KETAHANAN LIMA JENIS KAYU ASAL CIANJUR TERHADAP JAMUR

Sihati Suprapti, Djarwanto Djarwanto

Sari


Lima jenis kayu kurang dikenal yaitu kayu ki hiur(Castanopsis acuminatissimaA.DC.), huru pedes (Cinnamomun iners Reinw Ex Blume.), huru koja(Litsea angulata Bl.), ki kanteh (Ficus nervosa  Heyne), and ki bonem (Horsfieldia glabra Warb.), diuji ketahanannya terhadap sebelas jamur pelapuk menggunakan metode Kolle-flask. Contoh uji setiap kayu diambil dari bagian tepi dan dalam dolok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jenis kayu yang diteliti termasuk kelompok kayu tidak-tahan terhadap jamur (kelas IV). Kehilangan berat kayu bagian dalam lebih rendah yaitu 14,99% dibandingkan dengan kayu bagian tepi dolok yaitu 15,76%, namun kedua bagian tersebut termasuk dalam kelompok kayu tidak-tahan (kelas IV). Kehilangan berat tertinggi terjadi pada bagian dalam kayu Cinnamomun iners yang diuji dengan P. sanguineus HHBI-324 yaitu 56,19%. Kemampuan jamur dalam melapukkan kayu mulai yang paling tinggi sampai yang rendah adalah Pycnoporus sanguineus HHBI-324, Tyromyces palustris, Trametes sp., Schizophyllum commune, Polyporus sp., Coriolus versicolor, Postia placenta, Lentinus lepideus,P. sanguineus HHBI-8149, Dacryopinax spathularia,dan Chaetomium globosum.


Kata Kunci


Kayu, bagian dalam dolok, bagian tepi dolok, jamur pelapuk

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Antai, S. P. and D. L. Crawford. 1982. Degradation of Extractive-free Lignocelluloses by Coriolus versicolor and Poria placenta. European J. Appl. Microbiol Biotechnol (1982) 14:165-168

Bouslimi, B., A. Koubaa dan Y. Bergeron. 2013. Variation of brown rot decay in eastern white cedar (Thuja occidentalis L.). Manuskrip untuk BioResources.

Coggins, C.R. 1980. Decay of timber in buildings dry rot, wet rot and other fungi. Rentokil Limited Felcourt, East Grinstead. 115 p.

Djarwanto. 2010. Ketahanan lima jenis kayu terhadap fungi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 3 (2): 51-55.

Fortin, Y and J. Poliquin. 1976. Natural durability and preservation of one hundred tropical African woods. International Development Research Centre. IDRC-017e. 131 p.

Freas A.D. 1982. Evaluation maintenance and upgrading of wood structure. A guide and commentary. The American Society of Civil Engineers. ISBN 0-87262-317-3

Kartasujana, I. dan A. Martawijaya. 1979. Kayu perdagangan Indonesia sifat dan kegunaannya. Penerbitan ulang gabungan Pengumuman No. 3 TH 1973 dan No. 56 TH 1975. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Bogor.

Khan, A. H. 1954. Decay in timber its cause & control. Pakistan Forest Research Institute, Abbottabad. 29 p.

Martawijaya, A. 1975. Pengujian laboratoris mengenai keawetan kayu Indonesia terhadap jamur. Kehutanan Indonesia TH 11. Hal.: 775-777. Direktorat Jenderal Kehutanan. Jakarta.

Oey Djoen Seng. 1990. Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman Nr. 13. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Pari, G. 2010. Analisis kimia beberapa jenis kayu kurang dikenal. Manuskrip.

Standar Nasional Indonesia. SNI 01-7207-2006. Uji ketahanan kayu dan produk kayu terhadap organisme perusak kayu. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Suprapti, S., Djarwanto dan Hudiansyah. 2011. Ketahanan lima jenis kayu asal Lengkong Sukabumi terhadap beberapa jamur pelapuk. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 29 (3): 259-270. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2013.31.3.193-199

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.