated Renewable Energy of Rural Communities. Planning Guideline, Technologies and

Applications. Elsevier. Amsterdam.

Hendra, D. dan S. Darmawan. 2002. Pembuatan Briket Arang dari Serbuk Gergajian Kayu dengan Penambahan Tempurung Kelapa. Buletin Penelitian Hasil Hutan 18 (1) 1 - 9. Bogor.

Pellet Fuel Institute. 2007a. Pellets: Industri Specifics. http://www. pelletheat. org/3/industry/Industry Specifics.html. [8 Maret 2010].

Pellet Fuels Institute. 2007b. The Wider World of Pellet Fuel. www. pelletheat. org. Arlington,Vancouver. [8 Maret 2010].

Ramsay, W.S. 1982. Energy form Forest Biomass. Ed Academic Press, Inc.NewYork.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2012.30.2.144-154

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.