PEMBUATAN BIOETANOL DARI EMPULUR SAGU (Metroxylon spp.) DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM

Sri Komarayati, Ina Winarni, Djarwanto Djarwanto

Abstract


Sagu  (Metroxylon spp.)  merupakan  salah  satu  tumbuhan  asli  Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Penelitian pembuatan etanol berbahan dasar sagu dilaksanakan dengan menggunakan dua jenis enzim yaitu -amilase dan glukoamilase dan bahan baku berupa pati, empulur dan serat pada skala laboratorium dan skala usaha kecil. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan jenis enzim efektif dalam produksi etanol dari pati (tepung), empulur dan serat sagu. Metode penelitian terdiri dari proses liquifikasi dengan penambahan enzim alpha amilase, sakarifikasi diikuti penambahan enzim glukoamilase, fermentasi pada suhu 28° - 30°C, pH 5-5,5 berlangsung selama 3 hari dan distilasi pada suhu 78° - 80°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada skala laboratorium penggunaan enzim alpha amilase 0,18 mL dan enzim glukoamilase 0,15 mL, ragi 0,48 g menghasilkan kadar etanol paling tinggi yaitu 65,55% untuk pati sagu. Kadar etanol yang paling tinggi diperoleh dari kombinasi enzim alpha amilase 0,13 mL dan glukoamilase 0,11 mL, ragi 0,33 g yaitu sebesar 44,84% untuk empulur dan kombinasi enzim alpha amilase 0,13 mL dan glukoamilase 0,11 mL, ragi 0,33 g sebesar 8,26% untuk serat. Hasil penelitian pada skala usaha kecil menunjukkan persentase perolehan etanol dari pati, empulur dan serat sagu berturut-turut 24,00%; 11,00% dan 4,00% dengan kadar etanol masing-masing 91,00%, 71,00% dan 2,68% dan dengan rendemen masing- masing 6,00%; 2,75% dan 0,25%.


Keywords


Sagu, enzim-amilase, enzim glukoamilase, dan bioetanol

References


Bustaman, S. 2008. Strategi pengembangan Bio-etanol berbasis sagu di Maluku. Perspektif (7) 2, Desember 2008. Hal 65-79. Balai Besar Pengkajian Teknologi Pertanian Bogor.

Chemiawan, T . 2007. Krisis energi dan globalisasi. http://mahasiswanegarawan.wordpress. Di akses tanggal 16 Januari 2008.

Irawati, D. 2006. Pemanfaatan serbuk kayu untuk produksi etanol. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Tidak diterbitkan.

L. Suroso, P. Andayaningsih, N. Hatta, R. Safitri dan B. Marwoto. 2008. Hidrolisis serbuk empulur sagu (Metroxylon sagu Rottb) dengan HCl untuk meningkatkan efektivitas hidrolisis kimiawi. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi II. Universitas Lampung, tanggal 17-18 Nopember 2008, di Bandar Lampung. Penerbit Lembaga Penelitian Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Mursyidin, HD. 2007. Ubikayu dan bahan bakar terbarukan. Banjarmasin Post Online. hhtp://www.banjarmasinpost.co.id. Di akses pada tanggal 18 April 2008.

Nurdyastuti, I. 2008. Teknologi proses produksi bio-ethanol, prospek pengembangan biofuel sebagai substitusi bahan bakar minyak. Balai Besar Teknologi Pati BPPT. Jakarta.

Rostiwati, T., Y. Lisnawati, S. Bustomi, B. Leksono, D. Wahyono, S. Pradjadinata, R. Bogidarmanti, D. Djaenudin, E. Sumadiwangsa dan N. Haska. 2008. Sagu (Metroxylon spp.) sebagai sumber energi potensial. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. Bogor.

Soekaeni. 2008. Bioetanol. Soekaeni beri fakta nyata. Harian Kompas, 12 Juli 2008.

Steel, R.G.D., and Torrie, J.H. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika (Terjemahan). PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Susmiati, Y. 2010. Rekayasa proses hidrolisis pati dan serat ubi kayu untuk produksi bioetanol. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor.

Tarigan, D.D. 2001. Sagu memantapkan swadaya pangan. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 23(5): 1-3.

Taylor, J.R.N, Robbins, DJ. 1993. Factors Influencing Beta-Amylase Activity in Sorghum Malt. J. Inst. Brew. 99:413-416.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2011.29.1.20-32

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.