KARAKTERISTIK FISIS DAN MEKANIS GLULAM JATI, MANGIUM DAN TREMBESI

Nurwati Hadjib, Abdurachman Abdurachman, Efrida Basri

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisis dan mekanis serta pengaruh komposisi jenis dan perlakuan pengawetan pada glulam baik sejenis maupun campuran sebagai bahan baku kayu pertukangan dan kayu konstruksi. Glulam dibuat dari kayu jati, mangium dan trembesi baik sejenis maupun campuran, terdiri dari 6 lapis dengan ukuran 6 x 12 x 300 cm. Setiap lamina dinilai menggunakan Mechine Stress Grading (Panter, plank sorter) untuk menentukan nilai Modulus Elatisitas (MOE)-nya. Dua tipe penampang balok lamina berukuran 6 x 12 cm disusun berdasarkan variasi lebar dan nilai MOE masing-masing lamina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan glulam berkisar antara 0,557-0,821 g/cm3 dengan rata-rata 0,658 g/cm3. Nilai rata-rata kadar air glulam berkisar antara 13-16,8% dengan rata-rata 14,6%. Nilai rata-rata modulus elastisitas glulam yang diuji berkisar antara 37016-120446 kg/cm2 dengan rata-rata 75251 kg/cm2 sedangkan keteguhan lentur patahnya (MOR) berkisar antara 145-750 kg/cm2 dengan rata-rata 494 kg/cm2. Glulam yang dibuat dari kayu jati merupakan yang terbaik dibandingkan dengan glulam kayu mangium dan trembesi. Berdasarkan nilai kerapatan, kadar air, MOE, MOR tekan sejajar serat dan keteguhan geser rekat glulam yang dibuat memenuhi standar mutu glulam struktural (Standar Jepang, JAS-2007) dan dapat digunakan untuk kayukonstruksi dan tergolong mutu E65-F225 sampai E95-F270. Berdasarkan kelas kuat dan rasio S/W, glulam yang diteliti dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi kecuali glulam jati-trembesi (diawet maupun tidak diawet) dan trembesi-trembesi tidak diawet. Ketiga jenis glulam tersebut dapat dimanfaatkan untuk konstruksi yang tidak mensyaratkan kekuatan seperti kusen pintu, kusen jendela dan rangka partisi.

Keywords


Glulam, jati, mangium, trembesi, kayu struktural

References


Abdurachman & N. Hadjib (2005). Kekuatan dan kekakuan balok lamina dari dua jenis kayu kurang dikenal. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 23(2):87-100

_______, N. Hadjib, O. Rachman & A.Santoso 2007. Pembuatan glulam untuk struktur lengkung. Laporan Hasil Penelitian. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

JAS (1996). Japanese Agricultural Standard for Structural Glued Laminated Timber. Notification No. 111 of the Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries. January 1996.

____ (2007). Glued Laminated Timber. Japanese Agricultural Standard. MAFF, Final rev. Notification No. 1152. Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries. Japan.

Karnasudirdja S. (1989). Kekuatan kayu lamina yang dibuat dari tiga jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 6(5), 281-287.

Malik J., & A. Santoso (2005). Keteguhan lentur statik balok lamina dari tiga jenis kayu limbah pembalakan hutan tanaman. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 23(5), 385-397

Martawijaya A. (1990). Sifat dasar beberapa jenis kayu yang berasal dari hutan tanaman dan hutan alam. Prosiding Diskusi Hutan Tanaman Industri. Tahun 1991. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.

Putra, D., I.N. Sugita & N.W. Padmi (2007). Tegangan geser ultimit epoxy-resin pada sambungan balok kayu yang dibebani gaya tekan sejajar serat. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil. Fak. Teknik Sipil. Univ. Trisakti, 11(2).

Rizky, A. (2011). Bahan Konstruksi Pertama dan Terakhir. Banjarmasin: Banjarmasin Post. 30 Juli 2011.

Siddiq (1989). Penggunaan Glulam untuk Komponen Struktur Bangunan Gedung dan Perumahan. Seminar Glued Laminated Timber Tahun 1989. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Sulistyawati, I., S Surjokusumo,YS Hadi & N. Nugroho (2007). The bending of vertically and horizontally glued laminated timber by transformed section area method. Proceedings of The Indonesian Wood Research Society Conference. Pontianak.

Tjondro, J. A. & D. Ferdianto (2009). Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Glulam dari Kayu Berat Jenis Rendah. Simposium Nasional Peningkatan Peran FTHH dalam Penelitian dan Pengembangan IPTEK untuk Menunjang Revitalisasi Hasil Hutan Indonesia Tahun 2009. Bogor.

Tjondro, J. A. & K. Dewi (2009). Uji Eksperimental Modulus Elastisitas dan Kuat lentur Balok Glulam; Seminar Nasional Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia ke-XII Tahun 2009. Bandung.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2015.33.2.105-114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.