DAYA TAHAN 25 JENIS ROTAN TERHADAP RAYAP TANAH

Jasni Jasni, Han Roliadi

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan 25 jenis rotan terhadap serangan serangga rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) dengan menggunakan contoh uji berukuran panjang 2 cm dan diameter tergantung jenis rotannya. Pengujian berlangsung dalam jampot yang didalamnya terdapat 200 ekor rayap tanah kasta pekerja yang sehat dan aktif. Parameter yang diuji adalah persentase penurunan berat rotan dan persentase rayap yang yang hidup, yang kemudian melalui bantuan penelaahan statistik dipakai sebagai dasar penggolongan 25 jenis rotan tersebut menurut kelas ketahanannya. Disamping itu dilakukan pula pengamatan secara subyektif derajat serangan rayap terhadap rotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 25 jenis rotan yang diteliti, 7 jenis (28%) termasuk kelas ketahanan tinggi (kelas I dan II), sisanya yaitu 18 jenis (72%) termasuk kelas ketahanan rendah (kelas III, IV dan V). Dalam penggunaan rotan dengan kelas ketahanan rendah diperlukan proses pengawetan. Walaupun diamati secara subjektif, ternyata derajat serangan rayap berkorelasi positif dengan penurunan berat rotan (R = + 0,618**) dan jumlah rayap hidup (R = + 0,697**).


Kata Kunci


Rayap tanah; pengurangan berat; persen rayap yang hidup; derajat serangan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 1999. Standard Test Method for Laboratory Evaluation of Wood and Other Cellulosic Materials for Resistance to termites. ASTM (American Standard for Testing Material). Designation: D 3345-74 (Reappoved 1999).

Anonim. 2006. Uji ketahanan kayu dan produk kayu terhadap organisme perusak kayu. Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-7207.ICS 79.020. Badan Standarisasi Nasional (BSN), Jakarta.

Dransfield, J. 1974. A Short guide to rattan Biotrop/TF/74/128 Bogor, Indonesia 69 pp.

Dransfield, J. 1979. A manual of the rattan of Malay Peninsula. Malayan Forest Record No. 29. FRIM, Malaysia.

Dransfield, J. 1984. The Rattan of Sabah. Sabah Forest Record. No 13. Forest Departement Sabah.

Dransfield, J. 1992. Rattans of Sarawak. Royal Botanic Gardens, KEW. Richmond, Surrey TW9 3AB UK & Sarawak Forest Departement. Kucing, Sarawak, Malaysia.

Dransfield, J. and N. Manokaran 1996. Sumberdaya Nabati Asia Tenggara 6: Rotan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta dan PROSEA Bogor.

Jasni. 1992. Cara pengolahan rotan dan pencegahan serangan organisme pada rotan di Semarang dan sekitarnya. Prosiding Pengembangan Bioteknologi. Bogor Hal 259-270.

Jasni., R. Damayanti dan T. Kalima. 2007. Atlas Rotan Indonesia, Jilid 1. Pusat penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.

Martawijaya,A dan G. Sumarni. 1978. Resistance of a number of Indonesia wood species against Cryptotermes cynocephlaus Light. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor - Indonesia. Laporan No. 128.

Pablo, M.S and C.M. Garcia. 1997. Natural Durability of Anahau (Livistona rotundifolia (Lam ) Mart. Forest Products Research and Development Industries Journal (FPRDI), Laguna, Philippines 23 (2): 69-76.

Rachman, O dan Jasni. 2008. Rotan, sumberdaya, sifat dan pengolahannya. Buku. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.

Sumarni,G dan H. Roliadi. 2002. Daya tahan 109 jenis kayu Indonesia terhadap rayap tanah. Buletin Penelitian Hasil Hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, Bogor. 20 (3): 177-185.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2010.28.1.55-65

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.