SIFAT PEMESINAN KAYU SURIAN (Toona sinensis (Adr.Juss.) M.J. Roemer) DAN KEPAYANG (Pangium edule Reinw.)

Muhammad Asdar

Sari


Pemesinan kayu adalah proses pengolahan kayu menjadi produk-produk seperti kayu gergajian, vinir dan meubel. Kualitas pemesinan kayu akan menentukan kualitas produk kayu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat pemesinan kayu surian dan kepayang asal Sulawesi. Pengujian sifat pemesinan mengacu pada ASTM D 1666-64 meliputi aspek uji penyerutan, pembentukan, pembubutan, pemboran dan pengampelasan. Mutu hasil pemesinan dinilai dari persentasi cacat yang muncul setelah proses pemesinan yang selanjutnya ditetapkan dalam lima kelas mutu. Hasil penelitian menunjukkan kayu surian dan kepayang memiliki sifat pemesinan sangat baik atau kelas I kecuali sifat pengampelasan pada kayu surian dan sifat pembubutan kayu kepayang yang tergolong baik atau kelas II. Kayu surian dan kepayang cocok digunakan sebagai bahan baku meubel dan moulding.


Kata Kunci


Pemesinan kayu; surian; kepayang

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdurachman, A.J dan S. Karnasudirdja. 1982. Sifat pemesinan kayu-kayu Indonesia. Laporan No. 160. Balai Penelitian Hasil Hutan, Bogor. Hlm. 23-34.

Abdurrohim, S., Y.I. Mandang dan U. Sutisna. 2004. Atlas Kayu Indonesia Jilid III. Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan. Bogor

American Society for Testing and Meterial (ASTM). 1981. Annual Book of ASTM Standards. Part 22: Wood; Adhesives. Philadelphia. USA. pp. 494- 520.

Asdar, M., M. Aksar, Zainuddin, Hajar, Palalunan dan H. Hermawan. 2006. Sifat pengerjaan jenis kayu kurang dikenal andalan setempat. Laporan hasil penelitian Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Sulawesi, Makassar. Tidak dipublikasikan.

Balfas, J. 1993. Masalah raised grain pada kayu jeungjing (Albizia falcataria (L.) Forsberg.) Proceedings Diskusi Sifat Dan Kegunaan Jenis Kayu HTI. Badan Litbang Kehutanan Dep. Kehutanan. Jakarta, 23 Maret 1989. Hlm. 231-243.

Davis, E.M. 1962. Machining properties and related characteristics of United States hardwoods. Technical Bulletin No. 1267. U.S. Department of Agriculture, Forest Service, Forest Products Laboratory. Madison WI. 68 p.

Forest Product Laboratory (FPL). 1999. Wood Handbook-Wood asan Engineering Material. U.S. Department of Agriculture, Forest Service, Forest Products Laboratory. Madison WI. 463 p.

Haygreen, J.G. dan J.L. Bowyer. 1996. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu, Suatu Pengantar. Cetakan ketiga. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Lemmens, R.H.M.J, I. Soerianegara dan W.C. Wong (Editors) 1995. Plant resources of South- East Asia. No. 5 (2). Timber trees: Minor commercial timber. Prosea. Bogor. Indonesia. pp. 492-499.

Oey Djoen Seng. 1990. Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian bertanya kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman No. 13. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Rachman, O dan J. Balfas. 1993. Karakteristik penggergajian dan pengerjaan beberapa jenis kayu HTI. Proceedings Diskusi Sifat dan Kegunaan Jenis Kayu HTI. Badan Litbang Kehutanan Dep. Kehutanan. Jakarta, 23 Maret 1989. Hlm. 146-156.

Supriadi, A dan O. Rachman. 2002. Sifat pemesinan empat jenis kayu kurang dikenal dan hubungannya dengan berat jenis dan ukuran pori. Buletin Penelitian Hasil Hutan 20 (1): 70-85. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

Szymani, R. 1989. Machining process. In Schniewind, A.P. (ed.) Concise encyclopedia of wood and wood-based materials. Pergamon Press. pp. 185-190.

Uyanto, S. S. 2006. Pedoman analisis data dengan SPSS. Graha Ilmu. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2010.28.1.18-28

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.